Pagi itu, langit sudah dihiasi awan gelap. Tak lama setelahnya, hujan mulai turun membasahi bumi. Langit seolah-olah menangis mengantar kepergian seseorang dan memang itu benar adanya. Semua orang berkumpul, membuat tangisan, dan mengenang akan sosok itu, yang tidak lain adalah Uzumaki Naruto.
Sakura hanya bisa terduduk dan menangis dalam diam menatap pusara di depannya. Rasanya ingin sekali ia mengatakan banyak hal, namun tidak ada sepatah kata yang mampu ia ungkapkan.
"Sakura." Pria berambut raven yang telah menunggunya selama berjam-jam akhirnya buka suara. "Hujan semakin deras. Orang-orang sudah pergi, sebaiknya kita pergi juga dari sini. Naruto pasti tidak ingin melihatmu seperti ini, Sakura."
Sakura tidak bergeming, ia masih menatap pusara itu dengan tatapan kosong.
"Aku ... tidak tahu harus berkata apa lagi, Sasuke. Kenapa rasanya sulit sekali untuk mengucapkan kalimat terakhir untuknya?" Suara Sakura begitu menyedihkan, Sasuke tahu bahwa kepergian Naruto membuat Sakura benar-benar terpuruk.
"Sakura ..."
"Ada banyak yang ingin kukatakan, namun aku lebih ingin meminta maaf padanya atas apa yang telah kulakukan selama ini. Aku sudah menyakiti hati Naruto, tapi aku tidak bermaksud untuk melakukan itu."
Kini Sakura mulai terisak, isakannya terdengar sangat menyakitkan di telinga Sasuke. Tidak tahan mendengar wanita yang dicintainya merasa kesakitan, Sasuke langsung mendekap tubuh yang rapuh itu, tidak peduli jika saat ini tubuh mereka harus basah diguyur hujan.
"Naruto pasti mengerti maksudmu, aku yakin itu. Jadi jangan bersedih lagi, ya?"
"Tapi aku sudah jahat, Sasuke. Bukan hanya pada Naruto, tapi juga dirimu. Maaf."
"Sssttt, itu sudah jangan dibahas lagi. Itu hanyalah masa lalu kita. Dengar, aku ingin mulai saat ini kau jangan menangis lagi, hm? Naruto akan sangat marah jika kau menangis terus seperti anak kecil."
Sakura langsung memasang wajah cemberut. "Aku bukan anak kecil!"
Sasuke mengangkat bahunya tidak peduli. "Tapi nyatanya kau memang mirip anak kecil kalau sedang menangis seperti ini."
"Sudah kubilang aku bukan anak kecil!"
Sasuke terkekeh geli, lalu menepuk puncak kepala Sakura gemas. Akhirnya sekarang ia bisa melihat Sakura yang mengomel, itu artinya Sakura sudah merasa jauh lebih baik.
"Kita pulang sekarang? Lihat, bajumu sudah basah kuyup. Untung saja kau memakai baju hitam. Kalau tidak ..." Sasuke menatap Sakura dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan menggoda.
"Dasar mesum!" Sakura langsung memukul Sasuke dengan tas yang ia bawa, namun Sasuke berhasil mengelak. "Kemari kau!"
"Tidak mau!"
"Awas saja kalau kau tertangkap. Akan kubunuh kau, Sasuke!"
"Coba saja kalau bisa."
"Uchiha Sasuke!"
•
•
•
Dua tahun kemudian...
"Menurutmu apakah baju bayi ini bagus, Sasuke? "
"Coba kulihat." Sasuke menatap jeli baju bayi berwarna pastel di hadapannya. "Ganti. Warnanya terlalu kusam."
"Kalau yang ini?" Wanita itu memilih baju yang lain.
Sasuke menggeleng. "Modelnya sangat cupu."
"Bagaimana dengan yang ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Man in Contract [ON HOLD]
FanfictionFanfiction Naruto kolaborasi dua author, @maulidyaandini dan @AdindaKasih Cover by @wicksn Siapa yang tidak ingin menikah? Tentu saja menikah adalah sebuah anugerah yang diimpikan oleh setiap wanita. Namun hal itu tidak berlaku bagi Haruno Sakura, y...
![Man in Contract [ON HOLD]](https://img.wattpad.com/cover/104515672-64-k644251.jpg)