11

1K 117 4
                                        

.

.

.

Jungkook membuang wajahnya kearah lain saat mendapati sang kakak berdiri di depan mobil mewah yang pasti milik sang kakak-Yoongi.
"Min Jungkook!" Itu suara kak Yoongi yang memanggil Jungkook, sepertinya Jungkook masih marah padanya.

"Jung-" Yoongi yang melihat sang adik pergi berlalu begitu saja tentu ingin mengejarnya sebelum ponselnya bergetar dari saku jasnya.

"Halo." Yoongi memejamkan matanya saat mendengar ucapan dari seberang sana, membuka matanya kemudian mencari keberadaan Jungkook yang berjalan menjauhinya.

"Berikan aku alamatnya." Yoongi segera mematikan panggilan itu kemudian menatap ponselnya yang masih aktif memindai kemanapun Jungkook pergi.

"Sial." Yoongi segera masuk ke dalam mobilnya kembali kemudian menginjakkan gas dengan kecepatan di atas rata-rata.

Sedangkan Jungkook--remaja itu menghentikan langkahnya setelah melihat mobil kak Yoongi telah pergi.
"Menyebalkan, kenapa ia berubah menjadi kakak yang kejam?!" Jungkook menghentakkan kakinya, berjalan menuju halte dengan sebal.

Bahkan setelah menunggu 10 menit menunggu bukannya bus yang berhenti, melainkan sebuah mobil hitam yang mengkilat berhenti tepat di hadapannya yang duduk di kursi halte.
"Eoh?" Remaja 14 tahun itu hanya menatap jendela mobil yang perlahan terbuka itu.

Seorang pria berpakaian dokter itu memamerkan senyuman manisnya. Itu kakaknya Taehyung--Kim Seokjin kalau tidak salah, dia temannya kak Yoongi juga dulu.
"Sedang apa anak manis menunggu di halte sendirian?" Jungkook melambaikan tangannya pada kak Seokjin yang menyapanya ramah.

Sepertinya Jungkook bisa pulang tanpa harus menunggu lebih lama lagi.
"Ayo pulang, terlalu lama bukan untuk menunggu bus datang?" Jungkook mengangguk setuju, ia segera berdiri dan membuka pintu di samping kemudi.

Brakkk!

Jungkook menutup kembali pintu mobil itu, sedangkan kak Seokjin tersenyum tipis. Entah berapa lama mereka tidak bertemu, ia saja sampai lupa kapan terakhir mereka bersenda gurau.
"Jung, bagaimana kalau kita mampir sebentar?"

Jungkook menoleh ke arah kak Seokjin sebentar setelah berhasil memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.
"Memangnya kita mau kemana?" Kak Seokjin tersenyum sambil mengemudi, matanya terus mengawasi jalanan yang cukup ramai hari ini.

"Bagaimana kalau kita ke restoran tempat kita dulu?" Jungkook mengernyitkan alisnya, sepertinya remaja itu lupa.

Bila saat ini Jungkook tengah menikmati makanannya, maka lain halnya dengan Yoongi. Laki-laki yang memiliki ucapan pedas itu tengah mengemudi dengan kecepatan tinggi.
"Apa yang anak itu lakukan!" Yoongi menatap lokasi Jungkook saat ini yang berada di restoran cepat saji.

Kringg~

Dengan panggilan cepat Yoongi menerimanya melalui headset tanpa kabel yang sudah terpasang apik di telinganya.
"Halo," Yoongi terus menginjak gas hingga kecepatan mobil itu terus bertambah.

"Permisi tuan, dokumen yang anda minta sudah kami kirim melalui fax."

Yoongi berdehem lalu memutuskan panggilan secara sepihak. Matanya terus memindai letak keberadaan Jungkook yang masih tetap sama.
"Dasar anak bandel." Yoongi mendial nomor sang adik, namun tetap sama.

My Precious BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang