Mission 7. Spying.

251 43 1
                                        

BigHit Academy, Gangnam Street. 08:02am.

“Mobilnya mewah sekali! Dia pasti sangat kaya!”

“Rolls-Royce Limossin astaga! Dia benar-benar kaya!”

“Aaaahhh! Dia pasti sangat tampan!”

“Ugh, semoga dia masuk ke fakultasku!”

Begitulah sekiranya suasana BigHit Academy pagi ini, begitu gaduh dan heboh. Sementara para hawa tengah terpesona dengan pemilik mobil yang membuat mobil lain terlihat murah, kaum adam hanya bisa memandang dengan keirian dihati mereka.

Bagaimana tidak? Mobil yang sedang mereka bicarakan adalah Rolls-Royce Limossin, lengkap dengan supir dan seorang butler yang nampak tengah membukakan pintu untuk sang tuan. Perlahan, nampak seorang pemuda dengan rambut pirang yang terlihat begitu alami keluar, membuat para hawa kembali menjerit histeris.

Dengan langkah elegan bak model papan atas, pemuda itu berjalan memasuki gedung universitas. Total abai pada kerumunan gadis yang menjerit histeris. Dengan gerakkan wajar ia meraih earphone-nya dan bergumam pelan, “Dimana?”

‘Lurus saja, pada persimpangan pertama ambil arah kiri, ada pintu putih di sebelah kiri lorong, itu ruangannya. Ada peta petunjuk 5 meter dari tempatmu, berpura-puralah membacanya.’

Refleks, mata birunya segera mencari benda yang dimaksud. Ia menghela napas setelah menemukannya, “Ok.”

‘Bagus, semoga berhasil dihari pertamamu, Noah.’

“Hmm.” Selesai dengan gumaman singkat, ia segera melakukan apa yang diinstruksikan Chris di sana. Berpura-pura bingung dan membaca peta petunjuk untuk menemukan ruang kepala sekolah. Dirasa cukup, Noah langsung membawa dirinya menuju ruangan kepala sekolah.

Eum.. Sorry? Boleh saya masuk?” Noah berucap sembari mengetuk pintunya pelan. Sebagai seorang bangsawan, hal wajib baginya untuk tetap menjaga sikapnya dimanapun dan kapanpun.

Namun memang pada dasarnya Noah berbeda dari bangsawan lain, ia hanya mengetuk pintu sebanyak tiga kali sebelum masuk tanpa peduli si pemilik ruangan mengizinkannya atau tidak.

“A-ah, Tuan Milton? Silahkan duduk di sini, saya sudah menyiapkan keperluan anda di sini.” Sang kepala sekolah nampak kaget saat melihat Noah langsung masuk tanpa ragu, tapi kepala sekolah Im dapat menutupinya dengan baik walau suaranya sedikit bergetar.

Menolak ajakan basa-basi sang kepala sekolah, Noah hanya menanggapinya dengan deheman singkat. Sama sekali tidak mempedulikan kepala sekolah yang hanya bisa tersenyum canggung. “Langsung saja,” Noah berujar singkat, membuat kepala sekolah sedikit merasa terintimidasi.

“B-baikl-lah.” Kepala sekolah berdeham singkat, “Anda masuk ke kelas unggulan fakultas seni, ini jadwal mata kuliah yang akan Anda pelajari. Semoga Anda betah bersekolah di sini, Tuan Milton.”

Mengangguk singkat, Noah segera beranjak keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Meninggalkan Sang kepala sekolah yang tengah memandangnya tidak percaya. Tapi Noah mana peduli? Dia di sini hanya untuk mengawasi dan menjaga para anak konglomerat itu saja. Semakin cepat misi ini selesai, semakin cepat yacht Majesty 140 menjadi hak miliknya, bukan begitu?

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kantin dalam, BigHit Academy. 09:37am.

Kini Bangtan Gang tengah berkumpul usai mata kuliah pertama berakhir, membicarakan gang dari universitas lain yang berani menantang mereka. Rencananya, mereka akan memenuhi tantangan itu pulang kuliah nanti.

“Habisi saja orang tak tahu diri seperti mereka! Mereka benar-benar telah meremehkan kita! Mereka pikir kita akan takut dengan ancaman sampah mereka ini?!” Ujar Hoseok menggebu-gebu.

Mendengarnya, Jungkook mengangguk menyetujui, “Aku setuju! Kita harus memberi mereka pelajaran! Lagipula, sudah lama kita tidak tawuran, kan?” pernyataan Jungkook disusul suara persetujuan Hoseok dan Seokjin.

Sedang Namjoon, Leader Bangtan Gang tengah berpikir, menimbang usul ketiga sahabatnya. Sejujurnya, mereka memang sudah lama tidak tawuran. Gara-gara terlalu sibuk mem-bully si nerd baru, mereka jadi lupa melakukan hal yang sudah menjadi rutinitas mereka.

Tak lama, Namjoon sampai pada satu keputusan. Memantapkan dirinya sendiri, ia menatap ketiga sahabatnya satu persatu, “Baiklah, kapan kita akan menghajar mereka?” pertanyaan Namjoon memicu diskusi diantara tiga orang itu.

Belum selesai diskusi yang mereka lakukan, seorang mahasiswa dengan rambut pirang datang mendekat.

“Permisi?” Itu Noah, tadi dia tak sengaja melihat agen NSI itu sedang berkumpul dengan teman se-gang-nya. Mengetahui merekalah target pengawasannya, Noah memutuskan untuk menghampiri mereka.

Suara itu membuat ketiganya menoleh, dengan Yoongi yang hanya memandangnya datar. “Siapa kau?” Seokjin bertanya, menimbulkan seulas senyum dibibir Noah.

“Alex Milton, mahasiswa baru disini. Kudengar kalian anak 4 konglomerat terkaya di Korea? Cukup mengesankan,” Noah memperkenalkan dirinya, menambahkan sedikit kesan angkuh dalam nada bicaranya.

Namjoon nampak tertarik, “Yeah, kau sendiri?”

“Aku? Aku hanyalah anak dari Kevin Milton,” Noah berucap basa-basi, sembari memperhatikan reaksi para targetnya. “Sekalingus yang mewarisi Valiron Airlines. Aku yakin kalian pernah mendengarnya.”

Dan sesuai ekspektasi Noah, mereka semua tersenyum singkat, “Well, tentu saja. Mau bergabung dengan gang kami?” Dalam hati, Noah bersorak senang ketiak mendengar perkataan Namjoon. Ia tidak menyangka bahwa masuk ke lingkup mereka akan semudah ini.

“Tentu. Ada tugas pertama untukku?” Noah berbasa-basi, mengulur waktu untuk Chris di ujung sana. Cukup terkejut ketika ia mendapati Namjoon mengangguk, namun ia dengan mudah menutupinya.

“Kebetulan kamu akan tawuran malam nanti. Tugasmu membantu kami memenangkan tawuran itu, bagaimana?” Noah kembali terkejut, tidak menyangka mereka melakukan hal semacam tawuran.

Sama seperti Oscar, Noah menganggap hal semacam itu hanya untuk kaum rendahan. “Baiklah, mereka benar-benar kaum rendahan.” Tentu saja Noah mengatakan kalimat terakhir dalam batinnya.

Namjoon yang mendengar itu mengangguk, kemudian kembali membahas rencana mereka. Kali ini dengan seringaian Oscar yang mengawasi di sudut sana, “Cepat juga.”

T.B.C.

Hello~
I'm back~
Mau minta tolong, kalo ada typo, tolong kasih tau ya~
Biar bisa ku perbaiki
Udah itu aja, bye~

EPOCH | VMON BrothershipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang