kisah ini masih belum selesai.
©2021, seobarbie
"lya," panggil bayu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
aku, yang sedari tadi hanya duduk di ranjang bayu, menonton televisi yang tidak dinyalakan, refleks menoleh ke arahnya dan menemukan dia tengah berjalan ke arahku dengan handuk tersampir di kedua bahu.
malam minggu ini, aku dan bayu memang sama-sama sengaja menyisihkan waktu luang untuk bertemu. sudah hampir dua minggu kami sibuk dan hampir tak memiliki pertemuan yang benar-benar direncanakan dengan matang. maka dari itu, aku langsung setuju ketika rabu lalu bayu memintaku untuk kosongkan jadwal malam minggu ini.
"mau makan apa?" tanya bayu yang sudah duduk di depanku. iya, pacarku itu memiih duduk lesehan di lantai tepat di antara kakiku yang bergantung di salah satu sisi ranjang.
tanganku bergerak mengambil alih handuk di kedua bahu bayu. kemudian, kugunakan handuk itu untuk keringkan helai-helai rambut ikal hitamnya yang basah.
"terserah kamu aja."
"tumben terserah."
"lagi males milih."
bayu mengernyit. mungkin kebingungan dengan jawabanku yang tidak seperti aku yang biasanya.
"yaudah. bikin indomie aja."
"yaudah," ujarku menyetujui.
"lya," panggil bayu. aku menyahutinya dengan deheman pendek dan hal itu tentu saja tidak bisa memuaskan dirinya sehingga dia langsung menghentikan gerakan tanganku yang tengah mengusak rambutnya dan berbalik menjadi memghadap ke arahku.
"are you okay?"
kepalaku mengangguk. aku berusaha memasang senyum dan menyugar rambut bayu ke belakang. "i'm okay."
"terus kenapa?" bayu meraih tanganku yang semula terjatuh di tengkuknya. "kamu nggak kayak biasanya."
"nggak pa-pa, kok."
"bohong."
"nggak penting, bayu."
"semua tentang kamu-" tatapan bayu menegas, "penting buat aku, lya."
aku kembali menarik dua sudut bibir. memang tidak lebar. namun, kurasa cukup untuk meredam emosi bayu saat ini. karena aku tahu, kami sedang sama-sama tidak dalam kondisi siap untuk membahas sesuatu yang berat. kami sedang sama-sama lelah dan hanya ingin bertemu untuk melepas rasa rindu yang sudah ditahan berminggu-minggu.
sungguh, aku juga sudah berusaha untuk tidak secara terang-terangan memperlihatkan keresahan dan kegelisahan yang tengah kurasakan pada bayu. namun, jika dia adalah salah satu penyebab seluruh ketidak tenanganku malam ini, bagaimana bisa aku bisa tetap bersikap seakan aku sepenuhnya baik-baik saja?
"bayu," panggilku yang langsung dijawabnya dengan balik memanggil namaku lembut.
"iya, lya."
"udahan, yuk?"
dahinya sontak berkerut mendengar ucapanku. "udahan apa?"
"pacarannya."
raut wajah terkejut seketika tergambar di wajah bayu. "maksut kamu-"
"iya bayu," potongku. "ayo kita putus."
"but why?" tanyanya tak mengerti.
"cause you're worth to have someone better than me."
"i don't want to get someone better than you." bayu mengeratkan genggamannya pada kedua pergelangan tanganku. "i want you, lya."
aku menggeleng kuat-kuat. berusaha menarik kedua tanganku dari genggaman bayu. "kita beda, bayu dan kamu tau itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
harta tahta eska. (on going)
Fanfictionft straykids. oneshot straykids eskalokal. (mostly calvin antares) AU ; lowercase 2020, seobarbie eskalokal.
