Fast update karena besok libur!
Maaf kalau banyak typo.
Happy Reading xx
** ** **
Sejak pulang dari Bandung, tiba-tiba saja aku terus memikirkan Pak Jaehyun. Pria tersebut nyatanya masih belum menyerah untuk mendapatkan jawaban dariku perihal lamarannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pertemuan kami di kantor dan caranya memperlakukanku benar-benar telah menunjukkan kalau aku mungkin memang menyukainya.
Namun, bukan berarti aku akan menerima lamarannya begitu saja. Aku masih membutuhkan waktu untuk mengungkapkan bagaimana perasaanku terhadapnya.
"Genta, hari ini lo ada jadwal lembur kah?" Lucas datang ke kubikelku dan bersandar di sana.
"Kayaknya nggak ada deh, kenapa emang?" Balasku seraya menyiapkan laporan hasil diklat beberapa waktu lalu.
"Temenin gue cari baju yuk!"
"Cari baju dimana?" Tanyaku, masih fokus dengan pekerjaan.
"Hmmm, Grand Indonesia kali ya?"
"GI? Boleh," aku menyetujuinya, "lo bawa kendaraan sendiri?" Tanyaku.
"Gue sih bawa motor, tapi helmnya cuma satu. Gimana ya enaknya?"
"Gini aja deh, lo naik motor, gue nanti bisa pesan ojek online dari kantor. Jadi, kita ketemuan langsung di sana."
"Sebentar, kayaknya Mark bawa dua helm deh. Gue tanya dulu ya ke dia." Pria itu kemudian berlalu dariku dan terlihat menghampiri Mark di kubikelnya. Tak berselang lama, Lucas kembali dan memberitahu bahwa Mark akan meminjamkan helm miliknya.
Setengah jam sebelum makan siang, aku melihat Pak Jaehyun keluar dari ruangannya dan berjalan dengan tergesa-gesa. Kemungkinan pria tersebut akan makan siang dengan para direksi --mengingat beberapa hari ini dirinya tidak pernah lagi ikut makan siang bersamaku dan Mbak Julia.
Ketika waktu menunjukkan pukul dua belas, aku dan Mbak Julia segera bersiap-siap. Di tengah perjalanan --atau tepatnya pada saat kami sudah berada di lobby, aku melihat Pak Jaehyun bersama jajaran direksi sedang berbincang.
Pandanganku kemudian terarah pada sosok perempuan cantik yang sedang berdiri di samping Pak Jaehyun --Angel. Keduanya bahkan tampak akrab, tidak seperti yang dikatakan pria itu ketika kami berada di Bandung --dimana dirinya dan Angel sudah lama tidak saling berkomunikasi. Melihat kedekatan mereka, aku agak cemburu.
"Lo ngeliatin siapa sih?" Suara Mbak Julia seketika membuatku tersadar.
"Hah? Bukan siapa-siapa kok, mbak." Dustaku.
"Eh, kok kalian nggak nunggin gue sih?" Tiba-tiba saja seseorang bersuara dari arah belakang kami --Lucas.
"Heh, bikin kaget!" Semprot Mbak Julia.
"Sori," katanya, "tapi kenapa pada nggak nungguin gue dah? Tega amat." Lucas kini menjajarkan langkahnya dengan kami.
"Tadi kan lo lagi rapat bareng Doy, makanya gue tinggal aja." Balas Mbak Julia.
"Tapi kan bisa nunggu."
"Lo kalau rapat sama Doy pasti lama. Gue sama Genta keburu lapar. Jadi, kita tinggal aja deh."
** ** **
Setelah makan siang, aku kembali bekerja. Suasana di dalam ruangan divisi terasa lebih kondusif, yang terdengar hanya lah suara musik dari laptop Mbak Julia, suara ketikan keyboard dan suara seseorang dari kubikel lain yang sedang menelepon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]
FanfictionBaru enam bulan menjadi karyawan, Magenta sudah dihadapkan dengan pilihan tersulit dalam hidupnya --dilamar oleh atasan sendiri. Gadis itu tidak mengerti bagaimana seorang pria cuek, keras kepala, dan dingin seperti Jung Jaehyun bisa mengungkapkan k...
![Let's Get Married [NCT Jung Jaehyun]](https://img.wattpad.com/cover/246898603-64-k903721.jpg)