STEP THREE.

191 21 2
                                        

Aku meminta taburan cinta kalian berupa vote dan komentar ya hahahaahahahah. Sambil baca jangan lupa didengerin medianya. Biar tambah seruuuu....

************************

Aku perlu menjernihkan pikiranku seusai berbicara dengan Iris, itu sebabnya aku menerima ajakan Bryan Contramande untuk bertemu. Sebuah kedai kecil yang cukup terkenal dikawasan Hotel tempatku menginap dan hanya berjarak sepuluh menit bila berjalan kaki.

Aku menatap kedai rumahan itu sejenak dari luar sebelum masuk, tanpa sadar tak bisa menahan senyum saat sebuah kenangan menyeruak masuk. Ini adalah tempat aku dan Alfa pertama kali makan hanya berdua saja tanpa ditemani rekan-rekan kami, beberapa tahun lalu.

Suhu udara mendadak naik dengan cepat, angin dingin menampar pipiku, kumasukkan kedua tanganku kedalam saku coat putih yang kupilih untuk kupakai malam ini. Kaki berjalan sementara tanganku mendorong pintunya kesamping kanan hingga terbuka.

Kedai ini sedang tidak ramai, hanya ada tiga pengunjung lain yang sepertinya rekan kerja, dan Bryan, sepupuku duduk dimeja pojok sebelah kanan.

"Irrasshai-masee..."* Selamat Datang*

Sapa sang pemilik yang tengah membereskan sebuah meja kotor tempat bekas pengunjung.

Lelaki berumur limapuluhan yang kukenali sebagai Sheichi Kudo tersebut saat melihatku. Tentu saja dia mengenali, selain wajahku unik dan berbeda dari warga asli Jepang, ada insiden yang terjadi saat aku kemari bersama Alfa.

"Bere~san, Ohisashiburi desu" *Bree, lama tak jumpa*

Aku tersenyum lebar padanya. Sheichi adalah pemilik sekaligus Koki tempat ini, dia dulu mantan Chef Restoran berbintang, namun memutuskan resign setelah menikah dan ingin mengelola rumah makan miliknya sendiri.

"Bere-san" Istri Sheichi, Miyako, keluar dari dalam ruangan memasak. Tampak cantik meski hanya mengenakan baju kasual dan celemek. Miyako yang biasanya mengantarkan makanan, mencatat pesanan dan membersihkan kedai. "Anata wa kirei desu" *Kau bertambah cantik*

Aku tersipu mendengar ucapannya. Tepat saat itulah Bryan menoleh kebelakang dan melihatku.

"Aaa... Kare wa, watashi no, ototodesu" * Aaa, itu saudara saya* Aku menunjuk tempat Bryan duduk.

Sheichi dan Miyako mengangguk-anggukkan kepala tampak paham.

" Sumimasen, Yakisoba wa arimasu ka?" *Permisi, apa ada mie goreng?* Tanyaku.

Sheichi mengangguk. "Hai, Ari-masu"*Iya, ada*

" Arigatou gozaimasu"*Terima kasih* Ujarku seraya membungkuk.

Aku mengambil tempat tepat didepan Bryan, lelaki itu tampak, sangat, kacau.

"Aku tidak tahu bahasa Jepangmu sebagus itu" ujarnya. Seraya menuangkan sake pada gelas sloki didepanku.

" Aku tidak tahu kalau kamu semabuk ini" mengangkat gelasku, dan menenggaknya seraya menutup mulutku dengan satu tangan.

"Haaa" desahku panjang. Rasa pahit dengan sedikit manis sake yang merambat masuk kedalam indra pengecapku membuatku merasa lega.

"Dimana teman-temanmu yang lain?"

"Kutinggalkan" jawabku singkat. Mengisi slokiku lagi dengan sake.

Bryan terkekeh. "Hari yang berat untuk seorang Britania Contramande, hah?"

Aku mendelik menatapnya. "Apa Kyurara menolakmu lagi"

Tawa Bryan meledak, membuat seisi kedai termasuk Miyako menoleh kearah kami.

[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang