41.

4.8K 287 31
                                        

SELAMAT MEMBACA!!

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!

MAAP KALO GARING HWEHWE!

****

Keluarga Zominic sedang makan bersama di ruang makan. Mereka makan dengan tenang, tetapi tidak dengan Lia. Lia merasakan kegelisahan yang sangat hebat. Ia merasa sangat takut. Karena teror tadi.

Ryan melihat gerak-gerik Lia yang aneh. Karena Lia seperti tidak nyaman dengan tempat duduknya dan badannya sedikit gemetaran. Seperti menahan sesuatu.

Ryan pun berdiri. Berjalan ke arah Lia. Lalu berbisik di telinga Lia yang Lindria dan Rial tidak tahu Ryan bicarakan kepada Lia. Lia pun berdiri mengikuti Ryan dengan tangan yang bertaut dengan Ryan. Mereka hanya melanjutkan makan, sedikit kepo tetapi biarkan saja, agar mereka bisa berbicara sepuasnya.

Ryan dan Lia pun sampai di ruang kerja milik Ryan, Lia langsung menangis kencang. Untungnya ruang kerja Ryan adalah kedap suara, jadi suara tangisan Lia tidak terdengar sampai keluar. Ryan sangat tidak tega jika anaknya ini down lagi. Ia tidak tahu kenapa Lia bisa seperti ini. Padahal sudah lama Lia tidak menangis histeris seperti ini. Ryan tidak mau memaksa Lia untuk berbicara seperti ia memaksa musuhnya. Ryan pun memeluk Lia dengan erat memberikan semangat kepada Lia.

Seorang ayah tidak mungkin tega melihat anaknya seperti ini.

Ryan mengelus surai milik Lia dengan lembut. "Ceritain ke Daddy pelan-pelan, Daddy pasti ngerti. Daddy ngerti kamu pasti ada masalah, tapi Daddy gak mau kalo masalah itu kamu pendem sendiri." Lia semakin menguatkan pelukannya. Sampai-sampai Lia mencengkram baju Ryan, karena batinnya ini sangat sakit.

"Li-lia ta-takut--hiks!" Lia melepaskan pelukannya lalu menatap Ryan dengan sendu. Memang Daddy-nya ini sangat peluk-able . Ryan hanya bisa menatap netra Lia yang terlihat sangat sakit. Lia terlihat kuat dari luar tetapi ia rapuh di dalam. Ryan mengerti itu.

"Takut kenapa hm?" Ryan mengelus surai Lia dengan sangat amat lembut. "Cerita ke Daddy. Daddy bantu ya?" Lia pun menganggukkan kepalanya dengan lucu. Ryan terkekeh sedikit.

Lia pun menarik Ryan untuk mengajak Ryan ke kamarnya. Sesampai di kamarnya Lia mengambil kotak teror itu. Ryan tahu kotak itu adalah kotak teror. Ia sudah terbiasa dengan kotak seperti itu. Tetapi tidak dengan Lia. Lia memberikan kotak teror itu kepada Ryan agar Ryan bisa membukanya sendiri.

Saat Ryan membukanya. Ryan tidak terkejut, karena ia juga pernah memotong jari orang jadi, biasa saja. Ia menatap jari itu dengan tajam. Lalu menatap ke arah Lia. "Kapan?" Cara bicara Ryan menjadi dingin. Lia agak takut untuk menjawabnya. "K-kemaren." Lirih Lia.

Ryan pun memeluk Lia dengan erat. "Gapapa Daddy disini. Gak akan ada yang bernai nyakitin kamu lagi. Hari ini Daddy bobok sama kamu biar kamu gak takut lagi. Kalo ada orang jahat biar Daddy tendang bokongnya." Ryan menghibur Lia agar Lia tidak memiliki trauma.

Lia pun tertawa karena candaan Ryan. Ia memeluk Ryan dengan erat juga sambil menggumamkan sesuatu. "Makasih Dad."

"Dah sekarang bobok yuk. Daddy temenin, biar Lia bisa bobok tenang." Ryan melepaskan pelukannya dan menyuruh Lia untuk tidur. Ia masih memakai kemeja kerjanya, tetapi tidak apa-apa, ia tidak mau meninggalkan Lia sendirian. Ia mengerti anaknya ini masih takut dengan kejadian kemarin. Ryan pastikan yang mengirim kotak itu tidak akan aman. Karena ia akan mencarinya sampai ketemu. Walaupun harus bertaruh dengan nyawa. Demi anaknya. Karena jika sudah bersangkutan dengan tubuh manusia dalam kotak itu. Pastinya orang itu adalah orang yang berpengaruh. Bisa jadi sama seperti Ryan. Seorang Mafia.

Ryan dan Lia pun tertidur. Dan disaksikan oleh Leo dari kaca balkon milik Lia, sebenarnya ia ingin memeluk Lia saat Lia sudah tidur, yah tetapi Ryan sudah merebutnya terlebih dahulu. Ia kalah dengan calon mertuanya. Yasudahlah, ia mengalah. Leo pun turun dari balkon Lia dan mengendarai motornya dengan cepat.

Ryan tau kalau Leo berada di balkon anaknya. Ia hanya terkekeh, rencana ingin menjenguk pacarnya yang sedang tidur pun gagal. Saat Ryan masih menginjak SMA juga sama, Ia ke balkon kamar milik Lindria untuk menjenguk Lindria yang sudah tertidur, memeikirkan hal itu membuatnya menjadi terkekeh sendiri. Lalu emlanjutkan tidur. Sembari memberikan elusan kepada Lia.

****

"GOOD MORNING EVERYONE!" Lia berteriak sembari memasuki kelasnya. Para anggota VERGOSA yang melihat hal itu melambaikan tangannya. Ratu VERGOSA datang ke sekolah.

Lia pun duduk di sebelah Leo dan memeluk Leo. "Good morning!" Leo pun terkekeh geli melihat pacarnya yang sangat aktif ini. Anaknya mulai aktif ya bun!

"Bu negara." Panggil Ares. Lia hanya menanggapi dengan menoleh ke arah Ares. "Maya dibawa papahnya ke psikiater. Katanya dia depresi gara-gara diomongin terus sama satu sekolah." Lia yang mendengar hal itu sontak menegakkan badannya, dan ia merasa sedikit bersalah dengan Maya. mungkin ia terlalu keras dengan Maya. Ia bingung dengan dirinya sendiri. Padahal dia yang membuat rencana, dai yang merasa bersalah. Dasar bego! Batin Lia.

"Lagian cari gara-gara sama Ratu kita. Ya ga bos?" Wawa melirik ke arah Leo sembari menaik-turunkan alisnya.

"TARIK SIS!" Random Juan. memang kadang-kadang anak ini. Udah bolot, goblok, suka random, ngagetin orang pulak. Ada yang mau nambahin?

"SEMONGKO!" Jawab Ares dengan semangat. Ya memang begitu mereka. Duo goblok. "AH MANTAP!" Tidak jadi, tiga dengan Wawa. Jadi trio GOBLOK!

Lia hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat random mereka. Sampai berdiri di atas meja hanya untuk berteriak. Memang teman-teman Leo tidak ada yang waras. Ada deh, Wil.

Wil menatap mereka dengan jengah. Wawa memukul-mukul meja yang sudah seperti gendang. Kasian mejanya. Batin Wil.

Oiya, sekarang Mila sudah sedikit dekat dengan Lia. Ya Lia masih waspada saja, takutnya Mila menjadi pengkhianat. Ia belum bisa terlalu percaya dengan Mila.

"LIA! BIKIN TIKTOK YUK!" Ajak Mila. Mila paling suka dengan lagu 'papi culo koplo' Dan Lia juga ingin mengganggu Leo, apakah ia cemburu jika Lia menari lagu itu. Lalu mereka berdua muali untuk membuat tiktoknya. Leo yang melihat Lia menari dengan lincah langsung menggendong Lia ala bridal style Lia pun tertawa karena Leo ternyata cemburu jika Lia menari lagu itu. Mila yang melihat hal itu sontak sangat terkejut, lalu Wawa dari belakang menarik Mila dengan lembut dan menatap mata Mila. Wawa juga cemburu :( Batin Wawa, tetapi ia tidak berani mengungkapkannya. Mayapun merasakan pipinya memanas karena ulah Wawa.

Mila mengambil handphone nya lalu melihat hasil dari tiktoknya ia tidak mau salting di hadapan Wawa. Bisa berabe nanti.

Maya pun mengepostnya yang pastinya akan mendapatkan views yang banyak karena terdapat Leo sang Raja geng bersama Ratunya. Lalu ia bersama--ah lupakan!

"Jangan gitu lagi My Queen!" Leo merajuk seperti anak kecil. Lia pun mengacak rambut Leo lalu menganggukkan kepalanya, pertanda Lia menyetujui ucapan Leo.

"BANG SMA ANGKASA DISERANG!" Revan berteriak dari ambang pintu kelas Leo.

****

Gimana perasaan kalian pas baca part ini?

Pengen punya pacar kayak Leo gak?

Sampe ketemu part selanjutnya ges

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sampe ketemu part selanjutnya ges

VERGOSA [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang