PANGGILAN HUDOR

PANGGILAN HUDOR

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2020
WpInfo
Fanfic
Di suatu pulau kecil, ada dua kota kembar yang sudah lama terpisah oleh Dewala gunung sangat tinggi berbentuk dinding, sehingga mereka tidak tahu bahwa mereka memiliki saudara yang sangat berdekatan baik lokasi maupun asal-usul. Kota Wodapala di sebelah timur dan Ranggaz di sebelah barat. Kondisi mereka sangat jauh berbeda. Wodapala masih subur dan permai, sebaliknya Ranggaz berubah sangat mengenaskan, panas dan sangat gersang. Hujan hanya turun beberapa kali setahun - itu pun hujan asam yang membahayakan. Penampilan penduduknya aneh-aneh dan mengerikan akibat penyimpangan genetis. Mereka egois, saling curiga, membenci, iri hati, sehingga tidak pernah ada kedamaian. Tragisnya, pemerintah yang seharusnya mengupayakan kesejahteraan malah menindas penduduknya dengan peraturan-peraturan yang tidak manusiawi. Bencana itu adalah akibat mengabaikan himbuan untuk menjaga air. Kaum Noa yang tinggal di puncak gunung Dewala - yang menganggap diri mereka penjaga air di bumi - melihat tragedi Rangaz itu akan terulang di Wodapala karena sikap mereka yang tidak menghargai lingkungan. Untuk mencegah hal itu, mereka memilih seorang pemuda sederhana bernama HUDOR dari Wodapala untuk misi menyelamatkan kotanya. Dalam memenuhi penggilan itu HUDOR dan MAYMI kekasihnya, mengalami drama, intrik, kecaman, fitnah, ancaman, yang berbalut nuansa sosial, ekonomi, dan mistis. Dan untuk memantapkan penggilan itu kaum Noa mengirim mereka ke Ranggaz melalui sebuah lorong rahasia. Di Ranggaz mereka mengalami kengerian akibat rusaknya sendi-sendi kehidupan. Mereka dipuja sebagai dewa oleh masyarakat karena tubuh mereka yang sempurna. Para elite menangkap mereka demi perbaikan keturunan Ranggaz ke depan. Hudor diperah benihnya sebagai bibit unggul dan dikomersilkan, MAYMI diperebutkan oleh walikota dan komandan keamanan. Dalam enam hari mereka harus bisa meloloskan diri atau terjebak selamanya di kota terkutuk itu.
All Rights Reserved
#1
calling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEJAK KEGELAPAN, PERJALANAN MENUJU CAHAYA
  • Sebelum Kau Menghilang [END]
  • KALANA
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • ANDARE
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • cerita diatas kanvas
  • Aji Sang Penakluk Dimensi

mengisahkan perjalanan hidup Raka, seorang pemuda yang terjerat dalam dunia tawuran dan kekerasan. Awalnya, Raka bersama gengnya, yang terdiri dari Bravo, Nuno, Elang, dan Zero, merencanakan tawuran yang berujung pada bentrokan sengit dengan geng macan. Malam yang panjang itu membawa mereka pada perayaan kemenangan yang kacau, di mana alkohol dan euforia mengundang masalah baru ketika mereka ditangkap oleh polisi. Dalam babak selanjutnya, Raka dan gengnya menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Penangkapan dan proses hukum mengungkapkan dampak tragis dari tawuran mereka, termasuk kematian beberapa warga sekitar. Mereka dijatuhi hukuman penjara dan memulai perjalanan panjang di balik jeruji besi. Selama masa hukuman, Raka mengalami transformasi mendalam, berusaha memperbaiki diri melalui program rehabilitasi dan bimbingan agama. Kehidupan di penjara memberikan pelajaran berharga bagi Raka. Di tengah perjalanan penyesalannya, ia mulai memahami nilai-nilai kehidupan dan keberagaman yang selama ini terabaikan. Raka akhirnya diberi kesempatan untuk memulai lembaran baru setelah menjalani hukuman. Ia bertemu dengan Carrisa, seorang santriwati di pondok pesantren, dan merasa jatuh cinta padanya. Saat berusaha untuk mendekati Carrisa, Raka menghadapi tantangan baru karena Carrisa adalah anak Ustadz Amrullah, pengasuh pondok. Namun, dengan doa dan usaha yang tulus, Raka mendapatkan restu untuk melamar Carrisa. Pernikahan mereka menandai babak baru dalam kehidupan Raka, di mana ia berkomitmen untuk menjalani hidup penuh berkah dan tanggung jawab. Novel ini menggambarkan perjalanan Raka dari kegelapan menuju cahaya, menyoroti transformasi pribadi, penyesalan, dan penemuan kembali makna hidup. Dengan harapan dan keteguhan, Raka dan Carrisa membangun kehidupan baru yang harmonis, menjadi teladan akan kekuatan perubahan dan pentingnya iman dalam menghadapi tantangan hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines