5. Roller Coaster

3.6K 474 167
                                        

Jangan lupa vote dan komentarnya, Yorobun 💚
Biar aku makin semangat 💚

Jangan lupa vote dan komentarnya, Yorobun 💚Biar aku makin semangat 💚

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hai, Tanisha."

Tanisha yang baru saja selesai makan siang, menatap malas pada pelanggan pet shop yang dikenalnya. Johnny datang sambil membawa kandang yang di dalamnya ada kucing ras birman, ditaruhnya kandang itu di atas meja tempat Tanisha berjaga.

"Harusnya kamu sapa pelanggan, Sha. Kalau jutek kayak gini, nanti pet shop-nya nggak laku."

"Aku sapa semua pelanggan, kecuali kamu."

"Padahal aku tuh berjasa dalam hidup kamu, Sha, tapi balasannya gini," balas Johnny pura-pura sedih.

Tanisha hanya bergumam tidak jelas, kemudian mengeluarkan kucing milik istri Johnny dari kandang dan langsung membuat wanita itu tersenyum. Katakanlah kelemahan Tanisha itu kucing, karena dia akan langsung luluh bila melihat seekor kucing, bahkan dari kejauhan. Saat masih kecil, Tanisha sempat memelihara seekor kucing domestik yang ia temukan di sekolahnya. Lima tahun menjadi teman baik, kucing itu mati dan setelahnya Tanisha tidak pernah memelihara kucing lagi. Namun, kecintaan Tanisha pada kucing tidak luntur. Alasan mengapa Tanisha membuka usaha pet shop dan grooming tidak lain karena dia ingin melihat kucing di sekitarnya, meski dia tidak bisa memeliharanya.

"Hari ini Cassey mau perawatan kayak gimana?"

"Kayak Keandra biasa minta ke kamulah. Aku mana ngerti."

Tanisha manggut-manggut karena dia tahu apa yang harus dilakukan pada Cassey—kucing milik Keandra. "Kenapa kamu yang ke sini? Biasanya juga Keandra."

"Dia lagi nggak enak badan. Efek hamil, tapi lumayan parah dan aku nggak mau dia maksain ke sini, jadi akhirnya aku ke sini buat bawa kucing kesayangan dia, walaupun aslinya aku malas banget. Aku juga suruh dia jaga jarak dari kucing karena lagi hamil. You know, aku nggak mau dia berlebihan sama kucing untuk beberapa waktu ke depan."

"Itulah akibatnya kalau udah bucin sama perempuan, ya. Apa aja dilakukan walaupun nggak mau," kata Tanisha sambil berjalan menjauhi meja untuk menghampiri karyawannya dan memberi tahu agar memberi perawatan seperti biasa untuk Cassey.

"Emangnya kamu nggak gitu ke Jaehyun?" tanya Johnny setelah Tanisha kembali ke mejanya. "Kamu juga pasti kayak aku kali. Rela melakukan apa aja demi dia."

"Kenapa juga aku harus rela melakukan apa aja demi Jaehyun?"

"Karena dia suami kamu, Sha. Aku ngomong gini bukan karena sesama laki-laki yang haus dilayani, tapi, kamu ngertilah. Be a good wife for your good husband."

"Aku udah ngelakuin itu, John. Aku masak sarapan, bahkan sejak dia mulai ngajar aku siapin bekal makan siang, dan makan malam."

"Kalau sediain makan doang, sewa ART juga bisa kali. Maksudnya lebih dari itu, Sha. Afeksi dan komunikasi, dua hal penting yang harus dibangun dalam pernikahan. Aku yakin kamu paham."

Second Lead (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang