Baru enam bulan menjadi karyawan, Magenta sudah dihadapkan dengan pilihan tersulit dalam hidupnya --dilamar oleh atasan sendiri. Gadis itu tidak mengerti bagaimana seorang pria cuek, keras kepala, dan dingin seperti Jung Jaehyun bisa mengungkapkan k...
Disclaimer : I don't own this picture below. All credit goes to googleand instagram!
Jangan lupa tandai kalau aku ada typo ya! Selamat membaca :)))
** ** **
Pagi itu hujan turun cukup deras di Ibukota Jakarta. Untungnya aku bisa datang tepat waktu di kantor meskipun dengan sedikit basah di beberapa titik baju. Berlari kecil menuju lift, lagi-lagi aku berpapasan dengan Pak Jaehyun. Pria itu menoleh ke arahku ketika menyadari bahwa ada seseorang di dekatnya, lalu melemparkan sebuah senyuman hangat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Satu hal yang kemudian aku sadari tentang pria ini adalah bahwa dirinya terlihat lebih rapi dan memesona serta aroma tubuhnya yang juga wangi.
"Ada yang salah dengan saya?" Pria itu menyadari jika aku sedang mengamatinya dari jauh.
Mendengar Pak Jaehyun berkata demikian, aku langsung menggelengkan kepala dan mengalihkan perhatianku pada objek atau benda lain --yaitu sebuah papan iklan pada pintu lift.
Kami segera memasuki lift begitu pintu terbuka. Aroma tubuhnya yang wangi semakin tercium olehku ketika berada di dalam, ditambah dengan kondisi lift yang sepi.
Tiba di lantai 17, Pak Jaehyun berjalan mendahuluiku memasuki ruang Divisi. Beberapa orang yang terlihat sedang berkumpul di kubikel milik Pak Doyoungtampak memandangi pria tersebut dengan takjub dan terpesona.
"Buset, ini cuma gue doang yang merasa atau Pak Jaehyun memang lagi kelihatan bersinar banget pagi ini?" Ujar Haechan yang terkesima dengan penampilan Pak Jaehyun.
"Mana wangi banget lagi pas dia lewat." Balas Jeno yang baru saja tiba dari arah pantry.
"Tunggu sebentar, kayak kenal gue nih wangi." Sahut Pak Doyoung yang tampaknya sudah hafal dengan wewangian. Selesai berbincang dengan mereka, aku langsung berjalan ke arah kubikelku dan menyalakan komputer.
"Gue yakin banget sih Pak Jae beneran lagi jatuh cinta." Sahut Mark dari balik kubikelnya.
"Gila, wangi bener sih dia hari ini." Balas Lucas seraya menghirup sisa wewangian dari Pak Jaehyun.
"Parfum gue yang refillbakal insecure deh kayaknya sama parfumnya Pak Jae." Timpal Mark lagi, yang seketika membuatku tertawa terbahak.
"Mending lah. Parfum gue modal minta sama adek." Ujar Lucas.
"Ini kenapa pada banding-bandingin parfum ya? Kayak nggak ada kerjaan aja lo berdua." Mbak Julia buka suara. Perempuan itu terlihat sedang menutupi hidungnya dengan selembar tissue.
"Lo nggak nyium apa mbak? Pak Jae wangi banget hari ini." Ucap Mark.
"Nggak bisa," Mbak Julia menggelengkan kepala, "hidung gue lagi mampet nih." Lanjut perempuan itu.