Bego, gw lupa ngiket si Marco.
"AAAKHHH GIMANA KALO PAS GW BALIK DIA UDH GA ADA DI NTU RUMAH?! TRUS DIA KELUAR, ADA TITAN, TRUS HAP HAP HAP LALU DI LAHAP?!" Rasa takut mulai menghujani dirimu. "Tunggu, sekarang dah waktunya gw keluar. Coba cek."
Tanganmu merogoh kantung Jaketmu dan mengambil Jam yang kau ambil dari Prajurit Pasukan Penjaga tadi.
"Oh iya, udah jam tujuh. Wow.. Tak ku sangka penyiksaan ini--"
*blughblegeblegeb*
Desahan- gak, suara aneh dari Titan membuat seisi tubuhnya bergetar.
( ͡° ͜ʖ ͡°)
Kek gempa gitu.
"Huaaaugghh..." bersamaan dengan Suara yang di keluarkannya, kau menjadi terombang ambing di dalam.
"INI KENAPA?!"
Kau terlempar ke kiri, lalu ke kanan. Dan selepas itu..
*BUGH*
"AAAA-- oh, udah berhenti." lalu kau mengelus dada. "Gw kira gw bakal teleport ke Vrindavan njir, tapi ternyata si Titan menjatuhkan diri gegara ngantuk." Karna kau kesal atas perbuatan Titan yang membuat jantungmu sasageyo, kakimu menendang Titan itu. "Asu kau."
Kalau ini Titan tidur, berarti semua Titan juga sama. Serentak kau berpikir, kau membuat pose tangan X kedepan dengan pedang di genggam.
Lalu berputar menggunakan bantuan Gas MM3D.
"AAAAAA!!!" Tapi kepala Titan itu masih belum putus juga. "PEGEL TANGAN GW BABIE AAAAAAAA--"
*ZHLAT*
Saat kau tahu Kepala Titan itu sudah terlepas, kau pindahkan Jangkarmu lebih ke bawah; agar Kepala Titan itu bisa merosot. Jatuh.
"Ugh-!!" berhasil! Tapi uapnya banyak banget astaga. Dan karena itu, kau menutup kedua matamu dengan lengan Bajumu.
Lalu setelah kau bisa merasakan Uap panas semakin lama semakin berkurang.
DUARR melek.
Kau membuka kedua matamu, dan langit Malam yang penuh dengan Bintang-Bintang terbentang indah di angkasa. Aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat Erwin mati.
( ͡° ͜ʖ ͡°)
If you santet aku, FF ini shindeiru. Hoho.
"Fuaahh.. Akhirnya, ok mari kita lihat ke kanan-," tidak ada Orang. "Ke kiri-," ada Titan bobo manjah. "Kemana mana-," dan kau berputar putar melihat sekeliling untuk memastikan bahwa kau benar benar sendirian. "Oke, aman."
Kau menggunakan MM3D mu untuk sekali lagi, dan loncat keluar dari tubuh Titan Abnormal itu.
"Hmm.. Lebih baik langsung ke tempat Marco, atau cari makan? Hmm.. Tapi aku harus memastikan bahwa Marco benar benar aman. Tapi.. Perut.." tangan kananmu mengelus perutmu dengan pelan. "Akh, ke Marco dulu wae lah."
Setelah kau memutuskan pilihanmu, kau kembali mengambil Handle MM3D untuk pergi kesana lebih cepat.
Namun tidak bisa.
Karena sedari tadi kau sudah menggunakannya, Gas peralatanmu itu habis.
"OH, AYOLAH! Cih.. Nasib gini amat." lalu kau kembali menaruh Handle nya ke tempat semula. "Memang diri ini harus berjalan dengan pelan. Dan mungkin saja akan ada temu kangen dengan kentang." dan kakimu pun mulai berjalan, di iringi hela nafas letihmu. "Ku rindu nasi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Are You Ready To Rumble? (Attack on Titan Reader Insert)
FanfictionBagaimana bisa, kau yang beda dunia menjadi bagian dari mereka? Ya bisa lah, ff gitu loh /tabok ©Hajime Isayama Attack On Titan is NOT mine Except Roma, and (Y/n). They. Are. Mine. Shh Semua di mulai karna Roma Rivoult; si tukang ribut yang kebosana...
