08

545 55 16
                                    




















"Kau tau aku akan merindukan mu"

Angin malam menyapu rambutnya dengan sayang. Jungkook tersenyum dan mengangguk paham. Malam ini Mingyu tiba-tiba di telepon oleh atasan nya untuk berangkat dinas menuju Colombia selama satu bulan penuh. Raut wajahnya terlihat tidak suka sekaligus sedih, tapi itu lucu bagi Jungkook.

"Aku tau, berangkat lah. Aku dan Wheein akan menunggumu di Korea" Jungkook berucap sambil merapatkan cardigan tipis. Angin malam sudah mulai menusuk kulit putih bak porselen itu dengan perlahan.

Mingyu mengangguk dan mulai masuk kedalam taxi. "Baik-baik dirumah, aku berangkat" Jungkook mengangguk-angguk sembari melambai pada taxi yang perlahan luput dari pandangan nya.

Berlari menuju lift dengan tergesa, lantas memencet angka 19 pada tombol yang menempel di sisi pintu dan mulai menunggu. Waktu menunjukan pukul 22:59 sekeliling apartment terlihat sepi mungkin hanya ada dirinya saja di lorong ini.

Terlihat ruangan apartmentnya sedikit berantakan. Sebelum Mingyu di telepon, mereka sempat menghabiskan waktu bersama dengan berbincang mengenai banyak hal. Jungkook lalu tergerak merapikan bungkus-bungkus snack dan botol ataupun kaleng yang berserakan.

Kemudian membuat teh hijau sebagai penutup malam ini.

Terduduk di pantry dengan ponsel di tangan nya. Berjengkit kaget saat melihat terdapat banyak notif di iMess dan Kakaotalk. Apa dirinya melewatkan sesuatu?


Wheein

Kenapa ada banyak sekali nama disini

Ah aku mengerti ㅋㅋ

Selamat malam, Jungkook.

Aku Hwasa.

Kau terlihat tidak online saat ini. Hubungi aku jika sudah free.

Ponsel ini baterainya tinggal 4% astaga ㅠㅠ

Melihat pesan itu membuat Jungkook kelabakan. Kenapa ponsel teman nya ada pada atasan yang dirinya kenal. Menggeleng saat menyimpulkan sesuatu dalam pikiran, Wheein itu menjunjung tinggi harga dirinya jadi tak mungkin seperti yang di bayangkan. Dan juga melihat banyak panggilan tak terjawab dari Yoongi, maka sekarang ia benar-benar panik.

Menarik nafas dan mencoba menghubungi Hwasa. Ia harap semua baik-baik saja.

"Selamat malam, Miss Hwasa."

"Maaf tadi saya ada keperluan, apa ada yang salah dengan Wheein?" Lanjut Jungkook to the point.

"Hallo Jungkookie—"

Apa-apaan itu?

Terdengar gelak tawa dari seberang sana, pipi Jungkook sedikit memerah. Pasti atasan nya melihat room chat miliknya dengan Wheein
"Maaf—"

Tawa itu sedikit mereda "Jangan terlalu formal Jung, kita tidak sedang di kantor. Panggil aku dengan panggilan akrab atau apalah itu."

"Baik Miss"

"Jadi.."

Jungkook mendengar dengan seksama. Tentang Wheein yang memulai pertengkaran saat berada di market—dan untungnya saat itu Hwasa dan Yoongi tengah berkunjung untuk membeli snack. Wheein bertengkar memperebutkan ramen kesukaannya yang hanya tinggal satu stock dan kemudian menangis saat membentak sang lawan. Jungkook menghela nafas tenang.

Jungkook berdehem sebentar "Wheein mempunyai sifat ini sedari kecil. Ia tidak tega saat membentak tapi dirinya melakukan sebaliknya. Biasanya aku akan memberikan pelukan atau memberikan kata-kata pujian."

Rooftop Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang