OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Yang udah siap buat marahin Tanisha, mana suaranya? Wkwkwk🤣
Selamat membaca ^^
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gimana kabar menantu Mama?" Suara riang Tiara membuat senyum Jaehyun mengembang.
"Baik, Ma," jawab Jaehyun semringah. "Mama apa kabar? Belakangan ini belum bisa datang ke rumah. Maaf ya, Ma."
"Ahh, nggak masalah. Pasti sibuk nih sama Tanisha, jadi Mama nggak mau ganggu pengantin baru. Eh, tapi udah nggak baru banget deh, ya. Kemarin satu tahunan, 'kan? Happy anniversary ya, Nak. Semoga pernikahan kalian bisa langgeng sampai punya anak dan cucu. Mama jadi nggak sabar ini mau punya cucu. Tapi kalau kalian mau lama-lamain pacaran halal dulu juga nggak masalah, Mama bisa nunggu. Kalian rayain anniversary gimana nih? Dinner romantis?"
"Enggak ada yang spesial kok, Ma. Cuma doa bareng supaya pernikahannya bisa langgeng."
Jaehyun sengaja berbohong karena dia tidak ingin mertuanya tahu kalau ada masalah yang sedang terjadi. Mendengar setiap anggota keluarga yang berharap dengan pernikahan Jaehyun dan Tanisha tentu membuat mereka harus memberi tahu banyak kebohongan. Memang tidak sehat dan malah makin membuat ekspektasi orang-orang jadi tinggi. Namun, kebohongan yang sudah dibuat selama satu tahun ini tidak bisa berhenti begitu saja.
Jaehyun tidak mungkin memberi tahu kalau di hari anniversary mereka, Tanisha sempat tidak bisa dihubungi seakan menghilang ditelan bumi, lalu muncul dengan memberi tahu kalau dia pergi jalan-jalan untuk merayakan anniversary dengan sang mantan, dan yang terakhir Tanisha pulang hampir tengah malam saat Jaehyun sudah menyerah menunggu. Kebohongan yang baik tetaplah kebohongan yang suatu saat akan tercium juga. Namun, selama semuanya masih bisa disembunyikan dengan kata-kata manis, Jaehyun dan Tanisha tidak akan berhenti untuk melakukannya.
"Mama mau ngobrol sama Tanisha? Siapa tahu mau ngucapin ke dia juga."
"Enggak perlulah. Ke menantu Mama juga udah cukup, kok. Ngomong-ngomong, Tanisha gimana? Enggak aneh-aneh, 'kan? Selalu baik sama kamu 'kan, Nak? Mama tuh suka kepikiran ini Tanisha baik nggak ya sama kamu. Kalau Tanisha nggak baik, bilang aja ke Mama, biar diajarin jadi istri yang benar."
"Tanisha baik kok, Ma. Justru harusnya Mama nanyain Jaehyun apa udah baik sama Tanisha atau belum."
"Kalau kamu sih nggak akan Mama raguin kebaikannya, Jae. Kamu 'kan menantu impian Mama."
Jaehyun tertawa kaku, sedikit aneh mendengar ucapan Tiara yang tidak terdengar layaknya orang tua Tanisha. Jaehyun baru menyadari hal ini karena memang jarang memiliki kesempatan untuk bicara berdua dengan Tiara. Setelah menyadari perbedaan yang ada, Bara lebih halus pada Tanisha, sementara Tiara cenderung tegas dan Jaehyun tidak menampik kalau sang mertua terdengar lebih membelanya.