Happy Reading!
Boo sudah bilang, siapkan hati kalian untuk menyambut ending dari cerita ini ya.
***
"Jimin, cerita!" pinta Yoongi. dia enggak suka didiemin begini.
"emm, bokap gue ngamuk karna gue ngundurin diri sebagai Presdir. Gue kesel jadi gue amuk balik enggak usah perhatiin gue aja, toh dari dulu juga dia udah begitu enggak peduli sama hidup gue"
"Jimin, gue boleh kasih lo nasehat enggak?"
"boleh"
"mau seburuk apapun dia, elo enggak aka nada didunia juga tanpa perjuangan dia. Ayah lo mungkin enggak pandai nunjukkin kasih sayangnya aja ke elo Jim. Saran gue sih, elo ketemu lagi sama ayah lo dan minta maaf karna elo marah. Habis itu lo utarain pendapat lo ke dia, soal alasan lo enggak mau jadi Presdir" tutur Yoongi
"gimana cara gue utarainnya? Dia pasti nolak"
"utarain aja kayak yang kamu omongin ke gue di kemah. Pelan, dan penuh. Buktinya gue bisa percaya sama keputusan elo kan?"
"iyasih,"
"tapi.."
"banyak tapinya deh!"
"ehe" Jimin menggerakkan tangannya untuk melingkar kepinggang ramping Yoongi.
"apa mesti gue temenin elo ngadep ayah lo?"
"enggak usah, gue bisa sendiri, he he he" Jimin tertawa pelan
"heuh!"
"yaudah ayo tidur!"
"ini langsung tidur aja?" tanya Jimin, dia pandang Yoongi yang berbaring dihadapannya.
"emang lo mau ngapain dulu?"
"kirain mau pemanasan dulu"
"enggak enak kalo dirumah?"
"hah?"
Dan yoongi merutuki otaknya sendiri.
"enggak enak dirumah? Maksudnya?"
"diam!" dengus Yoongi terus langsung narik selimut nutupin sampe mukanya. Jimin yang berbaring disamping ketawa. Pengen ngakak, tapi ga enak kalo sampe ngebangunin ayah sama bundanya Yoongi. jadi lelaki itu malah makin rapetin pelukannya, dagunya bertumpu ke pucuk kepala yang lebih tua.
Lalu hening, hanya sekitar lima menit saja, sampai Yoongi bersuara.
"Jimin~," Yoongi melamun, tangannya sedang mendekap lengan kiri Jimin, dan sandarkan kepala disana. "ngantuk,"
"yaudah tidur" Jimin mengusap kepala Yoongi pelan. Lalu ia merasa lengannya didekap makin erat, seolah menyampaikan 'lihat aku, lihat aku', maka Jimin menoleh, ia melihat Yoongi mendongak menatapnya. Bibir tipis Yoongi pun membisikan sesuatu. Jimin tidak mendengarnya tapi ia tahu apa yang Yoongi katakan ketika menyimak bibir itu.
"tidurlah denganku"
"ini sedang tidur denganmu" Jimin bergurau, Yoongi menggeleng. Namja manis itu bergerak pindahkan tubuhnya untuk naik keatas tubuh Jimin. Ia duduk diatas dua paha Jimin. Berat ia, tapi Jimin suka Yoongi menindihnya. Momen dimana ia bisa menatap jelas wajah Yoongi, dan leher jenjang kekasihnya itu.
Walau suka, Jimin kali ini bingung, memang apa yang mau dilakukan Yoongi?. mata tajam Jimin menyorot Yoongi, begitupun sebaliknya.
"ada apa?"
"kamu jangan pergi ya" kata Yoongi, dan menatap lamat-lamat kekasihnya. Jimin senyum, tangannya naik untuk capai wajah Yoongi yang sedang menindihnya bagai menyentuh langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Preman Kampus 2 (MINYOON) ✔
FanfictionIni yaa, yang sering dibilang jodoh ga akan kemana. Selalu aja balik lagi ke dia. - Jimin Boyxboy BL Mature Content! SEKALI LAGI TOLONG BACA DESKRISPIS CERITA BARU BACA. BIAR KALIAN GAK SALAH ALIRAN!!!!
