mata dan rasa.

708 91 24
                                        

"calvin melihat dunia dengan mata sedang aku melihat dunia dengan rasa."




×

×

×

×

×

×

×

×

×

×

×















"cal,"

"ayo putus."

"kenapa harus?"

"karena gue udah ga sayang sama lo, calvin."

"gue udah hilang rasa sama lo."

"maaf, calvin."

"tapi kita lebih baik putus."

kalimat-kalimat sialan itu berhamburan. berputar-putar memenuhi kepala calvin membuat pemuda itu menginjak pedal gas lebih dalam sehingga mobil bmw hitam yang dikendarainya langsung melaju semakin kencang membelah jalan pinggiran kota yang malam ini sepi kendaraan.

satu sudut bibir ditarik ke atas, sehingga sebuah seringai yang sarat akan kegetiran terpampang jelas di wajah calvin kala peristiwa beberapa jam lalu itu kembali mampir ke kepala, membuat dadanya terasa tertekan hingga sesak. padahal, tidak ada apapun yang terjadi pada dirinya. cavin sempurna sendirian di dalam mobil dalam keadaan utuh dan baik-baik saja.

namun ... sakit itu ... luka itu ... semuanya terasa benar-benar nyata.

ketika kalimat itu, kalimat paling tidak pernah dia bayangkan akan dia dengar dari perempuan yang dicintainya akhirnya betul-betul sampai ke telinganya dengan amat jelas meski hanya lewat sambungan telepon, calvin langsung merasa seakan tengah berjalan nyaris di titik nol gravitasi dimana oksigen terasa sangat tipis untuk bisa dihirup.

calvin langsung merasa, seperti ada batu besar yang sengaja dijatuhkan di atas dadanya, dimana di balik batu itu, ada sebuah mata pisau tajam yang menusuk semakin dalam dan perlahan-lahan mengoyak ulu hatinya hingga tak terasa, darah setetes demi setetes keluar dari sana membasahi bajunya.

calvin tidak menangis, atau lebih tepatnya belum. karena sebagian dari dirinya masih menolak untuk percaya jika naya benar-benar mengatakan hal tadi kepadanya. bahkan, meski hal tadi memang diucapkan oleh naya, calvin masih meyakini jika naya mengatakan itu semua dengan tidak sadar.

calvin yakin, peristiwa tadi hanyalah satu dari sekian lelucon naya. naya yang dia kenal tidak mungkin benar-benar berniat mengkahiri hubungan mereka berdua.

tidak mungkin. calvin yakin, naya tidak mungkin akan melakukan itu.






××××








setelah melewati perjalanan cukup panjang, bmw hitam itu berhenti di depan sebuah rumah kos bercat biru cerah. calvin turun dari mobilnya, menenteng sebuah kantung plastik putih di tangan kanan. persis ketika langkahnya sampai di penghujung teras, telapak tangannya terkepal untuk mengetuk pintu di hadapannya.

harta tahta eska. (on going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang