27. Toxic

3.7K 401 218
                                        

Update pagi biar melek 💚












Januari, satu bulan sebelum acara ulang tahun Jaehyun.

Setiap satu bulan sekali, Bianca akan menghadiri arisan ibu-ibu bersama kelima temannya. Arisan ini diadakan bersama teman-teman Bianca saat di perguruan tinggi dulu, sekaligus untuk mengikat tali persaudaraan agar selalu erat. Awalnya ada empat teman Bianca yang ikut, tetapi sejak bulan Desember, di mana arisan kembali dibuka, ada satu orang yang bergabung. Orangnya juga alumni di universitas yang sama dengan Bianca, tetapi satu tahun di atasnya, jadi beliau tidak terlalu kenal. Namanya Diandra, teman dekat Yuni dan dialah yang membantu Diandra untuk bergabung arisan.

Dari perkenalan, Diandra bekerja sebagai HRD yang katanya sudah cerai selama sepuluh tahun dan memiliki dua anak. Anak pertamanya yang laki-laki ikut dengan Diandra, sementara yang perempuan ikut dengan mantan suaminya. Diandra juga mengaku anak pertamanya belum lama ini sadar setelah tiga tahun koma. Diandra cukup terbuka dengan kehidupannya dan membuat Bianca langsung merasa akrab. Arisan hari ini diadakan di rumah Bianca dan orang pertama yang hadir adalah Diandra. Beliau tiba dua jam lebih cepat dan alasannya karena ingin membantu Bianca melakukan persiapan.

"Makasih udah mau bantuin saya, Mbak," ucap Bianca ketika Diandra membantu mengatur meja dan menata kue di atasnya. "Jadi nggak enak bikin tamu kerja. Padahal udah banyak lho yang bantu di sini, Mbak."

"Enggak masalah, Bi. Justru saya bosan di rumah, jadi cepat-cepat ke sini aja biar sekalian isi waktu luang."

"Emangnya anak Mbak nggak apa-apa ditinggal sendirian?"

Diandra tersenyum lembut, khas seorang ibu. "Dia udah mulai pulih, udah bisa jalan lumayan lancar kalau di sekitar rumah. Justru dia juga nyuruh saya cepat-cepat ke sini, katanya biar nggak capek ngurusin dia terus."

Sesi menyiapkan makanan dan merapikan tempat untuk kumpul telah selesai, Diandra dan Bianca tinggal menunggu tamu satu per satu datang agar arisan bisa dimulai. Diandra yang tidak lama setelah datang langsung bekerja, kini bisa santai dan melihat satu per satu foto yang ada di ruang tengah. Foto yang terpajang di dinding, serta foto yang dipajang di atas rak. Ada satu foto di atas rak yang menarik mata Diandra, foto pernikahan seseorang yang familier, membuat bibirnya menarik seulas senyum tipis. Diandra mundur beberapa langkah, lalu pura-pura fokus pada satu foto keluarga besar di dinding ketika mendengar langkah kaki Bianca mendekatinya.

"Ini foto anak kamu, Bianca?" tanya Diandra basa-basi.

Bianca tersenyum semringah setiap kali ada yang menanyakan Jaehyun. "Iya, Mbak. Anak satu-satunya," jawab Bianca seraya ikut berdiri di samping Diandra. "Anak saya juga udah nikah satu lalu. Tepatnya sih bulan Desember." Bianca meraih foto yang ada di rak, lalu menunjukkannya pada Diandra. "Ini istrinya. Serasi, 'kan?"

Second Lead (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang