"Sekolah? Tak bisakah aku melakukannya secara diam-diam?"
"Rencana awalnya kita memang akan mengawasi mereka diam-diam, tapi Mr. Shaw baru saja memberitahu ada kemungkinan anggota Scyller sudah masuk ke Bighit Academy untuk mengawasi target mereka."
Chris menjawab setelah beberapa lama. Ia sedikit memijat pangkal hidungnya. Harus diakui misi ini membuatnya pusing, dan entah kenapa ia memiliki firasat buruk disamping fakta bahwa misi ini berhubungan dengan Mafia Scyller.
"Secepat itu?" Oscar mengerutkan keningnya heran, cukup kaget dengan kabar yang dibawa sahabatnya. Sejauh yang ia tahu, Mafia Scyller adalah mafia elite yang tidak pernah terburu dalam bertindak. Namun, kenapa mereka sudah bergerak secepat ini?
"Yah, aku juga tidak tahu alasan mereka bergerak secepat ini. Aku merasa ada bagian yang hilang, seperti ada sesuatu dibalik pergerakkan mereka kali ini," sebenarnya Chris juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Oscar, apa alasan dibalik pergerakkan mereka?
Oscar mendesah berat. Chris benar, ada sesuatu dibalik misi ini yang tidak mereka ketahui. Atau mungkin, para petinggi CIA juga tidak mengetahuinya? Namun jika memang benar begitu, maka apa itu? Apa sesuatu yang membuat mereka menargetkan anak konglomerat Korea?
"Yah... tapi apa itu? Kenapa dari seluruh anak konglomerat di dunia, mereka milih Korea Selatan?"
"Itu titik hitam yang kedua. Aku jadi semakin yakin ketua mafia Scyller memiliki maksud tertentu dibalik pergerakkan mereka kali ini," ujar Chris dengan nada frustasi yang kentara. Ini terlalu rumit, terlalu banyak potongan puzzle yang hilang untuk mereka temukan.
"Hahh... Siapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk, Park. Aku memiliki firasat buruk soal ini," simpul Oscar sebelum beranjak pergi dari ruangan itu. Meski terlihat sangat tenang, tak bisa dipungkiri kalau dia tengah frustasi. Otaknya tengah berpikir keras, menghasilkan berbagai pertanyaan yang membuat kepalanya semakin pusing.
Satu hal yang ia tahu: misi ini, tidak akan berakhir dengan cepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apartement Hannam The Hill, Seoul. 07:14am.
Seorang pemuda tengah tidur dengan damai, mengabaikan salah satu ponselnya yang teronggok mengenaskan di sudut kamar. Suasana tenang mendominasi kamar sang pemuda dengan iringan lagu dari speaker di nakas. Sebelumㅡ
"ALIENKU~ CEPAT BANGUN~ KAU HARUS KULIAH~"
Suara melengking nan cempreng dari Christian Bantet Park mengusik tidurnya. "ASTAGA! APA-APAAN INI?! KENAPA SALAH SATU PONSELMU HANCUR BEGITU?!" Chris kembali berteriak. Ia mengambil ponsel yang sudah hancur dengan tatapan sedih, mengabaikan Oscar yang sudah terduduk sembari mengumpatinya.
"Kau mengganggu tidurku, sialan." Mendengar suara datar nan menusuk itu, Chris menoleh, menatap Oscar dengan tatapan polosnya. Sebelum menyengir sembari membuat tanda peace dengan tangannya yang kosong.
"Maaf. TAPI KAU HARUS BANGUN DAN BERSIAP! AYO CEPAT!" Chris berteriak lagi, dan berakhir dengan timpukan bantal di wajahnya. Sementara Oscar menatapnya tajam, apa sahabat bantetnya itu tidak bisa bicara tanpa berteriak?
"Berhenti berteriak, astaga. Kau sungguh berisik," berujar datar, Oscar berjalan ke walk-in closet. Tidak peduli dengan eksistensi Chris yang kini tengah melotot garang.
"OIII! APA MAKSUDMU HAH?! AKU TIDAK BERISIK!"
Setelah mengatakan itu Chris pergi dari kamarnya dengan menghentakkan kakinya. Membuat Oscar yang ingin menutup pintu menatapnya heran. "Dasar tidak sadar diri," kemudian menutup pintu dan bersiap untuk mandi.
Saat mandi, pikirannya tidak bisa lepas dari percakapan mereka pagi buta tadi. Oscar mengacak rambutnya frustasi, firasatnya benar-benar tidak enak sejak pembicaraan terakhir mereka.
5 menit berpikir keras, Oscar akhirnya menyerah. Memutuskan untuk menjalani misi ini seperti biasa meski masih ada kekhawatiran dalam benaknya. "Hahh... semoga firasatku salah."
Selama ini, firasatnya tidak pernah salah. Dan itulah yang Oscar takutkan.
T.B.C
Halo~ mulai chapter ini, pemberlakuan update dua hari sekali dimulai. Jadi, sampai jumpa tanggal satu nanti~
Selamat natal bagi yang merayakan, dan Happy Birthday to my love, Kim Taehyung 🎉🎉
Goodbye!
KAMU SEDANG MEMBACA
EPOCH | VMON Brothership
FanfictionKim Taehyung hanyalah seorang nerd yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya. Main cast: Kim Taehyung as Oscar Armstrong a.k.a V Park Jimin as Christian Park a.k.a Je Min Yoongi a.k.a Suga Kim Namjoon ✔Brothership
