SELAMAT MEMBACA!!
JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!
****
"BANG LEO! BANG!" Revan berlari ke arah Leo yang sedang di markas dekat SMA Angkasa. Markas milik Markus.
Leo hanya menanggapi dengan alis yang dinaikkan sedikit.
"Bang tadi anak Fretzesi dateng ke sekolah bentar--cuman buat ngancem doang. Gue udah atasin." Ujar Revan sembari mengatur nafasnya karena berlari.
"Ngomong apa?" Leo mengepalkan tangannya. Ternyata memang mereka tudak tahu malu. Sudah kalah tetapi masih mengancam.
"Cewe lo bang. Cewe lo diincer sama Fano bang. Ketua Fretzesi bang." Leo yang mendengar hal itu menjadi tersulut emosi. Bagaimana tidak? Siapa yang tidak marah bila pacarnya dijadikan kelemahannya.
"Jadi?" Tanya Ares sembari menepuk pundak Leo. "Tapi gue percaya kalo Lia bukan cewe yang lemah Yo. Jadi--kalo emang dia bener-bener butuh bantuan lo langsung jalan. Kita bakalan bantu lo." Ujar Wawa. Wil hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Wawa.
"Tapi hati-hati. Di Fretzesi banyak yang bajingan. Kita sebisa mungkin lindungin Lia biar gak di apa-apain sama Fretzesi." Ujar Wil menimpali. Karena ia sudah mencari Fretzesi dari lama.
"Kita ikutin cara mainnya. Kalo dia pengen mainannya alus. Kita mainnya alus juga. Tapi kalo emang dia pengen kasar. Lo semua tau jawabannya." Ujar Leo menghadap ke arah teman-temannya.
"Lo juga. Jaga diri lo. Jangan sampe kenapa-napa." Ujar Leo kepada Revan, karena Revan sudah seperti adiknya sendiri.
Revan menganggukkan kepalanya.
****
Lia baru saja ingin keluar rumah untuk membeli skincare-nya yang hampir habis. Sedia payung sebelum hujan hehe.
Lia terlihat seperti trainee KPOP idol. Apalgi dengan muka yang mendukung.
Lia memakai serba hitam. Sudah seperti ingin melayat. Tadi Lindria bertanya. 'Kamu pengen kemana Ya pake item semua. Siapa yang meninggal?' Memikirkan hal itu lagi membuat Lia ingin tertawa.
Lia pun menaiki motor miliknya yang baru dibeli oleh Ryan. Lia mulai mengendarai motornya ke arah Mall.
Lia mengendarai motor seperti seseorang yang sudah ahli dalam balapan. Memang Lia bisa balapan. Hehe.
Lia tiba-tiba melihat ke arah spion. Ia mengerutkan dahinya. Karena--ada yang mengikutinya dari belakang, memakai mobil hitam. Ia tahu itu mobil yang biasanya diapakai oleh Daddynya tetapi sangat jarang. Ia melihat ke arah plat mobilnya. Ternyata bukan mobil Ryan. Ia diikuti oleh rival Ryan.
Lia memakai helm tetapi kaca helm-nya masih dalam keadaan terbuka, karena ia terkadang malas untuk menutup. Biar dingin.
Ia langsung menutup kaca helmnya lalu menambah kecepatan motornya. Lia melirik kana kiri. Ia ingin melewati gang sempit tetapi benar-benar tidak ada celah. Ia lupa membawa earphone bluetoothnya. Jika ia membawanya sudah pasti sekarang ia bisa menghubungi Rial untuk memusnahkan mereka.
Akhirnya terdapat gang kecil. Tetapi ia berfikir, kalau itu jalan buntu bagaimana?
Ia pun mencari cara untuk kabur dari orang asing yang mengikutinya sedari tadi. Jika ia ke markas VERGOSA, itu tidak akan berjalan baik, karena seharusnya markas VERGOSA itu tersembunyi. Jadi ia lebih baik mencari jalan untuk kembali ke rumahnya.
Tiba-tiba ada motor yang mengepung Lia. Lia bingung, kenapa tiba-tiba.
Tetapi saat salah satu dari mereka membuka helmnya ternyata--Fano. Fano beserta teman-temannya yang mengepung Lia. Tiba-tiba ia merasa bagian belakang motornya terasa terdorong. Untungnya Lia bisa menyeimbangkan dengan baik. Ternyata Fano brengsek ini yang menendang bagian belakang motor milik Lia.
"WOI MOTOR BARU DIBELI UDAH DIRUSAK ANJING!" Lia berteriak lalu melirik kearah spion. Ternyata mobil yang dari tadi mengikutinya sudah pergi. Waktunya beraksi. Batin Lia.
Lia membuka kaca helmnya lalu memberhentikan motornya sejenak. Lalu melihat ke arah mereka semua. Lia meliaht mereka semua ikut memberhentikan motornya lalu turun dari motor untuk mendekati Lia. Fano berlari ke arah Lia, tetapi Lia malahan menutup kaca helmnya lalu mengendari motornya ke arah yang berlawanan. Fano gagal menangkap Lia.
Lia pun mengendarai motornya kembali ke rumahnya. Mematikan mesin motornya lalu berjalan masuk dan menemukan Rial yang sedang bekerja.
"Kak." Lia menghela nafasnya lalu duduk di sebelah Rial. Rial yang merasakan ada yagn memanggilnya pun menengokkan kepalanya ke arah samping. "Hm?" Rial menutup laptopnya.
"Tadi ada Fretzesi ngepung gue. Tapi gue kabur hehe." Rial yang mendengar hal itu sontak melebarkan matanya lalu menatap adiknya dengan tajam. "Lo gak kenapa-napa kan? Kenapa gak telfon gue? Leo mana?" Pertanyaan beruntun itu membuat Lia menjadi pusing sendiri mendengarnya.
"Pertama, gue gapapa, yang bisa lo liat sekarang gue gapapa. Yang kedua, gue gabisa karena gue musti ngeluarin hape dan butuh waktu buat ngeluarin hape terus bisa jadi gue bisa langsung di serang. Yang ketiga, Leo lagi nongkrong sama temennya. Dan emang hari ini gue pengen sendiri karena--ya pengen aja sih." Lia menyederkan punggungnya. "Oh gue rekam kok, Daddy beliin motornya yang depan belakang ada kamera. Jadinya gue aman." Lia mengeluarkan USB yang tadi didalamnya terdapat video Lia di kepung dan diikuti.
Rial pun menerima USB tersebut lalu mencolokkannya ke laptopnya agar ia bisa mencari.
Rial mengamati setiap video dengan serius.
Rial juga menscreenshot beberapa bagian.
"Ngapain di screenshot kak?" Lia bertanya dengan dahi berkerut.
"Biar gue bisa bahas sama VERGOSA." Rial mengirim foto-fotonya ke email milik Ryan dan Leo.
"Sekarang seminggu ini lo jangan kemana-mana, soalnya mereka udah pada gerak. Lo harus waspada." Rial memperingati Lia.
Lia pun mengangguk. Sekarang ia tidak apa-apa bila tidak membeli skincare terlebih dahulu. Ia harus memikirkan keselamatannya terlebih dahulu.
"Ah mau tidur gue, capek ngebut-ngebut tadi." Lia berdiri lalu berjalan ke arah Lift milik rumahnya, lalu memencet lantai 2.
Lia melambaikan tangannya ke arah Rial dengan aneh. Rial yang melihat hal itu hanya bisa tertawa. Adiknya ini ingin ia masukkan ke audisi Stand Up Comedy.
Rial menggelengkan kepalanya. Lalu menatap gambar plat mobil dengan mata tajamnya.
****
Gimana perasaan kalian pas baca part ini?
Lia menurut kalian keren gak sih?
Pengen punya kakak kayak Rial gak?
Sehat selalu ya!!
Love u!
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Fiksi Remaja[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)