-- EXTRA PART 1 --

6.9K 281 12
                                        

SELAMAT MEMBACA EXTRA PART!

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!

****

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Sekarang, lebih tepatnya pada pagi ini, adanya acara kelulusan bagi SMA Jaya Makmur. Menjadi hari yang menegangkan untuk seluruh siswa di SMA Jaya Makmur.

"Duh gimane ye--gue aje UN nyontek Wil anjir!" Ujar Ares dengan nada stress. Karena memang kenyataannya saat UN berlangsung mereka semua menyontek. Tiada hari tanpa menyontek.

"Si goblok! Lo kira gue nyontek siapa? Leo lah gue sekelas ama Leo pas UN gak sia-sia anjir!" Ujar Juan sembari kakinya bertengger di paha Wil. Wil pun menatap tajam Juan, kakinya enak banget!

"Turunin kaki lo atau besok kaki lo udah buntung dua-duanya!" Tegas Wil sembari mencengkram kaki Juan.

"E-eh iye-iye, galak bener ni pacarnya Hanata!" Teriak Juan panik. Juan pun buru-buru menurunkan kakinya agar tidak di potong oleh Wil.

"Jadi yang udah mau nikah siapa nih!" Goda Ares kepada couple di depannya. Siapa lagi kalau bukan Leo dan Lia.

Lia yang tadinya bersender di bahu Leo pun langsung menegakkan badannya karena malu. Leo pun menatap tajam Ares karena sudah mengganggu Lia.

"Ampun beb." Ujar Ares sembari tersenyum lebar.

"Kamu laper?" Tanya Leo kepada Lia yang sedang memainkan ponselnya. Lia pun menengokkan kepalanya kearah Leo dan menganggukkan kepalanya.

"Calon istri aku gak boleh kelaperan." Ujar Leo sembari mengecup pucuk kepala Lia sembari menarik pergelangan Lia dengan lembut ke arah pintu keluar Aula.

"Pada mau kemana? Ikut dong!" Ujar Revan, Ares pun mendelikkan matanya. "Eh bocil jangan ikut! Nanti pulang-pulang matanya udah gak perjaka lagi." Ujar Ares sembari menghadang Revan yang ingin mengikuti Leo dan Lia.

"Goblok lo bang!" Kesal Revan, masa mata bisa ga perjaka dapet ilmu dari mana ni orang?

"Lo kali yang goblok! Gitu aja gangerti yah payah!" Goda Ares lagi. Revan pun menjadi malas dengan Ares karena hal itu.

"Sini ikut aja Revan!" Ajak Lia sembari menggerakan tangannya untuk menyuruh Revan ikut dengan Lia.

"Bu negara! Ares boleh ikut?!" Tanya Ares dengan muka yang di imut-imut kan. Lia pun memandang dengan garang ke arah Ares.

"Gak! Lo udah nyakitin adek kesayangan gue! Si Revan!" Tolakl Lia. Ares pun merubah raut mukanya menjadi kesal.

"Bu negara pilih kasih nih! Gak seru yow!" Ujar Ares sembari mengerucutkan bibirnya sebal.

"Jijik goblok!" Ujar Juan sembari mengusap muka Ares. Ares pun langsung memukul belakang kepala Juan karena kesal.

"Yuk Revan! Sini jangan sungkan!" Ujar Lia sambil menggandeng tangan Revan yang sudah seperti adiknya sendiri.

Leo pun menatap hal itu dengan muka cengo nya. KarenaLia menggandeng Revan didepannya. Maksudnya ia tidak menyadari kalau Leo sekarang cemburu?

"Lia kamu kok gandeng Revan?!" Kesal Leo, Leo sangat cemburu sekarang. Lia hanya memandang Leo dengan muka imutnya.

"Kalo kamu gak terima aku gak mau ke apartemen lagi!" Ujar Lia sembari berjalan menggandeng Revan ke arah kantin.

"Li--Ah yaudahlah." Ujar Leo pasrah, karena ia tidak mau jika Lia tidak menjenguknya ke apartemen lagi.

Leo pun berjalan di belakang mereka menjadi nyamuk karena sedari tadi Lia dan Revan bercengkrama dengan lancar.

Mereka bertiga pun sudah sampai di kantin, lalu Lia memesan beberapa makanan.

"Revan mau makan apa kamu pilih aja nanti kakak yang bayar." Ujar Lia lembut, sembari merangkul pundak Revan.

Leo sudah sangat kesal dibelakang karena diabaikan begitu saja karena adanya Revan.

"Aku gak ditawarin Queen?" Tanya Leo agar Lia dapat mengalihkan perhatiannya dari Revan anak iblis.

"Kamu punya mulut kan?" Tanya Lia sembari membawakan makanan milik Revan. Leo pun menganggukkan kepalanya dengan polos.

"Yaudah bilang aja kamu mau apa ke ibu nya." Jawab Lia dengan kelewat santai. Leo pun hanya bengong, karena ia tidak menyangka Lia akan seperti itu. Dan pada akhirnya Leo memesan makanan sendiri.

Setelah Leo selesai memesan beberapa makanan ia berjalan dengan santai ke arah Lia dan Revan, lalu menggeser kursi Revan dan memindahkannya. Lalu Leo duduk di sebelah Lia setelah ia mengambil kursi lainnya.

"Kak! Aku dipindahin sama Bang Leo!" Adu Revan kepada Lia. Lia pun menengokkan kepalanya ke arah Leo dan melihat leo yang sedang memandang intens ke arah Lia.

Lia pun menjewer telinga Leo dan mengangkatnya. "Siapa yang suruh kamu kesini? Kmau duduk depan aku! Revan biar duduk di sebelah aku!" Kesal Lia. Leo pun hanya bisa pasrah lalu duduk di seberang Lia sembari memandang pemandangan yang membuatnya panas.

Ia tidak tahu akan berapa lama ia akan bertahan dengan pemandangan ini. Selamat tinggal dunia. Leo panas!

****

Halo halo gimana perasaan kalian pas baca part ini?

Next gak nih? Atau berhenti disini ajah?

Semangat sekolahnya!!


VERGOSA [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang