07

1.2K 133 10
                                        

Aku tau ini cerita sudah berjamur, tapi daripada nggak aku lanjutin nanti ke tumpuk hiks..

.

.



Jungkook-remaja itu hanya bisa menunduk menatap bagaimana semua orang menyayangi sang kakak. Di meja makan yang penuh makanan itu, semua orang terus menerus memberikan banyak kasih sayang kepada Yoongi. Remaja itu hanya mendengus sebal, namun tidak peduli dan terus menghabiskan makanannya.

"Makanlah yang banyak~" Jungkook hanya menatap nasi di piringnya, kakek sepertinya tidak begitu menyukainya.

Sedangkan Jungkook hanya menatap piringnya, apakah ia melakukan kesalahan? Semenjak ia bangun, rumah ini memang tidak begitu familiar. Sepertinya ada yang ia lewatkan, entah apa itu.

"Makanlah yang banyak." Mama Yoona menaruh sepotong daging ke piring Jungkook. Sedangkan remaja itu tersenyum tipis, setidaknya ibunya menyayanginya. Itu sudah cukup, Jungkook tidak akan meminta hal yang aneh, karna kepalanya cukup pusing untuk banyak berpikir.

"Segera berangkat, atau kalian akan terlambat." Jungkook menatap sang mama yang menyiapkan bekal untuk mereka berdua. Jungkook mengangguk kecil kemudian segera beranjak setelah mempercepat kunyahannya.

"Sudah selesai?" Tanya Yoongi membuat Jungkook mengangguk kemudian segera mengambil tas dan almamater junior high schoolnya.

"Apa kau ikut ke kelas tambahan?" Suara sang kakek--Hangeng memecah keheningan. Entah pertanyaan itu ditujukan oleh siapa, karna pria tua itu sibuk menatap nasi di mangkuknya.

"Kau. Aku menanyakannya padamu." Sang kakek menatap Jungkook tajam membuat remaja itu sedikit terkejut. Yoongi yang melihat itu segera memasukkan bekal Jungkook ke dalam tas sang adik.

"Ah... Ya." Jungkook kembali menunduk saat sang kakek menatapnya tajam tanpa henti.

"Belajar dengan benar, dan jangan menyusahkan cucuku." sedangkan pemuda berusia 14 tahun itu hanya membungkuk sopan sebelum sang kakak menariknya pergi dari sana.

"Dasar anak itu, apa yang ia lakukan hanya menghabiskan uangku." Keluh Hangeng membuat Yoona menghela napasnya pelan.

"Ayah tahu ia berusaha yang terbaik, Jungkook hanya mengikuti taekwondo. Uang ayah tidak akan habis hanya karna itu." Siwon menyuapkan sarapan itu ke dalam mulutnya saat melihat sang istri tersenyum lembut kearahnya.



Jungkook menatap gerbang sekolahnya yang nyaris akan ditutup, semua siswa maupun siswi berhamburan lari secepat mungkin sebelum gerbang sekolah ditutup.
"Hei nak, apa yang kau lakukan? Cepat masuk!" Teriak satpam yang melihat Jungkook hanya berdiri tanpa berniat masuk.

"Tunggu sebentar pak!" Teriak seorang gadis cantik yang penuh keringat berlari ke gerbang yang sayangnya tertutup sempurna.

Jungkook tersenyum melihat gadis itu, kemudian berjalan perlahan mendekati gerbang sekolahnya yang tertutup rapat.
"Saya tidak menerima alasan kalian, keliling lapangan setelah saya tulis poin kalian!" Pak satpam menatap Jungkook kemudian menggeleng pelan.

Jungkook hanya bisa menggaruk kepala belakangnya pelan, ia bingung harus melakukan apa saat ketiga kali namanya dicatat.





***






"Sudah kuduga, kau menyukai Eunra bukan?" Jungkook menatap Taehyung yang meledeknya, berdehem sebentar sebelum melirik gadis yang jaraknya kira-kira lima meter dari posisinya saat ini.

"Diamlah kak, kau tahu aku tidak mungkin menyatakan perasaanku." Taehyung meletakkan sumpitnya, niatnya memasukkan udang saus itu ke mulutnya hilang sudah.

My Precious BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang