OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mama Davin is calling ....
Begitu nama yang tertera pada layar ponsel Tanisha, membuat senyum Jaehyun dilahap oleh tanda tanya mengapa istrinya dihubungi oleh ibu mendiang mantan kekasihnya. Jaehyun mengepalkan tinjunya, bukan karena marah, melainkan karena dia berusaha untuk tidak lancang menjawab panggilan yang masih menyala, seakan menantikan sebuah jawaban. Davin. Nama yang tidak pernah Jaehyun ingat lagi setelah tahu kalau pria itu tiada. Nama yang bahkan jika memang pemiliknya masih hidup, Jaehyun tidak ingin mengenalnya.
Sudah cukup dulu Davin menjadi penghalang baginya untuk bersama Tanisha, termasuk orang-orang di sekeliling Davin yang rupanya masih berhubungan dengan Tanisha. Panggilan itu akhirnya diputus secara sepihak karena Jaehyun tidak kunjung menjawabnya. Jaehyun kira, Mama Davin akan membuat panggilan kedua. Rupanya dugaan Jaehyun salah karena berikutnya keheningan menyelimuti kamar. Seharusnya Jaehyun senang karena tidak ada yang mengganggu kebahagiannya lagi, tetapi nama Davin tidak bisa dienyahkan begitu saja.
Padahal hanya nama, padahal yang menghubungi Tanisha juga bukan orangnya, tetapi tetap mengganggu sampai Jaehyun sulit untuk melupakannya. Jika saja Jaehyun tadi dengan lancang mau menjawab panggilan dari Mama Davin, dia bisa mendapatkan jawaban dari tanda tanyanya. Namun, melihat namanya saja sudah membuat Jaehyun muak hingga keputusannya untuk mengabaikan merupakan jalan terbaik.
Jaehyun masih berada di posisi yang sama ketika Tanisha akhirnya keluar dari kamar mandi. Masih dengan pertanyaan di benaknya, Jaehyun sampai tidak menyadari Tanisha yang sekarang mendekatinya. Tanisha mengelus bahu Jaehyun seraya tersenyum manis, tidak menaruh curiga sedikit pun saat sang suami masih menatap ponselnya dengan serius. Saat merasakan elusan di bahunya, Jaehyun langsung tersadar dan menatap Tanisha yang masih tersenyum padanya. Jaehyun belum melupakan nama itu, tetapi setelah melihat senyum tulus Tanisha, pikiran buruknya langsung lenyap.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Tanisha saat melihat wajah Jaehyun berubah pucat.
"Tadi ada yang telepon kamu," kata Jaehyun, tidak ingin menutupi apa yang sudah dia lihat. "Namanya Mama Davin."
Setelah memberi tahu siapa yang menghubunginya, Jaehyun mengamati reaksi sang istri karena ingin tahu apa yang sekiranya dipikirkan. Tanisha tampak terkejut ketika mendengar nama itu menghubunginya, tetapi dia tetap tenang seakan itu bukanlah hal besar atau mengganggunya. Sorot matanya juga tidak sedih atau tiba-tiba diam memikirkan masa lalu, yang artinya orang di panggilan itu memang bukan sosok penting untuk dikhawatirkan oleh Jaehyun.
"Sayang banget nggak sempat aku jawab," balas Tanisha enteng.
"Kamu dekat sama mamanya dia?"
"Lumayan. Tapi ini pertama kalinya beliau hubungin aku lagi. Makanya sayang karena nggak aku jawab."
"Kalau gitu telepon aja lagi. Siapa tahu beliau mau tahu kabar kamu."
"Nanti aja. Mending kita makan malam, oke? Kita tunggu makanannya datang di depan aja."