Disclaimer:
I don't own this picture below. All credit goes to google.com
Tolong tandai kalau ada typo ya!
Happy Reading!
** ** **
Tepat satu minggu yang lalu aku dan Pak Jaehyun memutuskan untuk berpacaran. Kami yang tidak memiliki banyak waktu ketika berada di kantor terkadang menggunakan kesempatan setelah jam kerja untuk berkencan dengan menonton film di bioskop atau sekadar menghabiskan waktu di kafe sambil berbincang.
Siang itu, lima belas menit sebelum waktu break, Pak Jaehyun mengirimiku sebuah pesan singkat yang berisi ajakan makan siang. Satu minggu terakhir pria itu memang selalu menghabiskan waktu makan siangnya dengan Para Direksi.
Pak Jaehyun
|Temui saya di basement
|Kamu makan siang bareng saya
Tidak berselang lama, Pak Jaehyun terlihat keluar dari ruangannya. Bersamaan dengan itu, Mbak Julia mengajakku untuk segera bersiap-siap. "Genta, yuk siap-siap."
"Kayaknya aku nggak bisa makan siang bareng Mbak Julia deh." Ujarku.
"Tumben, mau makan bareng siapa lo? Gebetan, ya?" Kalimatnya tepat sasaran, tetapi aku memilih untuk menggelengkan kepala dan memberikan alasan lain agar dirinya tidak menaruh curiga kepadaku.
"Apa itu --kebetulan temen aku ada yang kantornya dekat sini, dan dia ngajak makan di tempat lain." Dustaku.
"Oh, gue kira sama gebetan. Ya udah, gue bareng sama Mark atau Lucas aja berarti." Mbak Julia tersenyum dan segera berlalu meninggalkanku. Perempuan itu tampak menghampiri Lucas dan Mark yang sedang berdiri di dekat pintu masuk Divisi. Aku menunggu sebentar hingga kondisi agak kondusif sebelum akhirnya berlalu menuju basement.
Sesampainya di basement, aku segera menghampiri Pak Jaehyun yang terlihat sedang bersandar pada dinding di sudut ruangan.
"Pak Jaehyun nunggu lama, ya?" Ujarku ketika berhasil mendekat.
Pria itu melemparkan sebuah senyuman dan tanpa berbicara ia meraih tangan kananku dan menggenggamnya. "Yuk," adalah kata pertama yang terlontar dari bibir Pak Jaehyun. Kami berjalan menuju mobil yang terparkir di sudut basement.
"Pak, nanti ada yang lihat." Aku berusaha untuk melepaskan genggaman tangan pria tersebut, tetapi Pak Jaehyun seperti sengaja tidak mendengarkan ucapanku dan malah semakin mengeratkan genggaman tangannya.
"Masuk," Pak Jaehyun membukakan pintu mobilnya, dan aku mengikuti perkataan pria itu, "kamu mau makan apa?" Ujarnya setelah berhasil memasuki mobil.
"Terserah." Balasku.
Terdengar helaan napas darinya. "Wanita kalau ditanya selalu gitu ya jawabannya?"
"Maksud Pak Jaehyun?" Kataku.
"Wanita kalau ditanya mau makan apa pasti balasannya terserah. Sekarang saya tanya, kalau saya ajak kamu makan di kaki lima memangnya mau?"
Aku mengernyitkan dahi mendengar kalimatnya barusan. "Pak, selama ini saya sering makan di amigos loh, yang tempatnya nggak berbeda jauh dari jajanan kaki lima. Pertanyaan bapak tadi salah sasaran." Kataku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]
Fiksyen PeminatBaru enam bulan menjadi karyawan, Magenta sudah dihadapkan dengan pilihan tersulit dalam hidupnya --dilamar oleh atasan sendiri. Gadis itu tidak mengerti bagaimana seorang pria cuek, keras kepala, dan dingin seperti Jung Jaehyun bisa mengungkapkan k...
![Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]](https://img.wattpad.com/cover/246898603-64-k903721.jpg)