SELAMAT MEMBACA!!
JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!
****
Hari Senin adalah hari yang paling dibenci oleh SMA JAYA MAKMUR. Karena adanya Upacara yang membuat mereka semua lelah. Hal itu membuat para murid memiliki alasan pura-pura sakit sebagai jalan ninja nya.
Berbeda dengan 5 lelaki yang memakai jaket kebanggaan mereka, dan terdapat logo rubah dibelakangnya. Mereka hanya duduk di Rooftop sebagai jalan ninja mereka. Mereka semua sedang duduk berlingkar.
Dan juga ada beberapa laki-laki yang memakai jaket yang sama seperti 5 lelaki tersebut, ada yang merokok dan sebagainya.
"GES GUE BAWA SPEAKER NEH GES! BISA BUAT DANGDUTAN SAYANG!" Teriak Ares random secara tiba-tiba.
"NYALAIN RES KASIH PAHAM KE MEREKA RES!" Teriak Wawa. Disoraki oleh beberapa laki-laki yang berada disana.
Lagu pun dinyalakan oleh Ares, Wawa dan Juan hanya bertugas sebagai penari paling top.
Lagu yang diputar rata-rata lagu dari aplikasi yang sekarang lagi booming yaitu aplikasi tiktok. Mereka semua mengikuti goyangan dari Wawa dan Juan. Leo dan Wil yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai respon.
"EEEEEEE--AAAAAAAA!!! ANJAY!!" Mereka semua bersorak, membuat Rooftop menjadi ramai karena ukah mereka. Mereka tidak berfikir bahwa Rooftop mereka adalah outdoor yang otomatis pasti bisa terdengar sampai bawah. Apalagi orang-orang yang bernyanyi itu rata-rata memiliki suara yang menggelegar.
"EH PANTATNYA GAK KEK GITU BODOH!" Ares menggeplak belakang kepala Wawa. dan Ares memulai untuk menari. "KEK GINI WOI!"
"RES BAHENOL JUGA PANTAT LO!" Salah satu orang berteriak dari sana.
"EH! EH! AWAS AJA SAMPE LO SUKA SAMA GUE! GUE GAMAU YA JADI GAY! MASIH LURUS GUE!" Teriak Ares.
Mereka pun melanjutkan untuk menari-nari. Tanpa disadari ada satu guru yang sedang mengawasi mereka.
"AYE-AYE JOS WUHU! LAGU PUN SELESAI!"
Mereka semua bingung, karena tiba-tiba ada suara yang cempreng yang berteriak begitu menggelegar. Saat mereka melihat ke arah pintu Rooftop terdapat Bu Maya alias Wakil Kepala Sekolah sedang melototkan matanya dan memegang penggaris kayu.
"BAGUS YA BUKANNYA IKUT UPACARA MALAHAN BERDANGDUTAN DISINI!" Teriak Bu Maya sembari mengarahkan penggaris kayunya ke arah mereka semua.
"Ibu mau ikutan?" Tanya Juan dengan wajah tanpa dosanya. Lalu Ares menempeleng kepala Juan.
"Goblok lu malah di tawarin! Ya jelas mau lah Bu Maya! Yaga bu?!"
"WIDARYA ARES MORGONTALE!" Teriak Bu Maya dengan kesal. Tambahan dengan Make up tebalnya yang membuat Wawa tiba-tiba tertawa sendirian.
"Iya ibu sayang? Baper nih saya. Ibu panggil saya nama panjang." Jawab Ares dengan santai. Wawa pun yang terkenal receh menjadi tertawa lebih keras lagi. Sampai-sampai mereka semua ikutan tertawa karena tawaan Wawa yang menggelegar.
"XANDERO SATWA GARDARIRAN!" Teriak Bu Maya lagi.
Wawa hanya sanggup untuk tertawa. Padahal muka Bu Maya sudah sangat-sangat kelihatan marah sekali.
"KALIAN SEMUA SEKARANG KE LAPANGAN TANPA BANTAHAN SETELAH ITU KALIAN AKAN SAYA JEMUR DI LAPANGAN! PAHAM?!"
"Aduh jangan gitu dong bu. Kasihani kami." Ucap Ares dengan mengerucutkan bibirnya. Mereka semua melihat Ares dengan pandangan jijik. Karena sangat tidak cocok di Ares.
"SEKARANG KE LAPANGAN!!" Teriak Bu Maya kesal.
Mereka semua pun menuruti bu Maya untuk turun ke bawah ke arah lapangan.
"AMPUN BU JAGO TETETET~" Ares bernyanyi dengan nada yang ia buat sendiri. Hal itu mengundang tawa semua orang yang sedang menuruni tangga ke arah lapangan.
"HEH!" Mereka pun langsung berlari ke bawah agar tidak dimarahi oleh Bu Maya.
****
"Akhirnya selesai upacara jugak hadeh!" Lia mengibaskan tangannya ke arah mukanya yang tampak memerah karena panas dari matahari. Padahal ia sudah memakai topi tetapi tetap saja hal itu tidak merubah apapun. Yang ada malah tambah panas.
"Masuk kelas yok?" ajak Netta yang sedang mengibaskan tangannya juga ke arah wajahnya yang penuh dengan keringat.
"Eh sabar itu kan-- anggota VERGOSA semua." Netta melihat ke arah lapangan yang terdapat banyak sekali anggota VERGOSA yang sedang berdiri menghadap ke tiang bendera.
"Oiya kenapa mereka?" Tanya Lia melihat ke arah yang sama seperti Netta.
"Paling bolos. Udah kebiasaan tuh si ndut bolos mulu!" Gerutu Netta memasang wajah tidak sukanya.
"Tapi keliatan ganteng dia disitu!" Ucap Netta melihat ke arah Wil dengan mata yang berbinar.
"Iya deh yang punya pacar! Gue jo--" Sebelum Lia menyelesaikan ucapannya. Ia teringat kejadian minggu lalu saat ia di kalim oleh Leo menjadi miliknya. Ah! Memikirkan hal itu membuat pipi Lia bersemu merah. Untung ia memang sudah merah pipinya karena panas. Kalau tidak, sudah pasti Netta akan mengejeknya.
"Kok gak dilanjutin?" Goda Netta. Ya memang mereka semua sudah tahu hal tersebut. Lia di klaim oleh Leo. Mau tahu tahunya dari mana? Pastinya dari Ares. Ares iseng-iseng melihat CCTV tetapi tiba-tiba ada kejadian yang sangat mustahil terekan di CCTV markas mereka. Hal itu membuat Ares merekam dengan handphonennya sendiri dan ia membagikannya ke grup VERGOSA yang terdapat 800 orang lebih.
Lia pun hanya menunduk malu. Dan Netta berhenti menggoda Lia karena merasa kasihan.
"Udah ah panas banget. Ke kelas yok?" Ajak Netta. Ia berdiri lalu mengibaskan roknya agar tidak adanya tanah yang menempel di roknya.
"Duluan aja gua masih mau disini." Ucap Lia.
"Oh yaudah gua keatas dulu, sekalian gua mau makan." Memang setelah Upacara mereka langsung istirahat.
"Bai sayang!" Netta melambaikan tangannya.
"Bai!"
Lia melihat kembali ke arah Leo. Lalu pas sekali Leo sedang melihat kearahnya. Lia buru-buru mengedarkan pandangannya agar lepas dari kontak mata Leo.
Deg-degan anjrit! Batin Lia. Leo pun hanya menyeringai senang. Karena membuat Lia malu.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Teen Fiction[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)