SELAMAT MEMBACA!!
JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!
****
"Lah Lia Vendra sama Tasya dimana?" Tanya Ares, karena yang datang hanya Karina, Hanata, Jemina, dan Wadarya.
"Lah bukannya mereka ke Markas RASCARA? Ada di grup kan tadi? Tapi cuman Lia sama Tasya doang, Vendra gatau." Ujar Karina, sembari menatap bingung anggota VERGOSA.
"Pertanyaannya kok gak balik-balik?" Tanya Wawa. Mereka semua pun diam sejenak lalu Hanata mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Lia.
"Lia gak angkat telepon." Ujar Hanata melihat ke arah handphone-nya yang tidak diangkat oleh Lia.
Leo yang mendengar hal itu pun menjadi sedikit khawatir dengan Lia, karena jarang sekali, atau tidak pernah Lia tidak mengangkat telepon dari teman-temannya. Ia tidak bisa menelepon Lia karena handphone-nya tertinggal di rumah.
"Ve--" Sebelum Ares menyelesaikan kalimatnya, Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu sangat kencang.
"Vendra?" Ujar Ares memastikan. Ares menyipitkan matanya agar melihat muka perempuan itu dengan jelas.
"Uhuk! L-Lia, diculik." Ujar Vendra sembari membopong Tasya yang pingsan.
Para anggota RASCARA pun membantu Vendra mengangkat Tasya.
"Anjing! Pantesan Lia gak angkat, handphone-nya aja mati!" Ujar Wawa, Ia melihat Wil yang sedang melacak handphone milik Lia.
"Hape-nya musti nyala dulu baru bisa dilacak." Ujar Wil dingin. Leo pun mengepalkan tangannya.
"Wil, coba lacak kalung--kalung Lia. Coba." Perintah Leo, Mereka pun menunggu sembari mengobati beberapa luka lecet milik Vendra dan Tasya.
"Ini ada akses timer ya?" Tanya Wil. Leo pun menganggukkan kepalanya, "berarti harus nunggu sampe besok kira-kira." Ujar Juan mengamati laptop milik Wil. Wil pun menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Juan.
Leo pun mengacak-acak rambutnya. "ARGH!"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Gila anaknya Ryan cakep bener, mulus putih, anjir." Ujar salah satu pria yang berjaga disana.
"Abis dia bangun juga palingan di siksa sama Netta." Ujar salah satu temannya.
Lia pun mengerjapkan matanya sebentar karena sedikit terkejut dengan cahaya. Ia mendongakkan kepalanya, tetapi belakang kepalanya sangat sakit.
"Oh udah bangun cantik?" Ujar salah satu pria disana.
Lia pun hanya bisa menatap tajam pria tersebut, karena kepalanya sangat pusing.
"Bangsat lo semua!" Teriak Lia ingin berdiri dari kursi tersebut. Tapi ternyata tangan dan kakinya diikat lumayan kencang, membuat kaki dan tangannya agak sakit.
"Wuih! Ganas!" Ujar laki-laki tersebut. Laki-laki itu pun mendekati Lia lalu memegang pundak Lia dengan kencang.
"Bangsat! Jangan pegang-pegang gue anjing!" Teriak Lia.
"Jangan pegang dia Wan." Ujar perempuan yang berada di ambang pintu. Laki-laki yang bernama Wawan pun melepaskan pegangannya pada pundak Lia, lalu berjalan ke belakang Lia.
"Hai--Lia! Apa kabar?" Ujar perempuan itu sembari berjalan ke arah Lia dengan pelan-pelan.
"Netta anjing!" Teriak Lia sembari berusaha melepaskan dirinya dari tali-tali yang mengikat tangan dan kakinya.
Ya, perempuan yang berjalan ke arah Lia itu adalah Netta. Yang sudah mengkhianati VERGOSA.
"Ternyata nyulik lo gak sesusah yang gue pikirin. Ternyata lo goblok juga."Ujar Netta sembari berjongkok di hadapan Lia.
Lia pun berusaha untuk melepaskan ikatan tali di tangannya, karena mereka mengikatnya 'lumayan kencang' jadi masih ada harapan kan? Walaupun agak susah karena adanya Wawan di belaakngnya, tapi ia berfikir, bahwa Wawan tidak mungkin mengira Lia bisa melepaskan tali ini.
"Emang lo seneng disini? Sama Gana? Yang ada lo malahan kayak babu disini." Ujar Lia meremehkan Netta. Netta pun menggeram lalu menampar pipi kanan Lia.
Plak!
"Kenapa lo nampar gue? Gue ngomong bener kan? Lo mau siksa gue sekarang juga gapapa. Mental gue udah di uji dari gue kecil. Jadi terserah lo mau ngapain gue. Gue gak akan nangis di ahdapan lo." Ujar Lia dengan tenang. "Gue udah pernah di situasi kayak gini. Dulu pas kecil." Lanjut Lia.
Lia pun masih berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya. Dan akhirnya--Lepas!
"Kayaknya insting lo gak ada." Ujar Lia dengan tenang. Netta yang mendengar hal itu pun mengerutkan dahinya.
"Tunggu, gue hampir aja mau lupa. Pacar lo, kemana ya? Lagi cari cewek lain kayaknya." Ujar Netta dengan tenang, memindahkan topik sebelumnya.
"Maksud lo apa bajingan?!" Teriak Lia. Netta pun mengambil foto dari saku celananya, lalu memperlihatkan kepada Lia.
"Siapa itu?" Lirih Lia. "MAKSUD LO APA?! GAK MUNGKIN LEO KAYAK GINI GOBLOK!" Lia pun mengambil foto itu lalu menonjok muka Netta. Kaki Lia masih terikat dengan kursi jadi ia terjatuh.
"Oh ya? Gak percaya? Gue ada bukti yang lain loh. Nih" Netta memberikan beberapa foto lagi, sebenarnya foto itu hanyalah editan, tetapi sangat mulus, sampai Lia tidak melihat bahwa foto itu adalah editan.
"Udah? Sekarang udah? Udah paham Leo ternyata brengsek?" Ujar Netta. Lia pun melepaskan ikatan tali di kakinya, setelah terlepas, ia mengambil foto itu lalu merobeknya.
"Gue percaya sama Leo. Leo gak mungkin kayak gitu." Ujar Lia menatap Netta tajam, lalu tiba-tiba Riana masuk dan mendekati Lia.
"Lia sayang. Gue masih punya banyak bukti kok." Raina pun mengeluarkan beberapa foto. "Jadi masih gak percaya?" Lanjut Raina.
Lia melihat foto-foto itu dengan tajam.
"Bahwa Leo selingkuh? Sama jalang di club. Dan--dia gak dateng kesini menurut lo karena apa?" Ujar Raina.
Lia pun menangis keras. Dan merobek semua foto-foto itu.
Tetapi Wawan menyuntikan obat bius kepada Lia, membuat Lia tertidur.
Lia yang malang. Batin Wawan.
****
Gimana perasaan kalian pas baca part ini?
Wadaw Lia percaya sama Netta & Riana dong!
Reaksi Leo gimana ya nanti?
Maaf ya baru up sekarang huhu :(
Makasih semuanyaa!!
Sehat selalu ya!!
Love u all!!
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Teen Fiction[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)