OPEN PO DI SHOPEE ANDROBOOKS 15-22 SEPTEMBER
Kisah klise tentang dua insan yang menikah karena perjodohan.
Sejak awal, Jaehyun sudah menyukai Tanisha dan menyetujui apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun, Jaehyun sadar bahwa Tanisha tidak menga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tanisha Gayatri tampak menikmati sesi membuat sarapannya kali ini dengan senyum di bibirnya yang tidak luntur sepanjang memasak. Setelah cukup lama hanya membuat sarapan masing-masing, semalam Jaehyun akhirnya meminta untuk kembali dibuatkan sarapan oleh Tanisha. Dari situ Tanisha menyimpulkan kalau suasana hati Jaehyun sedang baik. Alasannya apa, Tanisha tidak tahu dan saat ditanya, Jaehyun hanya mengatakan dia ingin sarapan buat Tanisha lagi, itu saja.
Tanisha masih ingat kalau Jaehyun sempat mengatakan masakannya tidak enak, jadi dia berkali-kali memastikan sarapannya sekarang bisa cocok dengan lidah Jaehyun. Tanisha tidak ingin mengecewakan Jaehyun karena sudah lama tidak memasak untuknya. Tanpa disadari Tanisha, ada Jaehyun yang sejak tadi mengamati istrinya sedang berkeliaran di sekitar dapur. Pagi-pagi suasana hati Tanisha sudah baik, membuat Jaehyun lega karena dia mengambil tindakan yang tepat untuk meminta sarapan sebagai awal bermulanya kembali hubungan mereka.
Tidak ingin mengganggu Tanisha yang asyik di dapur, Jaehyun memilih menyingkir untuk mandi. Sekitar sepuluh menit, Jaehyun kembali setelah lebih segar dan aroma sedap dari pancake menguar di sekitar ruang makan hingga ruang tengah. Perut Jaehyun yang belum diisi apa-apa pagi ini langsung berbunyi minta diberi nutrisi, membuatnya segera pergi ke ruang tengah dan melihat Tanisha sudah berdiri di sisi kiri kursinya seraya tersenyum pada Jaehyun.
"Kelihatannya ... enak," ucap Jaehyun yang tiba-tiba gugup.
"Semoga aja gitu." Tanisha jadi sedikit tidak percaya diri dengan pancake buatannya, tetapi berharap pancake-nya bisa dimakan hingga habis.
Jaehyun duduk, disusul Tanisha yang duduk di hadapannya. Formasi yang sama setelah satu tahun lebih, tidak pernah berubah satu hari pun. Bahkan ketika Jaehyun dan Tanisha sedang makan sendiri, pasti mereka duduk di posisi yang sama. Jaehyun mulai memotong kecil pancake hangat yang disiram dengan madu, lalu melahapnya seperti saat sarapan biasa. Tanisha tidak ikut makan karena dia ingin melihat reaksi Jaehyun yang menikmati pancake-nya.
Setelah potongan ketiga, kelihatannya tidak ada masalah. Jaehyun menikmati sarapannya dengan baik. Menyadari Tanisha yang hanya memperhatikannya, Jaehyun berhenti mengunyah dan menatap istrinya bingung.
"Kamu nggak ikut makan?" tanya Jaehyun. "Apa kamu mual?" tambahnya yang kini sedikit panik.
"Oh, nggak. Aku cuma lagi mastiin pancake-nya bisa dimakan."
"Enak, kok. Aku suka."
Jawaban Jaehyun membuat Tanisha mengembuskan napas lega. "Syukur kalau gitu," katanya seraya memotong pancake dan menikmati masakannya. "Maaf karena cuma bisa bikin pancake. Aku cuma kepikiran pancake waktu kamu minta dibikinin sarapan, plus bahan masakan tinggal sedikit dan hari ini baru mau belanja bareng Keandra sama Brenda."