OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bro, datang ke sini. Aku bosan di bar sendirian. Datang sampai buka aja."
Darmasya Kanuri menghubungi Jaehyun tepat setelah kawannya itu baru selesai mengajar dan kembali ke ruang dosen. Kalau saja Kun menghubungi beberapa menit lebih cepat, pria itu tidak akan mendapat jawaban karena Jaehyun pasti mematikan ponselnya selama mengajar. Jaehyun melihat waktu di jam tangannya, waktunya terlalu mepet kalau dia memaksakan untuk bertemu dengan Kun sekarang.
"Enggak bisa nih. Aku mau packing."
"Ini masih sore kali. Emang mau packing buat ke mana?"
"Anyer."
"Ngapain?"
"Bulan madu," jawab Jaehyun sedikit malu saat memberi jawaban.
Terdengar tawa riang Kun di balik ponsel, antara ikut senang dan mengejek Jaehyun. Tawa Kun berhasil membuat Jaehyun makin malu karena bulan madu yang diidamkan akhirnya akan terjadi, meski dia belum tahu akan seperti apa nantinya selama di Anyer.
"Udah maju nih hubungan kalian," ujar Kun setelah puas tertawa.
Jaehyun melihat sekitar ruang dosen, memastikan tidak ada orang di dekatnya dan bisa mendengar percakapannya dengan Kun sekarang. Selama ini orang-orang di kampus hanya tahu kalau Jaehyun sudah bahagia dengan kehidupan pernikahannya, jadi dia tidak ingin ada yang menguping hingga tahu kehidupan privasinya bersama Tanisha. Setelah memastikan ruang dosen aman, tidak ada Bu Olive juga yang bisa saja menjadi sumber gosip, Jaehyun menjawab Kun dengan suara sedikit pelan.
"Lumayan, Kun. Tapi nggak semaju itu juga."
"Kalian belum itu, ya? Kalau belum, bisa tuh pas bulan madu. Apalagi kalau pemandangannya langsung ke pantai. Indah banget."
"Kun, bisa nggak sih bahasannya jangan itu terus?"
"Dih! Emangnya aku bahas apaan?"
"Ya, itu."
"Tidur bersama sambil nina-nina enak maksudnya?"
Jaehyun menjauhkan ponsel dari telinganya, menggaruk daun telinganya sebentar setelah mendengar ucapan Kun yang menggelikan, lantas kembali menempelkan ponsel itu di telinganya. Makin lama, mengobrol dengan Kun memang berbahaya.
"Udahlah, kamu ganggu. Aku mau pulang."
"Jangan lupa jemput ayang babe. Jangan sampai sendirian."
Jaehyun tidak menjawab dan langsung memutuskan sambungan telepon, sedang tidak ingin menanggapi gurauan Kun yang menggelikan saat didengar. Jaehyun melihat tumpukan makalah dari mahasiswa yang sudah dia beri nilai untuk kelas minggu depan, lalu melihat kertas absensi untuk memeriksa apakah ada yang tidak hadir di kelasnya hari ini.