OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hai, Sha."
Sapaan familier yang dulu menjadi favorit Tanisha, sekarang justru ingin sekali ia hindari. Seandainya bukan demi kepentingan pribadi dan pihak lain yang bisa dirugikan, Tanisha Gayatri tidak akan pernah mau bertemu dengan Davin Arsalan untuk bicara berdua. Tanpa didampingi Jaehyun ataupun Johnny yang pasti mau membantunya. Taman kota jadi tempat yang cocok untuk bertemu dengan Davin. Selain lokasinya ramai saat weekend begini, Jaehyun jadi bisa mengawasi istrinya dari kejauhan seraya menemani Jenisha yang sedang tidur di stroller.
Awalnya Jaehyun ingin mengawasi dari mobil, tetapi tempat parkir terlalu jauh dan dia tidak bisa mengawasi. Alhasil Jaehyun memaksakan untuk ikut sambil membawa Jenisha. Tanisha sempat melarang, tetapi akhirnya memberi izin. Siapa tahu kehadiran Jenisha bisa jadi senjata. Davin sudah duduk di samping Tanisha, tentu masih memberi jarak aman agar wanita di sampingnya bisa merasa nyaman. Davin mengamati Tanisha sejenak, tampak lebih berisi karena efek melahirkan. Namun, tidak melunturkan wajah cantiknya. Malah di mata Davin sekarang,Tanisha jauh lebih menawan.
"Kamu apa kabar?" Rasanya Davin ingin sekali memeluk Tanisha, tetapi ia tahan karena tidak ingin membuat Tanisha terkejut dan membuang kesempatan Davin untuk bertemu.
"Aku baik." Tanisha menoleh ke arah Davin. "Kamu juga kelihatan sehat. Baguslah."
"Aku makin sehat karena mau ketemu kamu, Sha. Berkat kamu, aku bisa cepat sembuh."
Seandainya Davin mengatakan hal itu sebelum Tanisha jatuh ke pelukan Jaehyun, kalimat itu terdengar manis dan pasti membuat Tanisha berbunga-bunga. Sayang, suratan takdir membuat Tanisha hampir mual setiap kali Davin bicara. Masih beruntung Tanisha mampu duduk berdampingan seperti ini tanpa menunjukkan reaksi tubuh yang negatif. Seandainya reaksi yang dirasa sangat buruk, jangankan mendengar Davin bicara, mendengar namanya disebut saja bisa membuat Tanisha ketakutan.