SELAMAT MEMBACA!!
JANGAN LUPA VOTE & COMMENT YA!!
****
"Kamu makan dulu gih, belom makan dari tadi." Lia menaruh kantung kresek yang berisikan makanan, yang tadi ia pesan tanpa sepengetahuan Leo, sekarang mereka sedang di kamar Lia.
"Loh, kamu bayar sendiri?" Leo menengok ke arah Lia. Memang Leo sedang sibuk untuk membantu Rial mencari rival-rival mereka.
"Iya. Kamu belom makan dari tadi, jadi mendingan aku beliin dari pada kamu gak makan, gak mungkin kamu beli makanan kalo kamu fokus banget sama laptop." Ujar Lia mengelus surai milik Leo.
Lia pun membuka kresek tersebut lalu mengeluarkan makanannya.
"Mau disuapin?" Lia menawarkan Leo, karena Leo sedang fokus sekali ke arah Laptopnya.
"Boleh." Setelah mendengar adanya balasan dari Leo. Lia mulai menyuapi Leo dengan telaten. Sudah seperti suami istri aja.
Kotak makanan yang tadinya berisi banyak sekali makanan sekarang sudah habis. Dan pastinya dihabiskan oleh Leo sendiri.
"Jangan deket-deket nanti sakit matanya." Lia memeperingati Leo. Lalu Leo menutup laptopnya lalu menolehkan kepalanya kearah Lia dan tersenyum manis.
"Perhatian banget sih." Leo pun berdiri lalu berjalan ke arah Lia, setelah itu memeluk Lia dengan erat.
Lia yang dipeluk sangat erat oleh Leo pun merasa sesak. "Ih lepas sesek!" Lia mendorong badan Leo tetapi tidak berefek apa-apa untuk Leo.
"Tidur siang sana, aku tau kamu capek ngerjain ini itu." Leo pun melepaskan pelukan nya lalu berjalan ke arah kasur Lia dan merebahkan dirinya di kasur Lia yang sangat empuk dan nyaman.
Lia pun berjalan ke arah kasur nya, lalu duduk dikasur nya mengelus surai Leo dengan lembut. Dan Lia mendengar adanya dengkuran halus dari Leo. Lia pun terkikik geli melihatnya.
Lia pun ikut merebahkan dirinya disamping Leo lalu mulai masuk ke alam mimpinya.
****
"Sudah sebulan lebih kita tidak melawan VERGOSA." Gana memainkan pisau yang berada di tangannya, yang sudah berlumuran darah.
Fano yang di ajak berinteraksipun sedikit merasa terintimidasi dengan Gana.
"M-maaf Y-yah." Fano menundukkan kepalanya. Gana pun membalikkan badannya dan menatap Fano.
"Saya tidak suka ada orang pengecut. Saya suka orang yang pemberani. Berani mengambil tindakan, tanpa saya suruh. Dan yang pastinya menatap mata lawannya saat berbicara." Fano sontak menegakkna kepalanya yang tadinya menunduk menjadi menatap kearah Gana yang sedang menatap Fano dingin.
"Saya tidak mau tahu bagaimanapun caranya. Mantan istri saya harus sudah disini, paling lambat minggu depan." Fano hanya bisa menganggukkan kepalanya, berarti ia harus berhadapan dengan Leo lagi.
"Bawa Netta masuk ek dalam sini." Fano pun membalikkan badannya lalu berlari untuk memanggil Netta.
Gana hanya menatap pintu datar, dan tak lama kemudian pintu itu terbuka pelakunya adalah Netta.
"Ada apa yah panggil aku kesini?" Gana pun hanya menatap datar Netta, dan Netta tau maksud dari Gana apa.
Netta pun berjalan ke arah Gana dengan mantap. Setelah berhadapan dengan Gana. Netta membungkukkan badannya sedikit.
"Minggu depan. Zeclya Victoria Zominic. Saya mau melihat kehancuran dari keluarga Zominic maupun Leo. Mengerti?" Netta pun menganggukkan kepalanya. Gana pun menyeringai tajam.
"Anda berkhianat. Mati." Ujar Gana dengan tajam. Netta pun menganggukkan kepalanya mantap.
****
Di Markas VERGOSA sekarang sudah ada banyak sekali orang termasuk RASCARA. VERGOSA dan generasi 1-3 pun terdapat pada markas VERGOSA.
"Mulai sekarang kita gak boleh lengah. Karena pastinya selama sebulan ini Gana menyiapkan sesuatu yang berbahaya. Saling melindungi satu sama lain." Ujar Rial. Orang -orang disana pun menganggukkan kepalanya tanda setuju kepada perkataan Rial.
"Si bangsat itu mainnya nyulik, jadi kalo bisa yang cewe-cewe jagain." Ujar Rial lalu menoleh ke arah Lia. " Lo ketua RASCARA. Ngerti maksud gue?" Lia pun menganggukkan kepalanya. Sebagai ketua, ia tidak bisa lengah. Tidak bisa bermain-main. Harus bisa menjaga anggota sekalipun nyawanya terancam.
"RASCARA sana VERGOSA udah jadi satu, udah kayak saudara. Jadi kalo bisa jangan sampe kalian benci satu sama lain. Beda-bedain satu sama lain, gue gak mau adanya sifat kekanak-kanakan sekarang. Kita harus udah bisa berfikir dewasa. Sesuai umur kalian. Kalau kalain masih sifatnya kenakak-kanakan, jangan salahin gue kalo gue panggil kalian pengecut. Kalian semua fisik dan mental udah cukup. Udah kuat, tinggal gimana kalian menyikapi diri kalian sendiri." Ujar Rial panjang lebar dengan serius. VERGOSA generasi 1 juga kagum dengan cara bicara Rial.
"Gana adalah seseorang yang licik, sekalinya kalian terkena perangkap mereka, maka sudah tamatlah riwayat kalian." Ujar Ryan.
"Yang perempuan jangan lemah. RASCARA sudah dibentuk oleh Lia, dan dibimbing oleh para anggota VERGOSA generasi 1 jadi RASCARA tetaplah semangat." Ujar Ayah dari Eunha. Yang bernama James.
"VERGOSA!"
"JANGAN MENYERAH! JANGAN MEMBUNGKUK! JANGAN PUTUS ASA! BIARKAN HATI BERDEGUP SEREMPAK!"
"RASCARA!"
"BE BRAVE AND TRUE!"
Mereka semua pun bertepuk tangan karena sudah membuat strategi dan semoga semuanya berjalan baik-baik saja.
Leo pun menghampiri Lia memeluk Lia.
"Pasti kita bisa." Bisik Leo di telinga Lia. Lia pun tersenyum lalu membalas pelukan Leo dengan erat. " King and Queen never lose."
****
Gimana perasaan kalian pas baca part ini?
VERGOSA sama RASCARA bersatu jadi apa ya kira-kira kalo ngelawan Gana?
Ditunggu part selanjutnya yaa
Sehat selalu ya!!
Love u all!!
KAMU SEDANG MEMBACA
VERGOSA [COMPLETE]
Novela Juvenil[⚠️ADANYA KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. DAN JUGA ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK BOLEH DICOBA. MOHON MEMBACA DENGAN BIJAK⚠️] [BUDAYAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA CERITA PON] VERGOSA. Nama geng motor yang cukup terkenal di kalanga...
![VERGOSA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/248490331-64-k744922.jpg)