"Maljum kali ini, giliran kalian semua yang bercerita secara bergiliran, apakah ada disini yang memiliki sebuah cerita?" Tanya Nanaz.
"Etto....apakah harus cerita horror?" Tanya Riku sambil mengangkat tangan kanannya.
Nanaz menggeleng.
"Tidak juga, kalian bisa bercerita tentang apapun. Tapi kalau bisa sih cerita horror, Rik" jawab Nanaz.
Riku mengangguk paham.
"Rikkun pasti banyak cerita horror di pikirannya, mengingat...." Gumam Tamaki.
"....Nanase bisa melihat sesuatu ataupun merasakan sesuatu yang kita tidak bisa...." Gumam Gaku.
"....Anak Indihome...desu" gumam Nagi.
GEPLAK!!
Sogo mencubit lengan Tamaki dan menatapnya horror, Nagi di-geplak (?) punggungnya oleh Mitsuki, dan Tenn menginjak kaki Gaku dengan sangat keras.
"Tidak baik membicarakan orang ketika dia sedang ada di depan kalian meski hanya sekedar bergumam" ucap mereka bertiga berbarengan.
Sedangkan Nanaz hanya sweetdrop melihatnya.
"Sudah sudah! Lama-lama ku depak dari dorm, baru tau rasa!"
"Maaf...."
Nanaz menghela napasnya dan menatap Riku.
"Silahkan bagi ceritamu kepada kami, Riku"
Riku mengangguk, dan memasang raut serius.
"Ini mungkin bukan cerita horror, tapi sebuah pengalamanku ketika....pergi ke suatu dunia paralel"
Yang lain hanya menatap Riku tak percaya, mereka memutuskan untuk mendengarkan sebelum berkomentar.
. . .
Hari itu, kalian semua sedang pergi bekerja....
Aku tidak ikut bersama kalian karena sedang sakit, dan berbaring di tempat tidurku.
Saat memejamkan mataku, aku merasa diriku melayang....dan aku tidak bisa membuka mataku saat itu.
Aku berpikir,
Apakah Tenn-nii mengangkatku? Dan membawaku ke tempatnya?
(Tenn: °_°)
Atau hanya perasaanku saja?
Kemudian, semuanya begitu tenang.
Aku pun membuka kedua mataku, dan melihat bangunan tinggi menjulang di depanku.
"Ini....dimana?"
Aku melihat sekitarku, dan menemukan orang yang sangat mirip denganku yang tengah berjalan ke dalam bangunan itu.
Aku pun mengikutinya karena aku penasaran dengan orang itu.
"Apakah dia seorang dokter? Tapi....bukankah dia terlalu muda untuk seorang dokter?" Gumamku.
Kemudian, orang itu pergi ke ruangannya dan berjalan ke rak buku. Dia menarik salah satu buku yang ada disana dan munculah...ruang rahasia.
Weh Weh...a***r! Keren banget!! Batinku.
(Tenn: kenapa kau mengatakan kata itu?!)
(Nanaz: Hey Riku! Jaga bahasamu!)
(Iori: Apa yang terjadi dengan Nanase-san yang polos....?)
(Riku: Atuh...diem dulu🥺)
Aku mengikutinya masuk ke ruang rahasia itu, dan disana terdapat ruangan besar yang diduga sebagai pusat penelitian.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Memorable Life
Fiksi PenggemarBerselang 2 tahun dari cerita original IDOLiSH7. Nanase Riku (20 tahun) yang ditinggalkan kedua orang tuanya dan juga Kakak perempuannya karena kecelakaan hebat saat berumur 10 tahun, dan dimana ia diasuh oleh keluarga Takanashi, menjadi seorang sol...
