part 10.

26 1 0
                                    

"Baekkiieeeeeee" seru chanyeol.

"Weee? Chann, hampir saja jantung satu satuku ini loncat" kata baekkie dramatis.

"Kita akan pergi lusa, berkemaslah sekarang" ucap chanyeol senang.

"Aissh jjinca?!! Baiklah aku sudah tidak sabar ingin pergi ke indonesia"
Seru baekkie.

"Tapi aku mengajak adik nakalku" sesal chanyeol.

"Mengapa wajahmu jadi berubah? Tak apa semangkin banya orang semangkin asyik, aku mungkin juga akan mengajak suho dan xiumin" kata baekkie.

"Apa kau bilang barusan? Perjalanan kita jadi terganggu karena mereka" desah chanyeol.

"Tak apa, kau juga bisa mengajak sehun" kata baekkie.

"Ajak saja semua, apa kau tidak berniat membawa oppamu dan lucas mantanmu itu" kesal chanyeol.

"Kau ini selalu membawa lucas, sudahlah bantu aku berkemas, daripada mendengar omelanmu yang tidak penting" baekkie hanya tertawa melihat chanyeol yang tingkahnya seperti anak 2 tahun yang tidak diberi susu.

"Baek sebentar lagi eommaku akan melahirkan, aku takut baek" chanyeol berhenti sejenak mengemas barang barangnya.

"Apa yang kau takuti, apa kita tunda dulu perjalananya?" Baekkie menepuk chanyeol halus.

"Eommaku melahirkan sekitar 3 minggu lagi, tapi kita pergi ke indonesia 1 bulan, apa kita benar benar tunda? Kau bagaimana?"
Baekkie yang mendengar pertanyaan chanyeol tersenyum tulus

"Bagaimana apanya? Eommamu lebih penting, kita bisa pergi setelah eommamu benar benar pulih" chanyeol mendengar jawaban baekkie lega, dia merasa beruntung memiliki baekkie yang begitu menyayanginya dengan tulus.

Chanyeol memeluk baekkie dan dibalaslah pelukanya.
"Aku bersyukur Tuhan mengirimkan makhluk-Nya yang begitu baik untukku, terima kasih Tuhan"


O0O

"Bagaimana rencana liburanmu? Apa besok kau akan berangkat? Eomma tak apa sayang" tanya jennie kepada anak laki lakinya yang sedang duduk disampingnya.

"Eomma itu lebih penting dari segalanya semuanya, aku bisa pergi berlibur kapan saja" chanyeol memegang tangan ibunya.

"Kau ini.. pergi saja tak apa, ada appa, abeoji dan halmeoni yang menemani eomma" jennie mengelus pelan rambut pirang anak lelakinya.

"Tidak eomma, bagaimana aku bisa pergi dengan tenang sedangkan kau sedang berjuang melahirkan adikku"

"Eomma tak apa, eomma tak ingin mengahancurkan rencana kalian, pergilah sayang" jennie tersenyum melihat ketulusan hati seorang park chanyeol.

"Kau sungguh tak apa? Tapi janji sering seringlah menelponku saat menjelang kelahiran"

"Iya pergilah"

"Eommaaa,oppaa sedang apa kalian kelihatanya serius sekali" ji won datang menghancurkan suasana.

"Kau lagi, kau jadi ikut berlibur?" Tanya chanyeol.

"Mianhe oppa aku harus mengikuti beberapa lomba sebenarnya aku ingin sekali ikut pergi berlibur, kau pergi saja biar aku yang menjaga eomma disini"

"Baguslah sepertinya bebanku berkurang satu" chanyeol meledek ji won.

"Siapa beban yang kau sebut itu?! Jelaskan padaku" ji won melotot.

WE CAN | CHANBAEK VERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang