Café Rogue, Distrik Yongsan. 02:10am.
'Kring...'
Chris melangkah masuk ke sebuah cafe. Matanya menyusuri setiap jengkal cafe tersebut, mencari seseorang. Ia tersenyum simpul saat menemukan orang yang dicarinya. Tanpa ragu, ia melangkahkan kakinya menuju meja di mana orang itu duduk menunggu.
"Maaf, lama menunggu?" sapa Chris sembari duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan orang itu.
"Menurutmu?" sinis pria yang kini duduk dihadapan Chris yang langsung mengumpat pelan, merutuki sifat dingin pria di hadapannya ini. Sungguh, sifat dingin pria dihadapannya ini berbanding terbalik dengan wajahnya yang seperti kucing. Yah, meskipun kulit putih pucatnya sangat mendukung sih.
"Oke, maaf kalau begitu. Namaku Christian Park, Park Jimin adalah nama samaranku di sini. Senang bertemu denganmu," perkenalan singkat Jimin tanpa sadar membuat pria itu mendengus kesal. Hei, yang dia butuhkan saat ini hanyalah codename-nya dan temannya, bukan namanya. Peduli apa dia dengan nama pria mochi ini?
"Tidak usah basa-basi, aku hanya butuh codename-mu dan temanmu itu," mendengar ucapan dingin pria itu sontak saja membuat Jimin bergidik ngeri. Apa dia jelmaan kucing kutub yang hobi makan cabai hingga bisa bicara sedingin dan sepedas itu?
"Err... Okay, codename-ku Je dan codename temanku V. How about you?" Pria pucat itu menyeringai tipis, membuat Chris lagi-lagi bergidik ngeri. Entah kenapa aura yang dipancarkannya hampir sama seperti Si Alien Gila satu itu.
"Suga. Itu codename-ku."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kantin dalam, BigHit Academy. 09:50am.
"Ada apa ini?"
Oscar sontak mengangkat kepalanya saat mendengar suara itu. Familiar namun asing pada saat yang sama. Ia memandangi orang itu begitu lekat, pria itu begitu sempurna dengan rambut light brownnya yang tertata rapi mengikuti model rambut kekinian serta wajah dan postur tubuh bak model yang membuat yeoja manapun jatuh hati.
"N-namjoon seonbae, kami hanya sedang memberinya sedikit pelajaran karena penampilannya sudah merusak citra sekolah kita sebagai sekolah elite, seonbae."
Mendengar perkataan perempuan yang baru saja menyiramnya dengan kuah ramyeon itu membuat Oscar mengerang jengkel. Apanya yang sekolah elite? Sekolah ini lebih terlihat seperti sekolah untuk para berandal dan penindas. Sekali lagi, apa dengan hal itu sekolah ini pantas disebut sekolah elite? Yang benar saja!
Lupakan rencananya meminta tip! Oscar akan meminta bayaran dua kali dari yang seharusnya! Ugh, misi ini benar-benar menguji kesabaran Oscar.
Dengan posisi berlutut dan menunduk, Oscar melirik ke arah kanan dan kirinya. Mencoba menerawang apa yang dilakukan siswa lain saat ini. Namun, ia menyesalinya sedetik kemudian. Oscar terkekeh sinis dalam benaknya ketika seluruh mahasiswa di kantin hanya diam menonton tanpa mau menolongnya, tak sedikit juga dari mereka yang menertawainya. Oscar menghela napas dan menahannya sebentar sebelum dihembuskan, dalam hati mengumpati mereka semua yang menguji kesabarannya.
Disaat Oscar sedang sibuk mengumpati mereka dalam pikirannya, Namjoon, pria yang bertanya tadi mendekat, memaksa Oscar untuk mengangkat kepalanya, mengucapkan kata yang membuat Taehyung ingin sekali menembaknya dengan pistol 440 cor-bon favoritnya, kalau saja ia tak ingat bahwa pria itu adalah orang yang harus dilindunginya. "Sedikit pelajaran tidak akan menyadarkan si miskin ini. Bagaimana kalau membuatnya menderita? Kurasa itu cukup menyenangkan," ucapannya sontak mendapat persetujuan ketiga teman se-gangnya yang kemudian langsung menghajar Oscar dengan brutal.
T.B.C
Halo~
Kita ketemu lagi~
Makasih yang udah mau baca dan mengapresiasi book ini~
Untuk lusa, rencananya mau double up.
Yes or no?
KAMU SEDANG MEMBACA
EPOCH | VMON Brothership
FanfikceKim Taehyung hanyalah seorang nerd yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya. Main cast: Kim Taehyung as Oscar Armstrong a.k.a V Park Jimin as Christian Park a.k.a Je Min Yoongi a.k.a Suga Kim Namjoon ✔Brothership
