.
.
~•~
.
.
Sore hari, Lia pulang kerumahnya dengan wajah yang sangat ceria.
"Assalamualaikum Ayah, Ibu...," Ucapnya langsung masuk kerumah dan merebahkan tubuhnya di sofa ruang TV.
"Waalaikumsalam, gimana Nak?" Tanya Bu Maryam penasaran.
"Alhamdulillah Lia diterima Bu, besok langsung masuk kerja." Jawabnya sumringah.
"Alhamdulillah Nak," Ucap Ibu dan Ayahnya bersamaan.
"Lalu bagaimana dengan teman-teman mu yang lain?" Tanya Bu Maryam lagi.
"Oh, kami semua di terima Bu, hanya saja Lia dan Dita berada dalam satu tim, sementara Jinny dan Hana ditempatkan di tim yang berbeda, tapi nggak apa-apa yang penting masih satu gedung kok," Jelasnya panjang lebar, kemudian bangun dari rebahan.
"Wah, kalian memang wanita-wanita yang hebat, baru sekali ngelamar langsung diterima, Ibu salut. Selamat ya Nak,"
"Terimakasih Bu, ini semua tentu berkat do'a Ibu dan Ayah, Lia ke kamar dulu ya Bu," Ucapnya, kemudian beranjak meniggalkan ruang TV menuju kamar.
Lia masuk ke kamarnya, dan yang pertama ia lakukan adalah membongkar lemarinya, memilah-milah beberapa pakaian yang pantas dia kenakan untuk ke kantor.
"Haduh, jadul semua modelnya, tapi setidaknya ini masih bisa aku pakai besok," Ucapnya sambil menempelkan sebuah kemeja berwarna hijau lumut di badannya.
"Oh iya sepertinya aku masih punya sedikit tabungan, bisa aku belikan beberapa potong baju dan rok, besok deh sepulang kerja," Ucapnya lagi ia terus berbicara sendiri.
***
Keesokan harinya, Lia melangkahkan lagi kakinya ke gedung perusahaan tersebut.
Bismillah, semoga hari ini aku bisa bekerja dengan baik.
Lia menuju lift , saat menunggu pintu 6. lift terbuka. Tepat di sebelahnya berdiri seorang laki-laki dengan setelan kemeja. Sementara Dita belum juga muncul padahal ini sudah mau jam 8.
"Mau ke lantai berapa? Ucap laki-laki itu.
"Ke lantai 5 Pak," Mereka berdua masuk lift bersama.
Setelah sampai di lantai 5 mereka berdua, mereka berdua keluar secara bersamaan, namun Lia menghentikan langkahnya karena bingung ruangan Marketing VIP berada dimana.
Kenapa nggak aku tanya sama mas yang tadi aja sih.
Inayah masih celingak-celinguk
kebingungan harus jalan ke kiri atau ke kanan. Sehingga membuat lelaki yang tadi berbalik dan bertanya kepadanya.
"Mau kemana? mungkin saya bisa bantu." Ucapnya lagi.
"Ruangan Marketing VIP dimana ya Pak?" Tanya Lia.
"Apakah kamu salah satu karyawan yang baru lolos interview kemarin?" Tanya lelaki itu.
"Iya benar Pak," Jawabnya polos.
"Ayo ikut saya," Kemudian mereka berjalan ke arah kanan, Lia hanya mengikuti langkah lelaki itu dari belakang.
Saat sudah tiba di depan ruang Marketing VIP, Pria itu menghentikan langkahnya.
"Nama kamu siapa?"
"Lia Dami Pak,"
"Kenalkan saya Rangga, ketua tim Pemasaran VIP." Ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangan kananya pada Lia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesayangan Presdir
RomansaLia Dami seorang gadis polos berusia 21 tahun, menjadi sekretaris dari seorang Pimpinan Perusahaan Property terbesar di kota Jakarta, bernama Esson Bramasta berusia 26 tahun. Karena keseringan bersama, lama kelamaan antara Bos dan Sekretaris itu sal...
