Ruang rahasia, Apartemen Hannam The Hill. 09:37am.
Sementara Oscar dan yang lainnya sedang mengawasi target pengawasan mereka, Chris disibukkan dengan berkas misi dan informasi dari Noah. "Sial, berkas ini tidak ada habisnya!" Chis menggerutu pelan.
Bukan tanpa alasan Chris kembali memeriksa berkas misi mereka, setelah percakapan dengan Oscar kemarin malam, Chris memutuskan untuk mencari kembali informasi tersembunyi mengenai misi mereka.
Katakanlah Chris begitu terobsesi menngenai hal tersembunyi dibalik misi yang diberika pada mereka, faktanya memang begitu. Ia yakin, sangat yakin malah, bahwa ada sesuatu yang besar dibalik misi mereka.
Chris kembali mencari dan mencari, meneliti kembali semua berkas yang berkaitan dengan misi mereka. Kerja kerasnya terbayar, karena setelah berjam-jam membaca semua berkas-berkas itu, ia menemukan fakta yang berkaitan tentang raja kerajaan bisnis dunia.
Bersorak senang, Chris segera menghubungi Oscar dengan tergesa, "OSCAR! AKU MENEMUKANNYA! JAWABANNYA!" Terdengar suara bertanya di seberang sana, "TITIK HITAM DALAM MISI KITA! KEMARI SEKARANG! AKAN KUJELASKAN PADAMU!"
Tutt...tutt...tutt...
Sambungan telepon diputus sepihak oleh Chris, ia kembali berjingrak riang mengekspresikan kesenangannya. Merasa bangga pada dirinya sendiri karena telah berhasil mengumpulkan potongan puzzle yang hilang.
Sebelum ia mendadak berhenti berjingkrak dengan raut wajah yang berubah total, kala ia baru menyadari bahwa potongan puzzle yang hilang itu sama rumitnya dengan puzzle itu sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jalan sekitar gedung kosong, Seoul. 07:05pm.
Noah tengah dipusingkan dengan keadaan didepannya. Sore tadi saat ia sedang menuju titik pertemuan anggota Bangtan, Oscar menghadangnya. Mengatakan bahwa ia harus membatalkan tawuran itu bagaimanapun caranya.
Sedikit banyak, Noah mengerti maksud Oscar mengatakan itu padanya. Oscar hanya tidak ingin direpotkan dengan segala bentuk permintaan ganti rugi, belum lagi mengurus para polisi.
Memang orang tua member Bangtan bisa saja mengurus semua itu karena hubungan keluarga keempat keluarga konnglomerat itu cukup harmonis. Tapi tetap saja, misi ini adalah tanggung jawab mereka. Apapun yang terjadi pada target pengawasan maupun korban mereka, semua itu merupakan tanggung jawab pemilik misi.
Karena itu, Oscar dan Chris berusaha sebaik mungkin menempatkan target pengawasan mereka di zona yang memiliki resiko paling sedikit. Hal itu juga bertujuan mempermudah mereka dalam mengawasi target mereka.
Kembali pada Noah yang tengah dilanda pening dadakan, suasana tempat itu semakin ramai oleh suara pukulan dan tendangan. Tak sedikit juga senjata yang mereka bawa. Setelah berbagai penimbangan, Noah memutuskan untuk membantu mereka agar tawuran ini cepat berakhir.
Sedangkan Yoongi yang berdiri sekitar 6 meter darinya tengah fokus menghadapi dua orang musuh dihadapannya. Tubuhnya dengan sigap menghindar ketika pukulan dilayangkan dari pihak musuh.
Memundurkan langkahnya, Yoongi mencari celah untuk menyerang. Sembari fokus dengan gerakan lawan dibelakangnya, Yoongi melihat celah yang cukup besar untuknya menyerang musuh didepannya.
Segera Yoongi melancarkan serangan ketika tanpa sengaja, matanya menangkap sosok yang berdiri di kejauhan. Tertutupi oleh bayangan gedung kosong yang cukup jauh dari tempat Yoongi berdiri, membuatnya tidak bisa melihat postur tubuh orang itu.
Melupakan dirinya yang tengah melancarkan serangan, ia terus memandang orang yang Yoongi yakin juga tengah memandangnya. Fokusnya terbagi sekarang, musuhnya yang menyadari kelengahan Yoongi segera memukul tulang rusuk Yoongi dengan segenap kekuatannya.
Pria yang baru saja memukul Yoongi menatap ke arah teman-temannya, kemudian menyeringai lebar. Kekalahan pertama Bangtan. Ia merasa puas, memandang Yoongi sekali lagi sebelum menyuruh teman-temannya untuk pergi dari tempat itu.
Meninggalkan seluruh anggota yang terkapar di jalan dengan pakaian penuh darah, termasuk Noah yang terbaring terengah sebelum kehilangan kesadarannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jembatan Sungai Han, Seoul. 07:14pm.
Chris berlari sekuat tenaga, tubuhnya yang menjerit kelelahan tidak dipedulikannya. Tadi ia mendapat sinyal darurat dari Noah saat Oscar tengah pergi mencari informasi. Alhasil, ia harus pergi sendiri dengan berlari.
Merasa ada sesuatu yang janggal, Chris memelankan larinya. Malam ini sungai han begitu sepi, membuat jalan yang dilaluinya terasa cukup mencekam. Chris yang pada dasarnya penakut mulai merinding, pikiran buruk memenuhi pikirannya.
Sejak tadi Chris memang merasa diikuti oleh sesorang, atau sesuatu? Ia penasaran siapa yang mengikutinya, tapi rasa takut yang mendominasi membuatnya urung untuk berbalik. Tapi kali ini dia merasa akan mati penasaran jika tidak berbalik, jadi dia mencoba mengumpulkan keberaniannya.
Setelah sekian lama bertarung dengan rasa takutnya, Chris memutuskan untuk berbalik. Dan ia merasa itu merupakan pilihan yang buruk ketika seia mendapati sesosok orang tengah memandangnya dari ujung jembatan yang berdiri dibawah bayang pohon.
Refleks, Chris memutuskan untuk mengabaikan sosok itu dan berlari lebih cepat. seskali ia menoleh kebelakang dengan perasaan was-was, barangkali sosok itu mengikutinya. Mengetahui bahwa sosok itu ternyata telah menghilang, Chris kembali fokus berlari menuju tujuan utamannya. Tempat tawuran Bangtan Gang.
Chris melewati beberapa penyebrangan jalan dan jalan gelap dengan pencahayaan temaram sebelum akhirnya sampai di tempat tujuannya. Matanya membulat shock ketika ia disuguhkan pemandangan member Bangtan dan Noah yang terkapar tak sadarkan diri dengan darah yang mengotori pakaian mereka.
Chris mendesah lega setelah meeriksa mereka satu persatu. Hanya pingsan, batinnya. Otaknya mulai kembali berpikir langkah yang harus diambilnya untuk membawa mereka sekaligus, disaat ia tak mungkin membawa mereka kerumah sakit jika tidak mau terjadi kehebohan.
Air mukanya berubah cerah saat mendapat sebuah ide yang dirasanya cemerlang. Dengan tergesa dia menelepon butler-nya, Jackson, untuk menjemputnya serta membawa mobil untuk membawa mereka. Chris kemudian tersenyum lega sebelum kembali fokus ke ponselnya, mencoba mengabari Oscar tentang hal ini.
T.B.C.
Hello~
Udah mulai masuk konflik nih~
Ada yang mau nebak siapa yang ngikutin Jimin?
Ada yang menunggu update-an ku?
Oke deh sampe sini aja, see you next chapter!
Bye~
KAMU SEDANG MEMBACA
EPOCH | VMON Brothership
FanfikceKim Taehyung hanyalah seorang nerd yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya. Main cast: Kim Taehyung as Oscar Armstrong a.k.a V Park Jimin as Christian Park a.k.a Je Min Yoongi a.k.a Suga Kim Namjoon ✔Brothership
