3.

14.8K 877 5
                                        

SELAMAT MEMBACA!!

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT!!

****

Lia sudah siap dengan seragam lengkap dan sudah memakai sepatu, Ia berjalan keluar kamar dan turun ke ruang makan untuk sarapan.

"Ayo makan Lia, jangan sampe kamu mati kelaperan nanti kalo udah masuk sekolah." ucap Bang Rial dengan tenang. Ia tidak tahu bahwa mood adeknya langsung down setelah di jahili oleh sang kakak.

"MOMMM DADDDD!!! KAK RIAL JAHATTTTT!!" teriak Lia dengan kencang.

"Kak udah ah adeknya jangan dijahilin mulu, kasian adek kamu ih" kata Lindria.

"Biarin aja lah Mom, seru tau gangguin adek hahahahahaha" jawab Rial.

"Dad, tolongin Lia Bang Rial jahat" kata Lia seraya memanyunkan bibirnya.

"Pukul aja dek." kata Ryan dengan tenang.

"HAH PUKUL?!" kata Rial. Oh, tentu ia takut karena pukulan adiknya adalah pukulan maut.

"Sini kak aku pukul mau? Jadi samsak aku aja hari ini kak kalo mau." jawab Lia dengan tenang seraya mengeluarkan senyuman termanis, yang menurut Rial seperti senyuman layaknya psikopat.

"Yaudah kakak minta maaf ya?" kata Rial dengan tatapan yang memohon.

"Iya." jawab Lia dengan jutek.

"Yaudah cepetan sana ke sekolah, udah mau telat tuh." kata Lindria.

"OH IYA UDAH MAU TELAT, SIAPA YANG MAU ANTERIN LIA KE SEKOLAH?!" teriak histeris Lia

"Kakak dek sabar ya?" kata Rial

"OH NO NO LIA GAK BISA SABAR, CEPET!!!" perintah Lia

"Iya-iya ayo." kata Rial seraya mengambil kunci mobilnya.

****

Sebuah mobil telah sampai di sekolah SMA JAYA MAKMUR.

Rial keluar terlebih dahulu dari mobil disusul oleh Lia.

Saat berjalan Lia mendengar beberapa komentar-komentar netizen.

CANTIK AMET TU CEWE GLOWING PARAH GUA EMBAT SIH FIX INI!!

Lah kok ada Bang Rial?

Iya kok ada Bang Rial?

Itu cewenya ya?

Dan masih banyak lagi.

Sampailah mereka berdua di ruangan Kepala Sekolah.

"Pagi pak.." ucap Rial.

"Lho pembuat onar datang lagi, kangen kamu sama saya gara-gara bikin ulah terus?" kata Pak Kumis. Sebenarnya nama aslinya adalah Pak Esah, tetapi karena Ia memiliki kumis yang tebal, maka dari itu di panggil Pak Kumis.

"Kaga aelah pak, nethink sama saya mulu si bapak." kata Rial dengan senyum yang membuat para kaum hawa terpikat dengan Rial.

"Terus dibelakang kamu siapa?" tanya Pak Kumis.

"Nah ini pak adek saya, mau sekolah disini pak, cantik kan?" kata Rial.

"Iya terserah kamu Rial, jadi nama lengkap siapa?" tanya Pak Kumis kepada Lia.

"Eh bapak ngomong sama saya?" tanya Lia

"Iya saya ngomong sama kamu, emang selain kamu siapa?" ucam Pak Kumis.

"Ya kan bisa aja bapak ngomong sama Kak Rial?" jawab Lia.

"Haduh sifat ngeselinnya mirip ya sama kamu Rial." ucap Pak Kumis.

"Ya iyalah Pak, kalo misalnya beda sifat ya bukan adek saya." ucap Rial kepada Pak Kumis dengan muka yang ngeselin.

"Dari pada saya darah tinggi mending saya ulang pertanyaannya. SIAPA NAMA PANJANGMU?" ucap Pak Kumis dengan menekankan kata siapa nama panjangmu.

"Zeclya Victoria Zominic pak." jawab Lia dengan santai.

"Oke kamu dapet di kelas...... XI MIPA 2." kata Pak Kumis.

"Siap deh pak, makasih." kata Lia seraya berjalan keluar dari ruangan Kepala Sekolah.
Sesampainya diluar Ia melihat ada 5 laki-laki yang pakaiannya sangat-sangat tidak rapih.

Lia hanya melewatinya tanpa melirik atau tersenyum sekalipun.

"Tu anak baru ya? Songong amat dah." kata Wawa.

"Adeknya si Bang Rial kali." kata Leo

"Sabi sih" kata Ares.

"BTW, Bang Rial dimana?" tanya Juan

"Tumben lu kaga lemot njeng" kata Wawa.

"Tai lu lah Wa kesel gua" jawab Juan dengan nada juteknya.

"Yah si siput ngambek lu si Cihuahua mustinya lu katain lagi gua support nih" kata Ares.

"BANGSAT!!" Kata Juan sambil menggeplak belakang kepala Ares.

"Masuk kelas aja udah" kata Leo

"Siap bos!" jawab Wawa dan Ares bersamaan.

****

VERGOSA [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang