STEP EIGHT.

106 13 0
                                        

Minta taburan vomment kalian ya. Jangan lupa follow dulu bagi yang belum follow >.< .
Warm & Regards.
*************************

    Razor jadi menemaniku berbelanja, sambil kami mengobrol soal keseharian satu sama lain. Dia bercerita kalau sejak kasus MOON, Direktur lebih sering menempatkannya dibalik meja alih-alih lapangan. Dan itu nyaris membuatnya gila.

     Wajar saja, anggota tim taktis yang biasanya mengatur strategi dan berlarian mengejar penjahat malah ditaruh dibalik meja. Mengurus setumpuk berkas serta perizinan.

     Kemudian dia menawari untuk menyupiriku. Saat aku bertanya.

     "Kendaraanmu bagaimana?"

      "Aku ke Supermarket berjalan kaki. Apartemenku tak jauh dari sana. Hitung-hitung berolahraga sebagai pelepasan rutinitas kantor yang...yah bisa membuatku gila"

    Aku tertawa. Dan akhirnya menerima tawarannya. Kemudian saat sudah mencapai gerbang depan ide itu terlintas di kepalaku. "Ikutlah makan malam bersama kami. Kania pasti suka mendapat tambahan teman"

     Razor mengernyitkan dahi. "Makanku banyak" lalu menyeringai.

     "Iya aku tahu kok" dan kembali tertawa.

     "Baiklah kalau begitu" dia mengangguk setuju.

     Saat memasukkan mobil ke dalam halaman depan aku mulai merasa aneh.
 
     "Kenapa rumah gelap sekali ya?"

     "Apa tidak ada orang di rumah?" tanya Razor.

     "Tidak mungkin. Kania sudah memasak sejak siang....ini...Sebaiknya kita turun dulu" kataku. Melepas sabuk pengaman dan bergegas keluar dari mobil.

    Razor membantuku menenteng belanjaan, mengikutiku di belakang. Mendadak perasaanku jadi tak enak. Bahkan aku tak melihat seorang pun Pelayan atau penjaga.

    Astaga. Kemana sih mereka semua. Tidak biasanya Will dan Kania begini.

    Tanganku terjulur menyentuh gagang pintu ganda bercat emas. Mendorongnya satu kali dan....

    Bahkan tidak dikunci?!

    Oke, rumah ini tidak mungkin kemalingan kan? Cuma pencuri bodoh yang berpikir bisa melewati sistem super ketat di kediaman William Contramande.

     "Willl.....Kania...." teriakku. Sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah lalu......

     "SURPRISEEE!!!......."
*******************************

     Oke, aku memang benar-benar sudah lupa kalau ini hari ulang tahunku.

     Pada dasarnya, aku sudah nyaris tak sadar akan setiap hari yang kulalui. Bagiku semua hari terasa sama saja. Bangun tidur, pergi ke kantor, meeting, rapat, liburan digunakan untuk keluarga atau sekedar hang out dan membaca buku untuk menyenangkan diri.

    Iya. Hidupku sekarang senormal itu.

    Terlalu normal bahkan. Untuk ukuran seseorang yang dulunya punya kehidupan sepertiku.

      Lalu. Pesta kejutan ini murni ide dari William dan Kania. Kemudian mereka menghubungi semua orang yang dekat denganku.

    Jadi disinilah aku. Duduk di meja makan. Bersama Will dan keluarganya, Bryan (yang datang di saat-saat terakhir katanya sebelum pesta kejutan) serta semua mantan anggota timku di MATA GARUDA. Plus Direktur kami, Jalal dan Rosita, Istrinya yang cantik. Serta putra mereka, Mehmed, yang sebulan lebih muda dari triplet.

[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang