SELAMAT MEMBACA!!
Jangan lupa vote & comment!!
Yang ini gak sedih kok tenang aja gak kayak kemaren AHHAHAHAHAAH!!
****
Tidak disangka-sangka, para anggota VERGOSA sudah menaiki kelas 12, yang berarti memiliki banyak cobaan lagi, tetapi tenang saja, VERGOSA akan tetap bersatu. Apapun yang terjadi.
Sudah berbulam-bulan juga berlalu tentang gugurnya salah satu anggota VERGOSA, yang dapat mengguncang para siswa siswi di SMA Jaya Makmur ini.
"Duh kengen Wawa neh, biasanya dia ribut mulu. Kangan banget gue sama dia." Ujar Ares frustasi, sembari mengacak rambutnya yang tadinya rapih menjadi acak-acakan, tenang, visual Ares memang tidak bisa diragukan, tetapi kalah dengan visual milik Leo seorang.
"Yok pulang sekolah ke pemakaman Wawa. Mau gak?" Ajak Lia sembari bersandar di bahu lebar milik Leo. Uwuphobia gue.
"Ayok lah! Kangen juga gue sama dia!" Teriak Juan, Ares pun membekap mulut toa milik Juan.
"Ih tangan lo bau anjir! Lo abis ngapain?" Pertanyaan ambigu milik Juan membuat teman-temannya menjadi tertawa keras.
"Iye gue abis nganu, cebok! AH ELAH JOROK SEMUA ANJIR PIKIRANNYA!" Kesal Ares, Juan pun mengerutkan dahinya, berarti kalau misalnya Ares sehabis mencebok pantatnya--SHIT!
"ANJIR PULANG DARI SINI GUE MAU LANGSUNG AMBIL AIR SUCI ANJIR!" Heboh Juan sembari mengelap mulut dan hidungnya dengan punggung tangannya.
"Kenapa emang?" Tanya Ares dengan muka watadosnya. Juan pun menggeram kesal.
"BIBIR SAMA IDUNG GUE TERKONTAMINASI SAMA VIRUS LO OON!" Heboh Juan lagi. Para anggota VERGOSA pun tertawa terbahak-bahak.
Lia pun melihat ke arah Leo. Leo masih saja terlihat sedih karena kepergian Wawa.
"Jangan diinget-inget lagi. Aku udah bilang kan kalo kamu boleh inget perjuangan Wawa, tapi kamu gak boleh inget bagaimana kematian Wawa, jangan nyalahin diri kamu sendiri lagi. Itu semua udah takdir Tuhan, gak ada yang bisa ngerubah selain Dia." Ujar Lia sembari mengelus punggung Leo dengan pelan-pelan.
"Kamu harus tentang itu semua, ini bukan salah kamu, jadi kamu harus kuat, jangan mendalami kesedihan yang bisa berlarut-larut lamanya. Kamu harus memberikan contoh yang baik kepada anggota-anggota kamu sendiri." Ujar Lia lagi sembari memainkan rambut Leo yang lumayan tebal.
Leo pun melihat ke arah Lia lalu mengajaknya keluar kelas. Menghiraukan panggilan-panggilan dari sahabat-sahabatnya.
Leo dan Lia berlari ke arah motor Leo.
"Eh aku bawa motor." Ujar Lia melihat ke arah motor kesayangannya.
"Yaudah kita balapan gimana?" Tawar Leo, yah membantu menghilangkan stress.
Lia pun menganggukkan kepalanya antusias. Lia merogoh kantung roknya lalu mengambil kunci motornya, setelah itu mulai menyalakan mesin motornya. Lia dan Leo bersama-sama memakai helm-nya, setelah itu mereka melihat satu sama lain, menutup visor helmnya, setelah itu mereka menancapkan gasnya menuju ke markas VERGOSA.
****
"Payah masa kalah si." goda Leo sembari menaik turunkan laisnya yang tebal dan rapih.
Lia pun memukul lengan lelaki itu, Leo sedikit meringis karena kekuatan pukulan Lia tidak main-main.
"Nanti siang jam pulang sekolah kita langsung ke makamnya Wawa aja kali ya?" Ujar Lia sembari merebahkan dirinya di sofa panjang.
Leo hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya.
"Queen, Aku masih bingung kenapa kamu gak terlalu manja sama aku, padahal pacaran diluar sana pada manja semua ceweknya." Ujar Leo random. Lia pun merubah posisinya yang tadinya tertidur menjadi duduk.
"Karena aku udah diajarin, kalo misalnya aku terlalu manja sama orang, yang ada bisa merugikan dua belah pihak." Ujar Lia, Leo pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia mengerti dengan penjelasan Lia.
"Leo, I love you." Ujar Lia sembari memeluk Leo sangat erat. Leo pun mengelus pucuk kepala Lia.
"I love you more than I love myself Lia." Balas Leo. Leo pun mendengar adanya dengkuran halus yang berasal dari mulut Lia, ia menggendong Lia ke arah kamarnya agar Lia bisa tidur lebih nyaman.
Leo membuka pintu kamarnya dengan bahunya yang lebar, lalu meletakkan Lia diatas kasur King Size nya. Leo memandangi setiap inci dari wajah Lia yang nyaris sempurna. Pacarnya ini memang sangat cantik.
Leo mengelus pipi Lia dengan pelan dan lembut agar tidak menganggu Lia tidur.
Lia pun agak sedikit mengerutkan dahinya. Leo langsung mengelus pucuk kepala Lia dengan sangat lembut.
"Shh, tidur." Bisik Leo dengan lembut, Lia mencari posisi yang menurutnya nyaman lalu mulai melanjutkan tidurnya lagi.
Leo pun menyelimuti tubuh Lia, setelah itu ia keluar kamar agar tidak menganggu Lia tidur. Ia merebahkan tubuhnya di sebelah Lia, dan memeluk Lia dengan erat seolah tak mau kehilangan.
Leo mulai untuk menutup matanya tetapi sebelum ia masuk ke alam mimpinya, tiba-tiba handphone-nya berdering dengan nomor yang tak dikenali.
****
Gimana perasaan kalian pas baca part ini?
Dengerin tuh kata-kata Lia, dan kalo ada masalah jangan dipendem keluarin aja, tapi jangan nyakitin diri sendiri kayak Lia. Kalian harus kuat yaw! Semangat!!
Makasih yang udah baca!!
See you at the next chap!
Sehat selalu!!
Pon loves you all!!
BUBAI!
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Fiksi Remaja[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)