STEP EIGHTEEN.

90 14 0
                                        

Judul lagu mulmed : We Are Gods by Audiomachine. From original Trailer Soundtrack Black Widow.

**********

Aku segera kembali ke Hotel untuk mengemasi semua barang ku setelah infus habis dan dipersilahkan pulang (sedikit memaksa) oleh Rumah Sakit.

Perintah resmi dari Direktur Jalal, aku ditarik mundur dari tim gabungan khusus, dan dipulangkan ke Jakarta dengan alasan kesehatanku.  Tak ada yang curiga maupun membantah.

Nyaris.

Setelah perpisahan singkat dengan Kim Seung Hee, seseorang masuk ke dalam kamarku. Itu Razer. Agen Kim memberikan kami waktu.

"Harus secepat ini ya?" tanyanya. Wajahnya bisa jadi datar, namun matanya mengatakan sebaliknya.

"Penerbangan ku ke Jakarta jam 11 malam waktu setempat" jawabku.

Melirik jam tangan sekilas sambil melipat beberapa baju dan memasukkannya ke dalam ransel. Masih ada dua jam lagi.

"Kamu akan ke mana?".

Mengedikkan kedua bahu. "Entahlah. Direktur tidak bilang, dia hanya akan membawaku ke safe house" lalu sengaja membalikkan badan.

Aku tahu dia tidak percaya padaku. Tentu saja. Dari semua orang di tim kami, Razer yang paling memahami alasanku berjuang keras untuk terlibat dalam misi ini. Dia tahu aku akan mempertaruhkan segalanya demi melindungi keluargaku, namun kini aku justru menyerah begitu saja karena sebuah tembakan.

Dia tahu aku menyembunyikan sesuatu. Dan aku tidak bisa membohonginya lebih dari ini. Itu sebabnya sejak keluar dari Rumah Sakit, aku menolak berkontak mata dengannya.

"Biarkan aku ikut. Aku akan menjagamu".

Gerakan tanganku seketika terhenti.

Menghela nafas panjang. Sudah kuduga dia akan mengatakan ini.

"Tidak bisa, sekarang posisimu adalah Kapten".

"Aku akan keluar".

"Jangan bertindak bodoh!" tukas ku jengkel. Membalikkan badan. Akhirnya berhadapan dengannya.

Terkejut karena ia berada tepat di belakangku. Wajahku hampir menabrak dadanya.

"Tim ini membutuhkanmu. Kita sedang dalam masa genting".

"Lalu kenapa kamu berhenti?" Ia memincingkan mata. Menatapku curiga.

"Karena aku lelah. Apalagi".

"Kalau begitu biarkan aku ikut. Aku juga bagian dari keluargamu bukan. Aku akan menjagamu".

"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan aku benci diikuti" kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutku.

Air muka Razer berubah. Dari penasaran, menjadi kecewa. Sorot sedih terpancar jelas dari sepasang iris warna amber miliknya.

"Razer ku mohon. Aku hanya ingin sendiri. Masalahku sudah banyak" aku mencoba bersikap keras. Dengan harapan dia akan berhenti bersikeras.

[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang