OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
⚠️ Warning! Terdapat sedikit adegan kekerasan dalam chapter ini.
4000 kata! Awas capek!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat saat hari jadi pernikahan yang pertama, Tanisha ke rumah sakit untuk memeriksa berapa usia kandungnya setelah tadi pagi mendapatkan hasil positif dengan menggunakan testpack. Begitu diperiksa, kehamilan Tanisha masih baru yaitu 5 minggu, yang tentunya membuat dia harus ekstra hati-hati saat menjaga kandungannya. Tanisha tersenyum lebar ketika melihat hasil pemeriksaannya, mulai tidak sabar untuk menunjukkannya pada Jaehyun dan akan ia jadikan kado di hari jadi mereka.
Saat di rumah sakit, Tanisha tidak sendiri. Kebetulan ada Brenda yang mengantar ke poli kandungan dan temannya adalah orang pertama yang mengetahui kehamilan Tanisha. Jangan tanyakan bagaimana reaksi Brenda, karena sekarang, wanita ini memeluk Tanisha erat sambil terus mengucapkan selamat.
"Selamat pokoknya. Ya ampun, akhirnya bisa dikasih momongan."
Tanisha membalas pelukan Brenda erat, sama semangatnya seperti temannya. "Pas banget periksanya lagi anniversary. Bisa buat kado."
"Oh? Hari ini banget, ya?" tanya Brenda seraya mengurai pelukannya. "Pasti Jaehyun senang banget waktu tahu kamu hamil, Sha. Aku aja sesenang ini, apalagi Jaehyun yang udah nungguin. Berarti rayainnya bisa double dong, ya. Anniversary sama dedek bayi." Dua kata terakhir diucapkan Brenda sambil mengelus perut Tanisha yang masih ramping, jadi ikut penasaran dengan reaksi Jaehyun saat tahu temannya tengah hamil.
"Kira-kira aku kasih kado apa lagi, ya? Aku udah pesan kue, tapi mau ngasih kado lagi."
"Sha, kamu hamil aja udah jadi kado buat dia kali."
"Iya, sih. Tapi apa nggak apa-apa kalau ini doang?" tanya Tanisha ragu dan merasa kurang dengan hadiah yang ia siapkan.
Brenda merangkul lengan Tanisha dan mengantarnya keluar area rumah sakit. "Ini aja udah cukup, Sha, aku yakin. Pokoknya aku doain semoga kehamilan kamu bisa sehat terus sampai lahiran. Semoga hubungan kamu sama Jaehyun jadi selalu baik-baik aja tanpa cobaan berat, apalagi siapa tuh emak-emak rempong? Emaknya Davin? Pokoknya semoga dia musnah aja, terus kamu hidup damai sama suami kesayangan kamu itu."
Tanisha tertawa seraya mengangguk, mengaminkan semua doa Brenda mulai soal Jaehyun hingga mama Davin yang sempat mengganggunya beberapa waktu lalu. Brenda memang sudah diberi tahu oleh Tanisha soal munculnya mama mantannya yang kembali meneror, apalagi setelah memberi kabar bahwa Davin telah sadar dari koma dan terus mendesak Tanisha untuk datang. Setiap kali diminta, Tanisha selalu menolak, bahkan beberapa kali memblokir nomor mama Davin agar tidak mengganggunya.
Untuk saat ini Tanisha bisa bernapas lega karena mama Davin tidak pernah menghubunginya dengan nomor baru, jadi dia tidak perlu merasa ketakutan lagi bila masa lalunya sampai mengancam. Sepulangnya dari rumah sakit, Tanisha kembali ke pet shop dan melakukan aktivitas seperti biasa. Selama tidak ada pelanggan yang datang, Tanisha bisa santai sambil mencari-cari informasi terkait kehamilan. Mulai dari makanan apa saja yang bisa memenuhi nutrisinya, pantrangan dan aktivitas yang bisa dilakukan (khususnya setelah hamil besar), serta cara untuk menjaga kesehatan mental selama kehamilan.