Fast update because it's Friday!
Happy Reading!
** ** **
Ini adalah hari ke-7 sejak Pak Jaehyun mengutarakan niat dan keinginannya untuk melamarku. Setiap hari kami berpapasan dan tidak jarang aku terjebak dalam situasi sulit --seperti misalnya saat Divisi kami merayakan ulang tahun anggota setiap bulannya, dimana aku dan Pak Jaehyun lahir pada bulan yang sama, yaitu Februari.
"Terima kasih semuanya sudah hadir. Seperti yang kalian ketahui, setiap bulannya Divisi kita selalu merayakan ulang tahun karyawan. Menurut data yang gue dapat, selain Pak Jae dan Pak Doy, ada lagi yang ulang tahunnya di bulan Februari." Ujar Mbak Julia kepada semua karyawan. Perempuan itu juga tampak melirik ke arahku sekilas. "Magenta sini ayo maju ke depan."
Sorak sorai dan riuh tepuk tangan memenuhi ruangan rapat siang itu. Aku yang sedang duduk pun diminta Mbak Julia untuk berdiri di antara Pak Jaehyun dan Pak Doyoung. Aku yang tidak ingin merusak suasana langsung melakukan apa yang diminta oleh Mbak Julia.
"Genta, ulang tahun yang ke berapa?" Tanya Jeno --staff bagian Rekrutmen dan Pengembangan karier.
"Perasaan lo kemaren udah nanya deh Jen ke Mbak Julia. Kok sekarang nanya lagi?" Ujar Mark, yang spontan menimbulkan kegaduhan di dalam ruang rapat.
Jeno menghela napas berat. "Nggak suka banget kayaknya lo kalau gue nanya."
"Dari pada ribut ya lo berdua, mending kasih kesempatan Magenta buat jawab pertanyaan barusan. Ayo silakan Magenta." Ucap Mbak Julia.
"Umur saya dua puluh satu tahun." Jawabku pelan.
"Lo masih kuliah?" Terdengar suara dari arah kiri --Haechan --staff bagian Rekrutmen dan Pengembangan Karier yang lain.
"Udah lulus sidang, tinggal nunggu wisuda."
"Dimana emang kuliahnya?" Tanya Jeno lagi.
"Di salah satu perguruan tinggi swasta. Udah ya basa-basinya lo pada. Kalau mau buka qna bisa nanti setelah acara selesai." Sahut Mbak Julia.
"Kalau Pak Doy ulang tahun yang ke berapa?" Ujar Pak Taeyong yang diakhiri dengan kekehan kecil.
"Perasaan kita bareng udah lebih dari lima tahun deh, dan lo masih nanya umur gue berapa? Keterlaluan." Balas Pak Doyoung.
"Gue lupa."
"Dua puluh sembilan kalo lo mau tahu." Jawab Pak Doyoung.
"Kalau Pak Jaehyun ya keberapa, pak? Saya dari dulu penasaran." Tanya Haechan.
"Dua puluh delapan tahun." Balas Pak Jaehyun.
"Anda berdua sudah tua ya rupanya." Ejek Pak Taeyong.
"Perasaan di antara kami berdua, lo yang paling tua deh, Yong." Sahut Mas Doyoung yang terkenal dengan mulut tajamnya.
"Bapak-bapak sekalian, ini bisa kita mulai aja nggak acaranya? Kasihan Magenta kalau harus berdiri di antara Pak Jae dan Pak Doy." Seru Mbak Julia, membuat semua orang terdiam. Jika Mbak Julia sudah bersabda, maka tidak ada yang bisa berkomentar, Pak Jaehyun sekali pun.
** ** **
"Babe, bulan depan lo ikut gathering Divisi, kan?" Tanya Mbak Julia sambil mengunyah permen karet yang baru saja diberikan Mark.
Aku mengernyitkan dahi. "Daftarnya ke siapa sih, mbak?"
"Mbak Joy, babe. Daftar sana lo, gue nggak mau tahu ya pokoknya lo harus ikut! Siapa pun yang berada di bawah asuhan gue kudu ikut, gue nggak menerima penolakan!" Tegasnya.
"Males, ah. Aku mau rebahan aja di rumah." Kataku sambil bergurau.
"Heh," Mbak Julia mencubit pipiku pelan, "lo itu anak gue. Jadi, harus ikut. Gue juga udah bilang ke Mark sama Lucas supaya mereka ikut. Lagian sayang tahu kalau lo nggak ikut tetep harus bayar uang pendaftarannya. Emang lo mau duit lo dipake buat mereka yang ikut? Sedangkan lo di rumah cuma rebahan doang?"
"Iya, iya, iya, aku ikut kok. Tadi cuma bercanda, Mbak Juliaku sayang." Ujarku diakhiri kekehan kecil. "Eh, tapi ngomong-ngomong emangnya Mbak Julia sendiri udah daftar buat gathering?" Tanyaku balik kepada Mbak Julia.
"Belum," Mbak Julia menggelengkan kepala, "eh atau besok aja yuk bareng sama gue daftarnya!"
"Besok? Boleh." Aku memberikan thumbs up pada Mbak Julia sebelum melanjutkan kembali pekerjaanku.
** ** **
Setelah berakhirnya jam makan siang, aku kembali melanjutkan pekerjaanku. Namun, tiba-tiba saja sebuah suara terdengar memanggil namaku --Mbak Julia. Aku pun menoleh ke arahnya.
"Babe, tolong kasih ini ke Pak Jaehyun ya." Pinta perempuan itu sambil mengarahkan sebuah dokumen kepadaku.
Setiap kali harus bertatap muka dengannya, aku selalu merasa tertekan dan gusar. Aku hanya khawatir orang-orang di Divisi ini akan curiga dan mengetahui keadaan yang sebenarnya.
"Permisi pak, saya mau antar dokumen." Ujarku dengan suara serak.
"Masuk."
Setelah mendengar aba-aba darinya, aku segera memasuki ruangan Kepala Divisi tersebut. "Ini ada dokumen dari Mbak Julia." Ujarku kepada Pak Jaehyun seraya meletakkan dokumen tersebut di atas meja miliknya.
"Biar saya cek dulu." Pria itu menyambar dokumen yang baru saja aku letakkan, lalu memeriksanya satu per satu. Ini adalah bagian tersulit --dimana aku harus menunggu Pak Jaehyun selesai memeriksa dan memastikan tidak ada kesalahan, baru setelah itu aku bisa keluar dari tempat ini. "Oke, ini dokumennya sudah saya periksa, bisa kamu kasih lagi ke Julia."
"Baik, terima kasih Pak. Kalau gitu saya --"
"Tunggu sebentar Magenta, sebelum kamu keluar dari sini, ada satu hal yang saya mau tanyakan ke kamu." Pak Jaehyun memotong ucapanku dan menarik kembali dokumen yang akan dia berikan kepadaku.
"Pak Jaehyun mau tanya apa ya ke saya?" Tanyaku pelan.
Pria tersebut menghela napas berat sebelum berbicara. "Apa --apa kamu merasa tertekan kalau berada di dekat saya?" Tanya pria itu sambil menatap ke arahku dengan intens.
"Maksud bapak?"
Ia menghela napas berat. "Saya nggak tahu apa yang kamu pikirkan tentang saya, tapi yang pasti saya nggak mau membuat kamu merasa tertekan atau tidak nyaman setiap kali bertemu dengan saya. Itu hanya akan mengganggu pekerjaan kamu. Jadi, tolong jujur saja ke saya." Katanya.
"Sa -saya nggak merasa tertekan kok." Dustaku. Nyatanya aku masih saja berbicara terbata-bata setiap kali ada kesempatan bertatap muka dengan pria ini. Sejujurnya rasa tertekan dan gusar itu selalu muncul karena aku merasa khawatir orang-orang akan beranggapan buruk tentang diriku.
"Benar begitu?"
"Iya."
"Baik, kamu bisa keluar sekarang."
** ** **
[To be continue]
Apakah sejauh ini apa kalian enjoy baca cerita ini?
Also bonus picture of Jaehyun and Doyoung because they're hot

KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]
FanfictionBaru enam bulan menjadi karyawan, Magenta sudah dihadapkan dengan pilihan tersulit dalam hidupnya --dilamar oleh atasan sendiri. Gadis itu tidak mengerti bagaimana seorang pria cuek, keras kepala, dan dingin seperti Jung Jaehyun bisa mengungkapkan k...
![Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]](https://img.wattpad.com/cover/246898603-64-k903721.jpg)