42. Orang yang Berharap

3.9K 405 319
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Pagi-pagi diserang ketampanan biar seger 🤧)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Pagi-pagi diserang ketampanan biar seger 🤧)








































Unknown Number
Sha, ini aku Davin
Aku mau ketemu kamu
Boleh?

Tanisha mengabaikan pesan dari Davin yang nomornya sangat asing. Ini pertama kalinya Davin berani menghubungi Tanisha setelah kedatangannya ke pet shop Tanisha. Tidak ada lagi getar takut, tetapi Tanisha tidak ingin menanggapi apa pun soal Davin. Selama Davin tidak mengancam, Tanisha bisa mengatasinya dengan mengabaikan. Lebih baik melakukan hal yang lebih bermanfaat sebelum hari perpisahannya dengan Jaehyun, daripada mengurus Davin yang hanya merugikan perasaannya.

Jenisha yang tadinya ada di kasur Tanisha, dia pindahkan ke baby box agar tidur lebih nyaman. Tanisha tidak langsung beranjak dari tempatnya, sibuk memandangi Jenisha yang begitu tenang. Rasanya iri melihat bayi yang hidupnya sangat damai begini. Lebih beruntung lagi ketika dilimpahi oleh kasih sayang dari banyak orang. Kehadiran Jenisha jadi angin segar untuk setiap orang yang sempat bersitegang. Mulai dari Tanisha dan Bianca, Tanisha dan Tiara, hingga Bianca dan Tiara.

Terakhir yang Tanisha ingat, Tiara cerita kalau beliau sudah kembali berhubungan baik dengan Bianca setelah keduanya jadi korban pengaruh dari Davin dan Diandra. Keduanya juga makin menunjukkan rasa peduli pada Tanisha dan Jenisha, terlebih Tiara yang hampir setiap hari datang ke apartemen Jaehyun untuk mengunjungi putri dan cucunya. Tiara juga memberikan bimbingan agar Tanisha lebih terlatih ketika merawat Jenisha yang baru berusia 2 bulan.

"Nak, kalau kamu udah besar nanti, jangan ngerasa sendirian kayak Mama, ya. Banyak orang yang sayang sama kamu. Apa pun yang terjadi, percaya sama keluarga karena pada akhirnya mereka yang bakal jagain kamu. Setelah kamu dewasa, kamu akan tahu dunia itu kejam. Jadi, kamu harus kuat untuk lawan kejamnya dunia dan belajar dari setiap kekejaman itu. Tapi Mama berdoa supaya kamu nggak ngalamin hal buruk kayak Mama. Oh, jangan lupa juga, walaupun keadaan Mama sama Ayah nggak sama-sama lagi, kami pasti selalu jagain kamu."

Sebenarnya, ada pergulatan batin antara ingin berpisah atau tetap bersama. Bila berpisah, Jenisha yang harus dikorbankan. Bila tetap bersama, Jaehyun harus bertahan dengan orang yang telah menyakitinya. Namun, pilihan untuk bertahan adalah hal yang menguntungkan karena Jaehyun dan Tanisha bisa memperbaiki apa yang sebelumnya rusak, membangun kembali keluarga yang utuh demi mereka sendiri dan Jenisha. Di tengah pikirannya yang bersahutan, Tanisha mendengar pintu terbuka dan ia bergegas keluar kamar untuk menyambut kedatangan suaminya.

Second Lead (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang