Saat tersadar, waktu telah berlalu setengah hari, dan aku berada di Rumah Sakit pusat kota. Viana menemaniku di dekat ranjang, dia bilang kalau Razer tengah mengurus segalanya. Dan Direktur juga berada di sini.
Viana menjelaskan semuanya. Fasilitas dihancurkan, namun gudang senjata tempat Agen Lee dan Kim datangi bersama tim mereka menyimpan banyak pasokan senjata biologis yang tengah dipersiapkan oleh MOON. Mereka bahkan berhasil menangkap beberapa ilmuwan serta staff di sana. Kini CIA dan pihak MI-6 tengah menginterogasi mereka.
Dia terus mengoceh. Aku mendengarkan. Namun pikiranku kemana-mana. Menelusuri sisa memori kejadian semalam dalam benakku.
Itu Alfa. Jelas-jelas dia. Aku sedang tidak berhalusinasi. Tapi kenapa dia menembak ku?.
Mengapa?.
Dari perkataannya sesaat sebelum menembak ku, aku bisa menangkap pancaran kesedihan juga rasa bersalah dalam sorot sepasang netra kelamnya. Dia tidak berniat begitu, dia bilang demi keselamatan ku. Namun kenapa?.
"Bree kamu mendengar ku kan" nada Viana meninggi.
Mendongak. Tatapan kami bertemu.
"Apa kamu merasa sakit? Iris sialan itu! Harusnya Razer menembaknya ketika ada kesempatan!".
"Iris? Apa maksudmu?".
"Kamu pasti tidak ingat ya? Razer menemukanmu dalam salah satu ruang penyimpanan. Ada Iris di sana. Kamu pingsan, berlumuran darah. Mereka sempat bertarung, tapi Wakil Kapten jadi lemah karena dia perempuan. Pada akhirnya kita kehilangan dia lagi" Viana menjulurkan lengan kanannya, memegang dahi ku.
Tepat saat itu, perutku rasanya bergolak hebat akibat perkataan Viana.
"Wah iya, kamu masih panas. Sebentar, aku panggilkan Dokter" dia lantas memencet tombol.
Tak berapa lama kemudian Dokter, Razer, dan beberapa perawat memasuki ruang tempatku di rawat.
Mereka melakukan pemeriksaan singkat, berbicara dalam bahasa Inggris tentang memberiku dosis obat pereda nyeri. Namun aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan mereka semua. Atensiku sepenuhnya tertuju pada Razer.
Haruskah aku memberitahunya? Kalau Alfa masih hidup? Dan bukan Iris yang menyebabkan ku terluka?.
'Jangan mempercayai siapapun! Ada pengkhianat dalam tubuh Mata Garuda'.
Ucapan Ibu Kania berdengung dalam telingaku.
Menunduk. Ku tatap kedua tanganku yang kini warnanya sudah seputih salju.
Apa Alfa pengkhianatnya? Kalau benar, maka masuk akal. Dia memalsukan kematian, membantu menyerang Mata Garuda dari dalam.
Tapi.....
Lantas aku mendongak. Tahu-tahu Razer sudah ada di depanku. Air mukanya tampak cemas.
"Bree istirahatlah, Direktur bilang kalau kamu bisa rehat dulu untuk sementara waktu" suaranya begitu merdu.
Siapa pengkhianat sesungguhnya. Mereka seakan tahu setiap langkah kami dengan tepat. Berada di depan kami.
"Bree".
Razer mencoba menyentuh tanganku, namun refleks aku menepis pegangannya. Membuatnya terkejut.
"Maaf, tapi aku sangat lelah. Bisakah aku istirahat dulu sekarang" kataku. Sambil menghembuskan nafas.
Razer terdiam. Kedua alisnya berkerut dalam.
Tanpa menunggu jawabannya aku kembali bergelung dalam selimutku. Memunggunginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)
ActionNew Adult story. Britania Contramande (23) Seorang Agen rahasia dalam organisasi bernama Mata Garuda. Sebuah kasus membawanya ke dalam misi berbahaya yang melibatkan dirinya terseret dalam konspirasi tingkat tinggi. Terjebak di antara dua cinta. Alf...
![[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)](https://img.wattpad.com/cover/25122826-64-k294766.jpg)