41. Bujukan

4.4K 422 270
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




















Pagi ini weekend, tetapi tidak berjalan terlalu baik. Setelah semalam Tanisha mau jujur soal apa yang terjadi. Pun dengan Jaehyun yang menyampaikan bahwa dia sebenarnya sudah tahu cukup lama, keadaan jadi tidak terlalu baik. Jaehyun membiarkan Tanisha sendirian untuk sementara dan bisa mendengar istrinya menangis di kamar, sampai akhirnya tangis itu berhenti seiring dengan lampu yang dimatikan, lalu Tanisha tidur saat lelah mulai melandanya. Jaehyun masuk ke kamar sekitar tengah malam, memastikan istrinya benar-benar tidur lelap, lalu menyusulnya ke dalam mimpi sambil berharap menemukan kebahagiaan di sana.

Tanisha bangun pagi-pagi sekali karena Jenisha menangis, sekitar pukul 4 pagi, lalu tidak kembali tidur karena Jenisha terus terjaga untuk menemani sang mama yang masih dirundung duka. Saat sarapan, keadaan jadi beku bagaikan es. Jaehyun dan Tanisha tidak tahu cara mencairkan es itu, bahkan Tanisha sendiri menghindar saat bertemu tatap dengan sang suami. Setiap kali Jaehyun mengajak Tanisha bicara, istrinya hanya melirik tanpa berani menatapnya. Bukan karena Tanisha tidak ingin bicara, tetapi karena dia malu setiap kali berhadapan dengan Jaehyun.

Biasanya Tanisha santai saja menyusu di depan Jaehyun, tetapi hari ini berbeda karena Tanisha akan masuk ke kamar dan menyusu di sana. Lagi-lagi dia telanjur malu saat Jaehyun sudah tahu masa lalunya, sampai untuk berhadapan saja rasanya tidak sanggup. Untuk sekarang, Jaehyun membiarkan sikap itu karena dia paham Tanisha masih butuh waktu untuk menanam rasa percaya dirinya lagi setelah semua yang terjadi.

Barulah siang ini ketika Jaehyun memasuki kamarnya setelah menghabiskan banyak waktu di ruang tengah untuk bekerja, dia terkejut tatkala melihat Tanisha sedang mengeluarkan kopernya dari lemari dan menidurkannya di lantai.

"Kamu mau apa, Sha?" tanya Jaehyun sedikit panik dan mulai berpikir buruk. "Kamu mau ke mana?" imbuhnya seraya mendekati sang istri.

Tanisha yang terkejut lagi-lagi hanya melirik Jaehyun, lalu menjawab, "Aku mau beresin baju sama barang aku yang nggak kepake biar gampang pas dibawa. Aku harus nyicil buat beresin dari sekarang supaya nggak repot."

"Kalau maksud kamu pisah, itu masih lama, Sha." Jaehyun menahan koper agar Tanisha tidak bisa membukanya.

"Aku tahu, tapi tetap mau beres-beres dari sekarang. Nanti kalau udah waktunya jadi tinggal dibawa."

Jaehyun meraih tangan Tanisha yang berusaha membuka zipper koper. Sentuhan tersebut nyatanya tidak direspons baik karena Tanisha malah terkejut dan makin menghindari Jaehyun. Pelan, Tanisha menepis tangan Jaehyun dan membuka kopernya yang kosong. Sebelumnya pernah ada dalaman wanita transparan yang diberikan Bianca di awal pernikahan, sekarang sudah disimpan dengan aman oleh Tanisha agar Jaehyun tidak menemukannya.

Awalnya Jaehyun hanya diam karena tidak ingin memaksa Tanisha untuk langsung mau berinteraksi secara intens dengannya. Namun, ketika melihat Tanisha berjalan menuju lemari dan mengeluarkan pakaian untuk ia masukkan ke koper, Jaehyun tidak bisa menahannya lagi.

Second Lead (TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang