2.5 is no longer the same

78 7 2
                                        

Sungchan berjalan beriringan bersama Haechan menuju gerbang sekolah. Haechan yang sejak tadi mengusap dagunya nampak terlihat begitu gusar.

"Apa hanya aku yang merasa aneh dengan sikap Shotaro akhir-akhir ini.." duga Haechan pada Sungchan.

Haechan menolehkan kepalanya ke arah Sungchan dengan wajah yang mengerut. "Dia seperti berusaha menghindari kita Sungchan"

Sungchan melirik ke arah Haechan, sebenarnya hal ini juga yang dirasakannya beberapa hari ini.

"Tadi dia bilang mau kemana?" tanya Sungchan.

"Katanya ada acara keluarga. Jadi dia buru-buru pulang bersama saudara kembarnya"

Sungchan mengangguk paham. "Mungkin memang dia sedang sibuk. Sudahlah, mengapa kau jadi curiga pada teman sendiri"

Haechan mencebikkan bibirnya. Lalu kembali menatap lurus ke arah depan.

"Bagaimana jika kita hari ini pergi ke restoran ayam di persimpangan sana?" usul Haechan.

"Boleh juga. Aku sudah lama tidak makan disana"

Haechan menepuk kedua tangannya girang. Ia tampak begitu bersemangat mendengar persetujuan Sungchan.

"Ayo kita kesana!" semangat Haechan yang melangkah lebih dulu dari Sungchan. Ia bahkan melangkah lucu seperti anak kecil sekarang.

Sungchan tertawa kecil melihat tingkah temannya ini. Baru saja Sungchan hendak menyusul Haechan yang sudah tiba di gerbang pagar lebih dulu, tiba-tiba ia memberhentikan langkahnya disana.

Sungchan menoleh ke arah sebuah tiang listrik tidak jauh dari gerbang sekolahnya itu. Ia memicingkan mata menatap curiga ke arah tiang listrik tersebut.

Dari arah gedung sekolah, Jungwoo yang hari ini tidak membawa sepedanya juga melangkah ke arah gerbang pagar. Ia berhenti melangkah ketika dirinya melihat Sungchan di kejauhan sedang memperhatikan sesuatu. Mata Jungwoo pun ikut menoleh ke arah pandang sama dengan Sungchan.

"Hei Sungchan mengapa kau hanya berdiri disitu?" teriak Haechan menyadarkan lamunan Sungchan. Buru-buru Sungchan melanjutkan langkahnya menyusul Haechan.

Jungwoo memicingkan mata melihat Sungchan yang berlari kecil ke arah Haechan, lalu mereka berdua terlihat berjalan beriringan meninggalkan area sekolah.

Jungwoo cepat menoleh ketika ia sadar telah menangkap suliet seseorang dari ujung ekor matanya. Seseorang yang ternyata bersembunyi di balik tiang listrik yang sempat jadi perhatian Sungchan tadi. Jungwoo mengernyit melihat seseorang mencurigakan yang sepertinya benar sedang menguntit Sungchan.

Jungwoo mengikuti arah orang itu pergi. Mengikutinya kemanapun dan tidak membiarkan orang itu jauh dari jangkauannya.

Jungwoo melihat orang itu berhenti di belakang bangunan kumuh. Sosok laki-laki yang sekarang menyandarkan tubuhnya di sebuah dinding bangunan sambil memegang kamera di tangannya.

Jungwoo diam-diam mendekat ke arah laki-laki mencurigakan itu. Hingga ia menepuk pundak orang itu membuat lelaki tersebut terkejut melihat kehadiran Jungwoo.

*****

Sakura melirik saudaranya sedikit heran. Tidak seperti biasanya Shotaro ingin pulang bersama tanpa ikut bersama teman-teman satu gengnya itu.

"Kau bermusuhan pada mereka?" tanya Sakura.

Shotaro menoleh ke arah Sakura. Lalu ia menghembuskan nafasnya kasar.

"Aku tidak bermusuhan. Tapi aku hanya merasa tidak cocok lagi dengan mereka" jawab Shotaro.

Sakura tertawa keras mendengar itu. Ia bahkan memukulkan tangannya di jok pengemudi membuat kepala sopirnya terguncang.

Come, Stay, or LeaveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang