Judul lagu multimedia : Minefields by Faouzia feat John Legend.
******************************
Aku segera kembali ke tempat dudukku saat menyadari apa yang telah ku perbuat. Beberapa netra memandang tak suka pada dan terdengar dengusan jengkel sebab akibat ulahku mereka jadi terganggu.
*"Apa yang terjadi?"* tanya Agen Lee.
Aku menggeleng. *"Bukan apa-apa sepertinya aku salah dengar saja"* bisik ku lirih.
Alat komunikasi ku kembali berfungsi, Viana meminta maaf dan memberitahu tadi sempat ada masalah dengan sinyal.
Jantungku masih berdegup amat kencang, darahku berdesir tidak karuan.
Tidak, aku pasti hanya salah dengar. Aku cuma terlalu merindukan orang yang sudah tiada sehingga bertingkah aneh. Iya, hanya itu alasan paling masuk akal.
Agen Lee awalnya masih memandangiku curiga, namun fokus kami segera kembali ke arah panggung di mana pertunjukkan di mulai, juga, ke barisan tempat Bognan duduk.
Tak lama kemudian sesuatu terjadi. Mattaic berdiri lebih dulu, mengucapkan sesuatu pada Bognan. Aku melirik jam tanganku dan benar saja, selang 10 menit kemudian Bognan mengatakan sesuatu pada pasangan kencannya lantas beranjak berdiri.
*"Mereka bergerak, kami akan menunggu sekitar beberapa menit baru mengikuti mereka. Kami akan melakukan improvisasi agar orang sekitar tidak curiga"* kataku pada ear pierce.
Lagi-lagi Razor mendengus, dan Viana menjawab. *"Berhati-hatilah"*.
Sekitar empat menit kemudian aku dan Agen Lee berdiri bersamaan. Tangannya merangkul erat pinggangku dan kami menuruni undakan tangga. Berbelok ke lorong sisi kiri tempat pintu keluar berada, memberi tahu penjaga kami harus ke kamar mandi.
Awalnya salah satu penjaga bertubuh lebih besar dan tinggi menatapku curiga. Namun ekspresinya berubah saat secara mengejutkan Agen Lee memberiku ciuman mesra di pipi. Membuat tak hanya aku, tapi si Penjaga ikut merona.
Akhirnya ia paham maksud 'kamar mandi' dari kami dan membukakan pintu.
Aku langsung memelototinya begitu kami berada di luar. Terdengar omelan lirih Agen Kim melalui sambungan untuk Agen Lee. Juga kekehan bernada geli Viana.
*"Viana, ke mana mereka pergi?"* tanyaku.
Melepaskan diri dari Agen Lee dan berjalan mendahului pria itu.
Agen Iwan bekerja sangat baik ia menyamar menjadi teknisi sebelum kami masuk ke mari dan meletakkan beberapa pengalih fokus kamera pengawas. Alat ciptaan Firman. Benda itu bisa membuat Viana menangkap citra serupa dari tangkapan kamera pengawas. Atau bisa disebut, kamera kedua.
*"Keduanya tertangkap kamera pengawas menaiki lantai dua menuju ke sepanjang lorong ballroom utama, namun anehnya gambar mereka tak tertangkap di bagian ballroom. Agen Iwan sudah memasang alat milik Firman di sana jadi tak mungkin terlewat"*.
*"Bisa jadi ada ruangan lain"* kata Agen Lee.
*"Menurut cetak biru hanya ada tangga kecil menuju ke sisi utara panggung. Tempat para pemain bersiap"* jawab Agen Kim.
*"Ruang tunggu pemain!"* Ucapku dan Razer di ujung sana bersamaan.
*"Baik kami akan ke sana. Tolong kalian pantau terus"* sahutku.
*"Kapten, berhati-hatilah"* bisik Razer. Agak lirih.
Aku tak menjawab, namun tidak dapat menahan diri untuk tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)
AcciónNew Adult story. Britania Contramande (23) Seorang Agen rahasia dalam organisasi bernama Mata Garuda. Sebuah kasus membawanya ke dalam misi berbahaya yang melibatkan dirinya terseret dalam konspirasi tingkat tinggi. Terjebak di antara dua cinta. Alf...
![[COMPLETED] CONTRAMANDE MAN!:#02.CONTRAMANDE SERIES (BRITANIA STORY)](https://img.wattpad.com/cover/25122826-64-k294766.jpg)