Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ah. . ."
Otakmu memanas, tidak siap dengan berbagai informasi yang menyeruak masuk ke dalam otakmu.
Hanya saja, semua kalimat yang Yoru ucapkan, terekam dengan jelas di ingatanmu. Kamu perlu mengingatnya dan menyimpannya dengan benar.
Mungkin saja, itu adalah suatu petunjuk untukmu.
"Ano, Yoru-san. Em- dari siapa pesan itu? Apa kau tidak salah orang?" Pikiranmu terasa rumit sekarang. Yoru tersenyum lemah, "Apa anda benar-benar melupakan semuanya karena kejadian satu tahun lalu?"
Huh?
"Kejadian satu tahun yang lalu. . .?" Keringat sebesar biji jagung mengalir dari pelipismu. Tanganmu merasa bergetar kecil, merasakan sesuatu yang tak kasat mata sedang mengelus tengkukmu.
" . . . Anda benar-benar melupakannya, ya." Yoru menghela napas pelan, dia kemudian menepuk kepalamu dengan lembut.
"Saya tidak tau apakah saya diperbolehkan mengatakan ini atau tidak. Tapi. . ."