Judul lagu mulmed : World Without End by Brand X Music.
#############
Saat kami tiba di Gedung terlantar sesuai petunjuk Viana, suasana begitu sepi. Hanya bunyi hiruk pikuk juga sirene yang terdengar dari lokasi ledakan Hotel saja.
"Harusnya di lantai tujuh" kataku pada Razer, seraya menyiapkan senjata api di tanganku.
Kami naik amat perlahan. Dalam kesunyian tak terdengar satupun suara.
Kamu sudah hampir mencapai undakan tangga saat Razer tiba-tiba bertanya.
"Bagaimana dia bisa ke mari?".
Aku memutar leher. Menatap Razer. "Apa maksudmu?".
"Alfa Xian. Siapa lagi".
Aku tak segera menjawab pertanyaannya. Sebab detik berikutnya, pemandangan dihadapanku membuatku tercengang. Nyaris menjatuhkan pistol ku ke atas lantai.
Ada banyak tubuh manusia bergelimpangan. Di mana-mana.
Pertarungan hebat pasti baru saja terjadi.
Kemudian, aku melihat sosoknya. Bersandar pada salah satu pilar gedung. Satu tangan memegangi perut. Ada genangan darah mengalir dari sana.
Aku hampir saja memekik. Berlari ke arah Alfa lalu berjongkok di samping kanannya.
Nafasnya putus-putus. Dia kehabisan energi. Kesadarannya menipis.
"Apa ini perbuatan Direktur Celia. Bertahanlah, akan ku panggilkan bantuan...".
Jemariku sudah menekan ear pierce. Akan tetapi, aku mendengar suara pistol di kokang dan diarahkan padaku.
Menolehkan kepala perlahan ke belakang.
Itu Direktur Lim.
"Britania. Sudah kubilang padamu kan sejak dulu sekali. Berhati-hatilah. Kamu terlalu mudah percaya sehingga gampang dipermainkan" dia terkekeh. Sudah berdiri tegap lagi.
Aku sadar, dia sejak tadi bersandiwara.
Alfa mengerang, dari tempatnya masih terduduk. Sementara Direktur Lim memerintahkan ku agar aku membuang senjataku.
"Bagus. Nah, Agen Alfa tak ku sangka. Kamu dapat bertahan sejauh ini. Dimana tabung itu. Aku yakin kamu berhasil mendapatkannya bukan?" Direktur Lim kini menurunkan senjatanya pada Alfa.
Aku mendelik. Alfa terkekeh meski lukanya sudah separah itu.
"Kalau ada di tanganku, apa menurutmu bakal kuberikan padamu" tukas Alfa arogan.
Razer yang sejak tadi berada di belakang Direktur Lim berjalan maju. Berjongkok di depan Alfa lalu mulai mencari di seluruh tubuhnya. Hasilnya nihil.
Aku membeku seketika. Lalu tersadar.
"Razer....tidak mungkin..." Seharusnya aku tahu. Aku sudah mencurigainya tadi. Bahkan beberapa waktu lalu.
Alfa menahan tangan Razer. Namun lelaki itu dengan kasar justru menekan tempat Alfa terluka. Membuatnya memekik kesakitan.
"Hentikan!" Aku memekik. Panik.
Razer lantas berdiri. Berhadapan denganku.
"Kalian bisa memproduksinya sendiri bukan?! Kenapa harus meributkan satu tabung kecil".
Mendadak Direktur Lim mengerang. Marah.
"Direktur mu yang hebat itu Jalal, telah menghancurkan semuanya. Termasuk labolatorium utama di Kanada. Bahkan beberapa yang tersisa di pelabuhan Jepang telah disita. Gudang dibakar. Catatan hilang".
"Kenapa kalian tidak membuat lagi" aku terus mengajak mereka bicara.
Razer bersedekap depan dada. Lantas memberiku tatapan asing yang belum pernah kulihat sebelumnya dari sosoknya.
"Kalian sudah mengambil yang paling berharga dariku. Jadi aku akan merebut sesuatu yang berharga dari kalian juga"
Ia lantas maju beberapa langkah, mendekatiku. Kakiku tak mau mematuhi ku dan justru bergerak mundur tiga kali ke belakang.
Auranya berbeda.
Tatapannya berbeda.
Apa dia memang Razer Kaskaroffh yang ku kenal.
Ada yang tidak beres dengan Razer.
Apa dia juga terkena efek virus?
Atau sejak awal dia memang musuh.
Sedetik kemudian aku mendapatkan jawabannya.
Panggilan pada komunikasi berbunyi.
"Bree!" ini Agen Iwan. "Dengarkan aku, situasi di sini kacau. Masih ada beberapa bom lagi dipasang secara acak di pusat kota. Viana...dia...dia ternyata anggota MOON! Direktur tengah mengejarnya sekarang. Dan jangan percayai siapapun Bree....kamu mendengar ku kan. Yang bersamamu saat ini bukan Kapten Razer. Kapten yang asli baru saja ditemukan dibuat pingsan di salah satu bagian gudang belakang yang terpisah dari Gedung Hotel!".
Deg....deg...deg...
Sambungan terputus.
Aku menatap nanar sosok serupa Razer di depanku.
Kemudian, dalam jarak lebih dekat aku menyadarinya.
Sebuah lipatan mirip kulit terletak didekat area leher yang tertutupi sweater hitam dan rompi anti peluru miliknya.
Tangan kanan seseorang serupa Razer bergerak. Menarik kulit manusia palsu tersebut dari arah bawah leher, lalu ke atas kepala. Bagai ular melepaskan cangkang kulitnya. Begitu juga dengan dia.
Terdengar bunyi benda jatuh mengenai tanah saat sosok itu melemparkan topeng wajah Razer.
Mata sipit berwarna coklat kehijauan. Alis lebat tebal, gelap sewarna rambut hitam cepak nya. Rahang berlian diikuti kontur keras wajah. Sebuah tanda luka terdapat di dekat dagu kanannya.
Lelaki berdarah Brazil- Korea itu.
Aku mengenalinya sebagai Evangero Rodriguez.
"Salam kenal, Agen Britania. Senang akhirnya bisa berjumpa denganmu tanpa perlu memakai topeng lagi".
Gero menyeringai padaku. Licik.
Sorot matanya dipenuhi kekejaman.
Kini senjatanya terarah padaku. Dia mulai menarik pelatuknya.
Sial!.
############
KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)
AksiNew Adult story. Britania Contramande (23) Seorang Agen rahasia dalam organisasi bernama Mata Garuda. Sebuah kasus membawanya ke dalam misi berbahaya yang melibatkan dirinya terseret dalam konspirasi tingkat tinggi. Terjebak di antara dua cinta. Alf...
![[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)](https://img.wattpad.com/cover/25122826-64-k294766.jpg)