OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Jangan lupa beri vote dan komentar kalian untuk cerita ini💚
Biar aku makin semangat💚
Seperti yang udah dibilang, akan ada bagian flashback di beberapa chapter. Di chapter ini juga ada bagian flashback.
Enjoy 💚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maret 2014.
Jaehyun Jung melirik Tanisha Gayatri yang berubah banyak setelah 12 tahun tidak bersua. Gadis kecil yang dulunya sering merengek meminta jajan setiap kali pedagang keliling berjualan di sekitar komplek, kini berubah menjadi gadis cantik dengan pembawaan yang anggun ketika tengah diam. Jaehyun masih ingat bagaimana dulu Tanisha yang aktif dan hampir tidak bisa diam. Tanisha yang dulunya sering menyapa Jaehyun tiap kali bertemu saat akan berangkat sekolah, kini tampak dingin dan hanya bungkam setelah lima belas menit berlalu. Well, tidak heran.
Ini pertama kalinya Jaehyun bertemu dengan Tanisha setelah diberi kabar yang sama-sama mengejutkan mereka. Katanya, Jaehyun dan Tanisha sudah dijanjikan untuk dijodohkan setelah menginjak usia dewasa mendatang. Dua belas tahun berlalu, perjodohan itu benar-benar dilakukan. Tanisha yang masih menikmati masa kuliahnya, serta Jaehyun yang sedang melaksanakan pascasarjananya, direncanakan untuk menikah setelah keduanya sama-sama siap.
Bila dikira mereka menerima, maka jawabannya salah. Baik Tanisha dan Jaehyun menolak perjodohan dari orang tua mereka, memberikan seribu alasan untuk membatalkan rencana ini. Namun, penolakan mereka tidak membuahkan hasil. Justru malah menjebak mereka dalam pertemuan yang awalnya diniatkan agar Jaehyun dan Tanisha bisa dekat. Alih-alih dekat atau minimal menyapa setelah 12 tahun bertemu, mereka justru sama-sama diam tanpa ada ancang-ancang untuk bicara.
Jaehyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu berdeham untuk sedikit mencairkan suasana yang ada. Ini tidak benar bila mereka hanya diam, karena rencananya tidak begini. Setidaknya Jaehyun harus menyapa Tanisha, mengingat dulu pernah saling mengenal satu sama lain.
"Hai, Tanisha. Apa kabar?" Akhirnya Jaehyun mau menyapa setelah mengumpulkan seluruh nyalinya. "Udah lama banget kita nggak ketemu."
Tanisha yang sedari tadi menunduk, akhirnya mengangkat wajah dan menatap Jaehyun yang berusaha memaksakan senyum. Sayang, senyum itu tidak dibalas sama manisnya oleh Tanisha.
"Kita udah pernah bertemu?"
"Kita dulu tetangga. Ingat? Pas masih kecil."
"Oh, iya." Tanisha tersenyum, tetapi tidak bermaksud untuk ramah. Lebih tepat disebut senyum mengejek. "Mama sempat bilang gitu," katanya, "sorry, aku nggak ingat sama sekali."
"Enggak apa-apa," balas Jaehyun berusaha sesantai mungkin. "Aku juga nggak ingat kalau nggak dikasih tahu."
"Tapi bukan berarti kita harus berusaha untuk ngabulin apa kata orang tua 'kan, ya?"