35.

5K 332 26
                                        

SELAMAT MEMBACA!!

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!

****

Lia berjalan santai ke arah dalam rumahnya, jujur ia sekarang tidak tahu Netta berada dimana, karena saat Netta lari dari jangkauannya, ia sedang diberi peluru oleh Wawa, dan sepertinya hal itu tidak masalah sama sekali, karena bisa lebih seru lagi untuk bermain-main dengan Netta.

Tetapi Netta pastinya disekitaran taman, karena pengkhianat sepertinya tidak boleh menginjak Mansion milik keluarga Zominic.

Lia mengetuk-ngetukkan pistolnya di tempat duduk taman belakang milik keluarga Zominic. Sembari mendengarkan, bila ada pergerakan dari arah mana saja. Kira-kira peluru yang berada di pistolnya sekarang hanya lima. Jadi ia akan bermain berhitung juga mungkin.

Setelah 15 menit, Lia masih belum menemukan keberadaan Netta. Netta tidak mungkin kabur karena penjagaan disini sangat ketat. Jadi.. ya dia tidak akan kabur.

SREK!

Lia melihat ke arah sumber suara dan menemukan Netta disana. Sedang meringkuk tenang. Sepertinya Netta tidak mengetahui keberadaannya. Bagus kalau begitu.

Lia berjalan kearah Netta lalu--

DOR!

****

Leo mendengar adanya tembakan dari arah taman belakang Mansion. Leo ingin berlari ke arah taman, tetapi di cegat lebih dulu oleh Ryan.

"Biarkan saja anak saya yang urus. Urusan sesama perempuan. Jangan diganggu," Ryan menyuruh Leo untuk berkumpul dengan teman-teman yang lainnya untuk menunggu Lia.

****

"S-sakit L-lia, sakit. T-TOLONG! SA-SAKIT!" Netta memegangi pahanya yang berlumuran darah. Karena Lia menembaknya tepat di tulang pahanya.

Lia hanya berdiri diam dan melihat wajah Netta yang kesakitan dengan tanpa minat. Karena sudah biasa ia melihat orang tersiksa. Tentunya, diri sendiri. Ia tersiksa juga, karena depresinya dan panik sialan itu.

"Sakit? Rasa sakit itu masih belom sepenuhnya ngalahin rasa sakit hati gue ke lo Netta." Lia mengatakannya dengan nada yang sangat sinis. Jika dilihat dari sudut pandang Netta sekarang. Oh Lia sudah seperti iblis.

"M-maaf L-li-ia." Netta terus-terusan meminta maaf kepada Lia, karena kesalahannya, dan membuat Lia sangat sakit hati sekarang.

"Lo mau minta maaf kayak gimanapun gue gak akan maafin lo. Lo udah keterlaluan Netta. Gue dari dulu gak pernah ngerasain yang namanya sahabat. Karena apa? Gue dari dulu homeschooling. Bokap gue gak pernah mau gue bergaul sama orang lain, atau nanti gonna end up like this! " Lia menarik nafasnya lalu menghembuskannya pelan. "Now. I really-really don't like you Netta. You're the worst ex-best friend! Lucky, that i didn't kill you. I still have mercy for a bitch like you. That's very fucking funny you know?!" Lia meninggalkan Netta sendiri dengan kesengsaraannya. Oh Lia baru ingat. Lebih baik ia seret ke depan teman-teman pacarnya. Agar Netta bisa meminta maaf dengan mereka.

Lia kembali lagi lalu menyeret Netta dengan kencang layaknya seperti hewan. Karena memang Netta kelakuannya seperti hewan, jadi Lia tidak akan merasa kasihan.

****

Leo melihat Lia sedang menyeret Netta dengan kencang. Sepertinya Ratu VERGOSA kali ini tidak main-main. Ia sudah sangat marah.

Lia melempar Netta ke hadapan Leo tanpa rasa iba sekalipun.

"Minta maaf sama ketuanya dulu baru sama anggotanya. Lo pingsan? Gue siksa lo lebih lanjut." Lia berjalan ke sebelah Leo dengan angkuh.

"L-leo, g-gue b--aw-bener-bener, minta maaf!" Netta meminta maaf dengan sungguh-sungguh, ternyata ia baru sadar bahwa ia salah memilih lawan kali ini.

Leo menatap Netta dengan dingin. Seperti biasanya, yang bisa membuat semua orang bergidik ngeri dan merasa terintimidasi.

"Kata maaf lo gak berguna bagi gue. Karena apa? Karena gak ada di kamus VERGOSA adanya pengkhianat yang seenak jidat khianatin kita. Sedangkan lo. Enak banget cuman kayak gitu. Gue sebagai yang dulunya pernah deket sama lo jadi ilfeel. ngerti? " Ujar Ares dengan serius. Ares tidak bisa main-main kali ini. Karena wakil VERGOSA ini juga sudah sangat marah, tetapi ia masih bisa mengatur emosinya sedikit.

"Gue juga merasa kayak gitu. Gue gak nyangka ternyata ada pengkhianat yang seenaknya kayak gitu. Di luar polos tapi sebenernya kayak uler? Kelakuan lo kayak murahan tau? Tau jalang kan?" Sekarang giliran Wawa mengatakan hal itu. Sebenarnya mereka semua cukup sakit hati kalau Netta itu seorang pengkhianat.

"Gue udah gak bisa berkata-kata lagi kayaknya. Shock gue sama fakta semua ini. Netta yang dulunya sering deket sama kita ternyata seorang pengkhianat." Juan akhirnya berbicara.

"Kita putus, dan gue udah gak anggep adanya kenangan-kenangan sama lo. Ndut yang dulu lo sebut-sebut udah gak ada. Dan gue juga udah gak mau hal itu ada, kalo gue tau akhirnya jadi kayak gini. Gue bukan tipe cowok yang jadi pengkhianat kalo ceweknya jadi pengkhianat. Nyesel gue dulu pacaran sama lo." Setelah Wil mengatakan hal itu para bodyguard milik Ryan mengangkat Netta untuk diantarkan ke rumah sakit.

"Netta." Lia menatap ke arah Netta yang sudah lemas. Ia mencengkram rahang Netta kuat-kuat lalu melanjutkan. "Dengerin gue." Lia berdehem sedikit. "Gue gak akan cuma rusakin fisik lo." "Tapi mental lo. Kuatin. Di sekolah nanti. Gak ada yang namanya tenang Netta." Lia menghempaskan rahang Netta, sampai muka Netta beralih ke samping kiri.

Para bodyguard pun melanjutkan untuk membawa Netta ke Rumah Sakit.

Lia pun menatap ke arah Leo. Dan keluarganya puntahu kalau mereka akan bermesraan, jadi mereka semua masuk ke dalam. "AYOK KEDALEM SEMUA JANGAN SUNGKAN-SUNGKAN!" Teriak Rial dengan sangat kencang.

Lia merangkul Leo sembari berjinjit. "Kayak jerapah lo. HAHAHAHHA!" Lia menguyel-uyel pipi Leo dengan gemas. "GEMESH BANGET SIH LEO HUH!" Lia masih menguyel-uyel pipi Leo dengan kencang. Dan Leo tidak marah. Malahan tersenyum dengan senang.

****

Gimana perasaan kalian pas baca part ini?

Btw besok ku sudah mulai masuk sekolah.... jadi monmaap kalo up nya gak bisa tiap hari kayak sekarang :) Tapi bakalan aku usahain kok! Tenang aja.....

sehat selalu ya!! Jangan lupa tidur jangan begadang!!

love u all!

VERGOSA [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang