part 16

7 0 0
                                    

Ged ged bentar bentar
Aku mau ngasih tau ke kalian, tapi ini tuh nggak begitu penting wkwk

Mohon maaf banget kalo selama cerita yang kubuat itu kurang nyambung, mulai dari awal sampe pertengahan, tokohnya maupun alur ceritanya
Karna tuh aku bukan penulis yang hebat dan kurang berpengalaman,
terima kasih banget kalian yang masih stay di cerita ini

Secepatnya bakal aku selesein, Thank you all

Selamat membacaa kalian 'ㅅ'

"Chanyeol itu milikku, tidak ada yang bisa memilikinya" wanita di dalam kedai kecil itu terus meracau.

Teman temanya hanya mendengarkan bukan lebih tepatnya mengangguk kepala saja.

"Chaeyoungaa kau sudah minum berapa botol" Yeri tidak terlalu mabuk, hanya saja kepalanya pening melihat teman temanya meracau seperti orang gila.

"Hampir 7 botol" Yeri benar benar ingin muntah sekarang. Seluruh badan Rose dipenuhi dengan bau alkohol yang sangat menyengat.

Satu persatu dari mereka mulai tumbang, hanya Yeri yang masih terjaga. Dia tidak minum banyak, hanya menegak 2 gelas saja. Diantara mereka Chaeyoung yang paling banyak.

"Yeriiii panggilkan Chanyeol" Rose berjalan ke arah Yeri.

Yeri tertawa keras dan menampar pipi Chaeyoung.

"Bodoh sekali ternyata, sadarlah Chanyeol tidak akan pernah menyukaimu, apa kau tidak sadar, kau selalu main main dalam hal percintaan, jangan bawa Chanyeol ke dalam hidupmu yang selalu mempermainkan perasaan laki laki, sudah berapa pria yang kau pacari?! Aku bahkan tidak bisa menghitungnya dengan jari, apa perlu ku sebutkan semua"

Rose menatap Yeri, kemudian menarik kerahnya dan memukul kepalanya.

Ttaak.

"Kau main main denganku rupanya, heii apa kau tidak sadar, kau hanya seorang gadis miskin yang bisa bersekolah disini, tanpa bantuanku aku yakin sekarang kau seorang gembel yang selalu dikejar kejar oleh penagih hutang ayahmu yang sudah mati itu"

Yeri sakit hati, ia sangat sakit hati. Jika bukan karena pesan almarhum ayahnya, bahwa ia harus jadi orang sukses, ia tidak akan mengemis seperti ini.

Yeri tidak kuat. Dengan sengaja tanganya menuang alkohol dan menyiramnya ke wajah Rose.

"Aku tau, aku hanya orang miskin yang tidak tau diri, tapi jangan bawa ayahku dalam masalahku sekarang, aku tau kau orang kaya, tapi dengan kekayaanmu sekarang kau tidak bisa merendahkan orang miskin seperti kami, aku menyesal berteman denganmu, aku akan mengganti semua utangku, semuanya!"

"Jangan kau pergi seenaknya! kau tidak akan mampu Yeri! orang miskin tidak tau diri pula, kurang ajar, gilaa jangan pergi begitu saja"

Rose mengejarnya. Yeri berlari sekencang yang ia mampu, untung saja Rose masih dalam keadaan mabuk.

Pukul sudah menunjukan pukul setengah satu malam. Hatinya masih sakit. Sakit bukan karena Rose menghina dirinya, tapi Rose selalu membawa keluarganya yang miskin, awalnya ia bisa menahannya, tapi karena terlalu sering Rose merendahkanya, ia tidak akan tinggal diam.

"Appaa maaf jika aku tidak bisa memenuhi permintaan terakhirku, aku sepertinya tidak bisa, apa yang harus ku lakukan sekarang" Yeri menangis di pinggir jalan.

Siapa pun orang yang melewatinya akan mengaggap orang gila, orang tidak waras dan pengemis.

Tapi Yeri tidak memperdulikanya. Anak perempuan itu terus menangis, mengacak rambutnya frustasi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 10, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WE CAN | CHANBAEK VERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang