Mission 18. The Truth Untold (2).

221 26 8
                                        

Unknown Place, 09:43am

"Oscar Armstrong? Tch, mesin pembunuhku benar-benar sudah tumbuh rupanya..."

Suara tawa itu muncul tepat setelah kalimat itu selesai diucapkan. N, orang yang sejak tadi berada di sana semakin menundukkan kepalanya, menunggu kelanjutan kalimat tuannya. "N," mengangkat sedikit kepalanya, sebelum menjawab panggilan tuannya. "Lupakan rencanaku kemarin dan bawa mesin pembunuh itu kehadapanku," Sang tuan berbalik bersamaan dengan kewaspadaan N yang meningkat. "Kita lihat apakah kau tumbuh semakin baik atau malah semakin buruk, Sean."

Suara tawa kembali menggelegar, cukup lama sampai sang tuan menyuruhnya untuk pergi. Setelah memberi hormat, N memundurkan tubuhnya perlahan sebelum akhirnya berbalik dan pergi dari ruangan sang tuan.

Kini, N tengah menyusuri lorong utama yang menghubungkan ruangan sang tuan dengan markas pusat. Langkah kakinya terdengar ringan, bersenandung kecil sembari merapikan pakaiannya. Langkahnya terhenti begitu saja ketika tanpa sengaja mencuri dengar percakapan beberapa anggota Scyller.

"......disana."

"Benarkah? Jadi bocah angkuh itu masih hidup?"

"Kudengar ia memiliki identitas lain sekarang, bocah itu benar benar beruntung."

N tersenyum, percakapan ini mulai membuatnya tertarik. Ia berjalan mendekat, tanpa suara seperti seekor burung hantu yang siap menerkam mangsa.

"Beruntung apanya? Father sudah tau soal ini, ia pasti akan segera dibunuh."

3....

"Tetap saja! Setidaknya bocah itu punya kesempatan menjalani kehidupan normal meski sementara!"

"Lue benar! Kesempatan itu terlihat sangat mustahil untuk kita, jadi sebentar saja sudah beruntung!"

....2

"Tetap saja! Bocah itu tidak seberuntung itu! dia bahkan sama sekali tidak tahu jika dia mendekatkan dirinya sendiri pada Father, kan?!"

"Itu benar juga..."

"Benarkah?"

"Ey, memangnya kau tidak tahu? Tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Father tengah menyamar?"

....1!

"Iya! Kalau tidak salah, nama samarannya it-"

BRUKK

BRUKK

BRUKK

"Yah, calon pengkhianat seperti kalian memang lebih baik dimusnahkan."

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Apartement, 11:33am

"ASTAGAAA!!! BAGAIMANA MANA BISA DIA KABUR DENGAN KEADAAN SEPERTI ITU???!!!"

Chris menyesap tehnya perlahan, "Kau terlalu meremehkannya, Alien Gila itu bahkan bisa kabur sejauh 17 kilometer dengan tubuh yang sudah terlihat seberti zombie." Ucapannya yang terlampau santai membuat Noah melotot tidak percaya, menatap Chris dan bermaksud meminta penjelasan. Chris terkekeh, "Benar kok, dia benar benar berlari dari Milou ke La Glène sejauh 17 kilometer dan bersembunyi di salah satu kendaraan terbuka sebelum CIA menemukannya di Paris dalam keadaan sadar 5 tahun lalu. Kau bisa bertanya pada pimpinan CIA jika kau mau."

"Lima tahun yang lalu? Yang benar saja, Park! Umurnya bahkan masih 13 tahun!"

Mendengar ketidakpercayaan Noah, Chris hanya tertawa, mengangkat bahunya dan pergi begitu saja. Sama sekali tidak peduli dengan protesan Noah. Nyatanya, hal itu memang benar adanya. Chris tidak akan pernah bisa bercanda ketika menceritakannya. Sebab, itu adalah memori paling mengerikan yang Chris miliki. Jauh lebih mengerikan dari ketika ia mengetahui bahwa orang tuanya sengaja membuangnya.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Gangnam, 13:12am

"Jadi?"

Oscar bertanya, menatap pada orang-orang berpakaian hitam yang tengah mengepungnya. Terlihat santai, karena ia tahu bahwa orang-orang itu bukanlah mereka. Itu membuatnya cukup penasaran mengenai apa yang diinginkan orang-orang ini.

"Katakan saja, mungkin akan k-"

"Yang Mulia ingin bertemu dengan anda, jadi tolong kerjasamanya dan biarkan kami membawa anda," perkataan Oscar terhenti saat salah satu dai orang-orang itu memotong ucapannya. Alih-alih merasa kesal, Oscar justru menaikkan satu alisnya. Apa tadi? Yang Mulia?

Tersenyum, "Jika boleh aku tahu, siapa orang yang kau panggil yang mulia itu, Tuan?" dengan sengaja menekankan kata terakhirnya, bermaksud menyinggung. Beberapa detik menunggu jawaban, tapi yang ia dapati adalah senyum dari salah satu orang-orang itu.

Oscar menyeringai, ia sudah menangkap situasinya sekarang. Namun, ia hanya akan diam. Mencari tahu siapa 'Yang Mulia' hingga menyuruh anak buahnya untuk menangkapnya.

Jadi, ketika mereka mengeroyoknya dan mengikatnya, ia hanya diam. Sampai sebuah limosin yang berhenti dihadapan mereka membuatnya sadar bahwa siapapun itu si "Yang Mulia" ini pasti salah satu dari deretan konglomerat dunia. Maka, ia hanya menurut ketika mereka memaksanya untuk masuk.

Oscar sebenarnya tidak peduli mau dibawa kemana, karena entah mengapa, ia percaya orang-orang ini dan sosok yang mereka panggil 'Yang Mulia' tidaklah berbahaya. Meski harus ia akui, ia sangat terkejut saat limosin itu berhenti di jalus VVIP khusus dibandara. Ini... bercanda, kan? Untuk apa mereka sampai harus membawanya ke luar negeri?!!

T.B.C

Gimana? ㅋㅋㅋ Buat chapter The Truth Untold bakal panjang banget, jadi let it flow aja ya? ㅋㅋㅋ

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 06, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

EPOCH | VMON BrothershipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang